Adelina Azzahra_2216031080_Reg B
A. Tanggapan saya atas berita tersebut yaitu memang benar adanya ketika seseorang merasa sudah tertarik dalam berita walau itu hoax sekalipun mereka akan tetap meyakini pendapatnya dan tidak ingin berusaha membuka mata dan pikiran atas fakta yang sebenarnya terjadi. Hal ini berkaitan dengan faktor sugesti dari penyebar hoax, yang dimana ciri-ciri berita palsu/hoax dibuat semenarik mungkin untuk mengambil alih perspektif dan simpati khalayak. Dampak negatif dari penyebar hoax yang pastinya merugikan satu pihak maupun beberapa pihak, dan dari khalayak yang menerima berita hoax tersebut ternyata telah di perdaya oleh oknum-oknum penyebar hoax yang tidak bertanggung jawab. Menurut saya cara mengantisipasinya yaitu setelah menerima suatu berita yang dilihat terutama di sosial media, sebelum mempercayainya alangkah baiknya meneliti ulang dan mencari kembali kebenaran apakah berita tersebut fakta atau hoax.
B. Perkembangan IPTEK yang tidak digunakan dengan baik di media sosial contohnya adalah penyebaran hoax tersebut menjadikan kerugian pandangan beberapa pihak atau khalayak atas isu-isu yang tengah terjadi. Hoax pun dapat mengakibatkan terpecah belahnya kebenaran atau fakta aslinya. Solusi terbaik dalam perkembangan IPTEK yang pastinya menggunakannya untuk hal-hal yang positif. Seperti mencari pengetahuan lebih juga menyebarkan berita-berita yang terbukti keasliannya dan sesuai dengan fakta.
C. Yang pertama yaitu cara mengatasi sifat konsumerisme tersebut terlebih dahulu, dalam bidang komunikasi di proses pertukaran infromasi maupun pesan tentunya sekarang membutuhkan teknologi juga, akan tetapi ketika seseorang sudah memungkinkan dapat berkomunikasi dengan baik antar sesama pun sudah lebih dari cukup dan tidak perlu terlalu mengikuti perkembangan yang sangat amat pesat tersebut. Dengan artian, dahulukan saja kebutuhan daripada keinginan yang hanya untuk kesenangan semata.
A. Tanggapan saya atas berita tersebut yaitu memang benar adanya ketika seseorang merasa sudah tertarik dalam berita walau itu hoax sekalipun mereka akan tetap meyakini pendapatnya dan tidak ingin berusaha membuka mata dan pikiran atas fakta yang sebenarnya terjadi. Hal ini berkaitan dengan faktor sugesti dari penyebar hoax, yang dimana ciri-ciri berita palsu/hoax dibuat semenarik mungkin untuk mengambil alih perspektif dan simpati khalayak. Dampak negatif dari penyebar hoax yang pastinya merugikan satu pihak maupun beberapa pihak, dan dari khalayak yang menerima berita hoax tersebut ternyata telah di perdaya oleh oknum-oknum penyebar hoax yang tidak bertanggung jawab. Menurut saya cara mengantisipasinya yaitu setelah menerima suatu berita yang dilihat terutama di sosial media, sebelum mempercayainya alangkah baiknya meneliti ulang dan mencari kembali kebenaran apakah berita tersebut fakta atau hoax.
B. Perkembangan IPTEK yang tidak digunakan dengan baik di media sosial contohnya adalah penyebaran hoax tersebut menjadikan kerugian pandangan beberapa pihak atau khalayak atas isu-isu yang tengah terjadi. Hoax pun dapat mengakibatkan terpecah belahnya kebenaran atau fakta aslinya. Solusi terbaik dalam perkembangan IPTEK yang pastinya menggunakannya untuk hal-hal yang positif. Seperti mencari pengetahuan lebih juga menyebarkan berita-berita yang terbukti keasliannya dan sesuai dengan fakta.
C. Yang pertama yaitu cara mengatasi sifat konsumerisme tersebut terlebih dahulu, dalam bidang komunikasi di proses pertukaran infromasi maupun pesan tentunya sekarang membutuhkan teknologi juga, akan tetapi ketika seseorang sudah memungkinkan dapat berkomunikasi dengan baik antar sesama pun sudah lebih dari cukup dan tidak perlu terlalu mengikuti perkembangan yang sangat amat pesat tersebut. Dengan artian, dahulukan saja kebutuhan daripada keinginan yang hanya untuk kesenangan semata.