Nama : Nouval septian arrahman
Kelas : paralel
Npm : 2256031036
1.menurut saya sistem etika politik yang ada di indonesia belum sesuai dengan nilai nilai yang ada di indonesia, mengapa? Karna masih banyak kasus suap menyuap dan perlakuan oknum polri terhadap masyarakat, saya pribadi memang tidak pernah mejadi pelapor atau menjadi korban, tapi banyak sekali berita yang beredar di TV bahwa oknum polri berperilaku seenaknya terhadap warga sipil, contohnya pada saat seseorang membuat laporan bahwa ia kehilangan barang karna dicuri atau dijambret pada saat mengendarai kendaraannya, masih ada oknum yang menganggap hal itu sepele, ia memang bertanya kapan dan dimana tkp itu terjadi, tapi sayangnya setelah menunggu benerapa waktu laporan tersebut belum ada kabar baik, apakah barang berhargs mereka telah ditemukan oleh pihak kepolisian atau belum, dan masih ada beberapa lagi kasus tilang menilang yang dilakukan oleh polisi, oknum polisi banyak yang seenaknya menilang pengendara tanpa ada kesalahan yang jelas, dan mereka tidak disertai oleh surat bahwa mereka akan turun operasi ke lapangan, akhirnya polisi meminta uang / suap agar pengendara tersebut tidak jadi di tilang, mungkin pengendara tersebut merasa senang karna ia tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk mengurus tilang, tapi hal ini tidak dibenarkan, jika aparat kepolisian saja memberikan contoh yang tidak baik, bagaimana nanti jika ada rakyat yang berprilaku sama seperti perilaku aparat tersebut, seharusnya polisi itu mengayomi warga bukannya sebaliknya
2. 50/50 karna ada anak muda yang memiliki etika atau sopan santun yang baik, ataupun sebaliknya, hal ini memicu perdebatan atau tanda tanya, apakah orang tua sih anak tersebut mengajarkan hal yg tidak baik atau sebaliknya, mungkin para orang tua sudah mengajarkan anak nya untuk berperilaku yang sopan dan beretika, tapi pengaruh lingkungan membuat hal tersebut menjadi kebalikannya, ada sih anak yang justru terkena pergaulan bebas, seperti merokok, mabuk, pesta sexs dan sebagainya, menurut saya hal ini tidak sepenuhnya salah orang tua, tapi tanyakan kepada anaknya mengapa ia melakukan hal demikian.
Kelas : paralel
Npm : 2256031036
1.menurut saya sistem etika politik yang ada di indonesia belum sesuai dengan nilai nilai yang ada di indonesia, mengapa? Karna masih banyak kasus suap menyuap dan perlakuan oknum polri terhadap masyarakat, saya pribadi memang tidak pernah mejadi pelapor atau menjadi korban, tapi banyak sekali berita yang beredar di TV bahwa oknum polri berperilaku seenaknya terhadap warga sipil, contohnya pada saat seseorang membuat laporan bahwa ia kehilangan barang karna dicuri atau dijambret pada saat mengendarai kendaraannya, masih ada oknum yang menganggap hal itu sepele, ia memang bertanya kapan dan dimana tkp itu terjadi, tapi sayangnya setelah menunggu benerapa waktu laporan tersebut belum ada kabar baik, apakah barang berhargs mereka telah ditemukan oleh pihak kepolisian atau belum, dan masih ada beberapa lagi kasus tilang menilang yang dilakukan oleh polisi, oknum polisi banyak yang seenaknya menilang pengendara tanpa ada kesalahan yang jelas, dan mereka tidak disertai oleh surat bahwa mereka akan turun operasi ke lapangan, akhirnya polisi meminta uang / suap agar pengendara tersebut tidak jadi di tilang, mungkin pengendara tersebut merasa senang karna ia tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk mengurus tilang, tapi hal ini tidak dibenarkan, jika aparat kepolisian saja memberikan contoh yang tidak baik, bagaimana nanti jika ada rakyat yang berprilaku sama seperti perilaku aparat tersebut, seharusnya polisi itu mengayomi warga bukannya sebaliknya
2. 50/50 karna ada anak muda yang memiliki etika atau sopan santun yang baik, ataupun sebaliknya, hal ini memicu perdebatan atau tanda tanya, apakah orang tua sih anak tersebut mengajarkan hal yg tidak baik atau sebaliknya, mungkin para orang tua sudah mengajarkan anak nya untuk berperilaku yang sopan dan beretika, tapi pengaruh lingkungan membuat hal tersebut menjadi kebalikannya, ada sih anak yang justru terkena pergaulan bebas, seperti merokok, mabuk, pesta sexs dan sebagainya, menurut saya hal ini tidak sepenuhnya salah orang tua, tapi tanyakan kepada anaknya mengapa ia melakukan hal demikian.