Ellen Febriani_2256031011_paralel
Judul Jurnal: PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA
Penulis: Ariesta Wibisono Anditya (2020)
Dasar adalah sesuatu yang permanen, pelajaran yang akan edoman, pedoman untuk melakukan perbuatan. Di antara pangkalan dan gerbang ada hubungan yang sangat erat. Jika dasar Liberalisme, tujuan yang ingin dicapai adalah masyarakat liberal. Jika dasar Fasisme, tujuan yang ingin dicapai adalah masyarakat fasis. dasar negara Indonesia adalah Pancasila, itu sebabnya tujuan yang ingin dicapai oleh bangsa Indonesia adalah masyarakat yang pancasila.
Masyarakat selalu belajar pengembangan, begitu juga mengalami perubahan, termasuk nilai yang ada. Konsekuensi perkembangan teknologi yang jadi semua bentuk telekomunikasi dapat dilakukan tanpa mengetahui waktu arus mengalir masuk filsafat, ideologi dan kebudayaan dalam umumnya mudah dikenali oleh yang berbeda jenis kelompok masyarakat dan mempengaruhi nilai-nilai mereka punya. Hukumnya cukup tua menjadi bagian dari kehidupan manusia dari waktu ke waktu dan terus berubah perubahan sosial, ilmu pengetahuan, dll.
Pengertian media massa jika berasal dari kata "media" itu sendiri berarti alat, corong, instrumen, cara, media, steker, perangkat, mediator, perangkat, saluran, sarana, Kendaraan. Sedangkan kata “massa” berarti agregat, tubuh, objek, tersusun, konglomerat, korpus, pengikut, publik, zat. Sedangkan istilah “media massa” itu sendiri adalah sarana dan pelayanan sebagai sarana komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas.
Pengaruh media massa di kehidupan sehari-hari, contohnya beriklan di persimpangan, layar informasi, lampu lalu lintas, koran, majalah, komik, dll. Diperiksa oleh para ilmuwan sejak pecahnya perang dunia pertama pada waktu 1914. Menurut Bryant, itu tidak mengherankan hampir semua orang pada waktu itu pertimbangkan pengaruh media massa sangat kuat, ini karena adanya propaganda militer yang mendominasi di masa perang. Penduduk di Amerika adalah salah satu ilmuwan mereka percaya bahwa media massa terutama televisi, acara film dan radio telah berubah kepada penonton.
Intinya yakni, amalan Nilai Pancasila oleh media massa dalam pelaksanaannya fungsi kontrol sosial di Indonesia apalagi belum dilaksanakan secara menyeluruh. Berita beredar seringkali bukan untuk masyarakat umum berdasarkan fakta dan disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab tanpa menelusuri kembali pesan dan sumber berita, yang membuat komunitas benar-benar percaya.
sebagaimana manusia yang dianugerahkan akal, Allah telah diturunkan petunjuk dalam Q.S Al Hujarat ayat 6 bahwa berita itu datang kami harus memeriksanya lagi di masa mendatang sebelum mempercayainya. Hal ini adalah melanggar nilai pancasila terutama dalam hal nilai material, nilai spiritualitas dan nilai-nilai vital yang memuncak pelanggaran HAM lainnya. Amalan jiwa pancasila kurang ditunjukkan oleh kehadiran pesan-pesan yang menyesatkan.
Media massa di Indonesia belum tiba keadaan dimana terdapat hal yang dapat membuat masyarakat mengubah moral untuk nilai-nilai pancasila, hal ini tercermin dalam memudarnya jiwa pembangunan manusia patriotik individu-liberalis, masih mementingkan kepentingan pribadi di atas kepentingan bangsa dan negara.