Malva Axela Sekar Kinanti
( 2256031047 ) Paralel
Artikel 14a
Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi
Perkembangan IPTEK
IPTEK adalah suatu sumber yang dapat dikelola dan digunakan oleh seseorang dalam kehidupannya baik dari penemuan baru tentang suatu ilmu atau teknologi dan juga perkembangan dari ilmu dan teknologi itu sendiri. Iptek semulanya dibuat untuk menguntungkan dan mempermudah manusia, namun harus diiringi dengan cara yg tepat.
Beberapa contoh Dampak Perkembangan Iptek :
Positif
a. Menunjang kegiatan produksi, adanya perkambangan Iptek menciptakan mesin mesin canggih yg mempermudahkan kehidupan manusia
b. Variatifnya cara dalam berkomunikasi contohnya sekarang ada handphone yang membuat mudah walaupun adanya jarak
c. Memudahkannya mencari informasi seperti searching digoogle
Negatif
a. Membuat ketergantungan
b. Carding ataupun pembobolan kartu kredit
c. Mengandung unsur kekerasan bahkan pornografi
Pancasila sebagai dasar negara mempunyai nilai-nilai antara lain nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, dan Kerakyatan, serta Keadilan. Selain menjadi ideologi dasar pancasila juga dibuat sebagai petunjuk bagi masyarakat Indonesia untuk menjalani hidup. Kedudukan Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa ialah seperti menjadi sumber solusi masalah, membangun karakter masyarakat yang baik, dan pemersatu bangsa indonesia
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa senantiasa mengkoordinir segala aktivitas kehidupan, tak terkecuali aktivitas ilmiah dan pengembangan teknologi yang tengah mewarnai kehidupan bangsa saat ini. tidak menjadi individu yang tertinggal. Namun yang patut diwaspadai yaitu penyalahgunaan teknologi secara sembarangan dan tidak bertanggungjawab untuk hal-hal yang negatif. Oleh karena itu dalam pengembangan dan penggunaannya tidak boleh lepas dan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengimplementasikan nilai pancasila :
- melalui dunia pendidikan
- penyuluhan / sosialisasi
- memperkenalkan nilai pancasila melalui media masa
Sebagai masyarakat Indonesia kita sebaiknya bijak menggunakan teknologi dan berusaha tidak terpengaruh oleh dampak negatif dari perkembangan IPTEK. Jadilah masyarakat yang cerdas yang dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal baik yang dapat berguna untuk diri sendiri, orang lain, lingkungan dan juga bangsa Indonesia.
Artikel 14b
Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
Ada tiga alasan yang menjadi landasan perlunya Pancasila ditelusuri secara ilmiah yakni: 1. Menteri Roeslan Abdulgani yang pada seminar Manipol di Bandung pada tanggal 28 Januari 1961 menyatakan bahwa Presiden Soekarno menghendaki penarikan ke atas (perumusan teori Pancasila, khususnya Filsafat Pancasila) dan penarikan ke bawah ajaran Pancasila (tingkat penjabaran dan pelaksanaannya, yang boleh disebut dengan sikap hidup). 2. Jawaban Presiden Soekarno dalam rapat DPA sebelum 28 Januari 1961 yang menegaskan bahwa Sosialisme Indonesia dan ajaran Pancasila bersifat ilmiah dan religius. Ilmiah dalam arti: 1) suatu ajaran ilmiah, yang bersifat khusus berlaku bagi waktu, tempat, keadaan, golongan manusia, atau bangsa tertentu; 2) lebih tinggi tingkatnya daripada itu ialah suatu teori ilmiah yang meliputi segala faktor tadi yang lebih luas; dan 3) tingkat yang lebih tinggi lagi ialah sistem kefilsafatan yang terluas dalam segala faktornya, sampai dapat mencapai tingkat dan luas yang abstrak, umum, dan universal. 3. Ketetapan MPRS no. II/MPRS/1960/ yang menentukan tentang pembangunan mental berdasarkan Pancasila yang menghendaki pula berfikir secara abstrak, secara ilmiah dan secara filsafati terhadap Pancasila. (Notonagoro, 1984: 30- 31)
Pancasila harus mengacu pada lima sila dalam Pancasila, termasuk mengenai kebenaran, yakni:
- Ketuhanan
- Kemanusiaan
- Persatuan
- Kerakyatan
- Keadilan
Teori Kebenaran Pancasila
1. Teori koherensi
Bagi teori kebenaran ini, pernyataan dianggap benar jika pernyataan bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
2. Teori korespondensi
Menurut teori korespondensi ini, satu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
3. Teori pragmatik
Menurut teori ini, nilai kebenaran proposisi diukur dengan kriteria apakah proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan praktis atau tidak.
Konsep Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu.
Pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman. Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua, bahwa setiap ilmu yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri. Ketiga, bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan ilmu di Indonesia, artinya mampu mengendalikan ilmu agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan ilmu harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu
Tanggapan saya terhadap hubungan antara nilai nilai pancasila dan iptek adalah Iptek dan nilai nilai pancasila haruslah saling berkaitan karena dengan adanya pengembangan iptek sesuai nilai nilai pancasila akan membuat negara menjadi selaras
( 2256031047 ) Paralel
Artikel 14a
Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi
Perkembangan IPTEK
IPTEK adalah suatu sumber yang dapat dikelola dan digunakan oleh seseorang dalam kehidupannya baik dari penemuan baru tentang suatu ilmu atau teknologi dan juga perkembangan dari ilmu dan teknologi itu sendiri. Iptek semulanya dibuat untuk menguntungkan dan mempermudah manusia, namun harus diiringi dengan cara yg tepat.
Beberapa contoh Dampak Perkembangan Iptek :
Positif
a. Menunjang kegiatan produksi, adanya perkambangan Iptek menciptakan mesin mesin canggih yg mempermudahkan kehidupan manusia
b. Variatifnya cara dalam berkomunikasi contohnya sekarang ada handphone yang membuat mudah walaupun adanya jarak
c. Memudahkannya mencari informasi seperti searching digoogle
Negatif
a. Membuat ketergantungan
b. Carding ataupun pembobolan kartu kredit
c. Mengandung unsur kekerasan bahkan pornografi
Pancasila sebagai dasar negara mempunyai nilai-nilai antara lain nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, dan Kerakyatan, serta Keadilan. Selain menjadi ideologi dasar pancasila juga dibuat sebagai petunjuk bagi masyarakat Indonesia untuk menjalani hidup. Kedudukan Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa ialah seperti menjadi sumber solusi masalah, membangun karakter masyarakat yang baik, dan pemersatu bangsa indonesia
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa senantiasa mengkoordinir segala aktivitas kehidupan, tak terkecuali aktivitas ilmiah dan pengembangan teknologi yang tengah mewarnai kehidupan bangsa saat ini. tidak menjadi individu yang tertinggal. Namun yang patut diwaspadai yaitu penyalahgunaan teknologi secara sembarangan dan tidak bertanggungjawab untuk hal-hal yang negatif. Oleh karena itu dalam pengembangan dan penggunaannya tidak boleh lepas dan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengimplementasikan nilai pancasila :
- melalui dunia pendidikan
- penyuluhan / sosialisasi
- memperkenalkan nilai pancasila melalui media masa
Sebagai masyarakat Indonesia kita sebaiknya bijak menggunakan teknologi dan berusaha tidak terpengaruh oleh dampak negatif dari perkembangan IPTEK. Jadilah masyarakat yang cerdas yang dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal baik yang dapat berguna untuk diri sendiri, orang lain, lingkungan dan juga bangsa Indonesia.
Artikel 14b
Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
Ada tiga alasan yang menjadi landasan perlunya Pancasila ditelusuri secara ilmiah yakni: 1. Menteri Roeslan Abdulgani yang pada seminar Manipol di Bandung pada tanggal 28 Januari 1961 menyatakan bahwa Presiden Soekarno menghendaki penarikan ke atas (perumusan teori Pancasila, khususnya Filsafat Pancasila) dan penarikan ke bawah ajaran Pancasila (tingkat penjabaran dan pelaksanaannya, yang boleh disebut dengan sikap hidup). 2. Jawaban Presiden Soekarno dalam rapat DPA sebelum 28 Januari 1961 yang menegaskan bahwa Sosialisme Indonesia dan ajaran Pancasila bersifat ilmiah dan religius. Ilmiah dalam arti: 1) suatu ajaran ilmiah, yang bersifat khusus berlaku bagi waktu, tempat, keadaan, golongan manusia, atau bangsa tertentu; 2) lebih tinggi tingkatnya daripada itu ialah suatu teori ilmiah yang meliputi segala faktor tadi yang lebih luas; dan 3) tingkat yang lebih tinggi lagi ialah sistem kefilsafatan yang terluas dalam segala faktornya, sampai dapat mencapai tingkat dan luas yang abstrak, umum, dan universal. 3. Ketetapan MPRS no. II/MPRS/1960/ yang menentukan tentang pembangunan mental berdasarkan Pancasila yang menghendaki pula berfikir secara abstrak, secara ilmiah dan secara filsafati terhadap Pancasila. (Notonagoro, 1984: 30- 31)
Pancasila harus mengacu pada lima sila dalam Pancasila, termasuk mengenai kebenaran, yakni:
- Ketuhanan
- Kemanusiaan
- Persatuan
- Kerakyatan
- Keadilan
Teori Kebenaran Pancasila
1. Teori koherensi
Bagi teori kebenaran ini, pernyataan dianggap benar jika pernyataan bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
2. Teori korespondensi
Menurut teori korespondensi ini, satu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
3. Teori pragmatik
Menurut teori ini, nilai kebenaran proposisi diukur dengan kriteria apakah proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan praktis atau tidak.
Konsep Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu.
Pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman. Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua, bahwa setiap ilmu yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri. Ketiga, bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan ilmu di Indonesia, artinya mampu mengendalikan ilmu agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan ilmu harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu
Tanggapan saya terhadap hubungan antara nilai nilai pancasila dan iptek adalah Iptek dan nilai nilai pancasila haruslah saling berkaitan karena dengan adanya pengembangan iptek sesuai nilai nilai pancasila akan membuat negara menjadi selaras