Kiriman dibuat oleh Villi Farah Almira

Nama : Villi Farah Almira
NPM : 2256031002
Kelas : Man B (Paralel)
Prodi : Ilmu Komunikasi

Menganalisis Jurnal

Jurnal ini mengungkapkan pentingnya pendidikan kewarganegaraan dan bela negara sebagai bentuk ekspresi cinta dan kesetiaan kepada negara. Tujuan dari pendidikan tersebut adalah agar masyarakat dapat memahami dan mengatasi masalah sosial yang terkait dengan bela negara. Dalam situasi pandemi COVID-19, langkah konkret yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan, membatasi aktivitas di luar rumah, dan tidak menyebarkan berita palsu guna mencegah penyebaran virus dan menjaga kesejahteraan bersama. Bekerja sama, saling membantu, dan peduli terhadap sesama bisa menjadi solusi untuk mengatasi berbagai masalah, termasuk dalam situasi pandemi.

Bela negara dapat diartikan sebagai kesiapan untuk berbakti, berkorban, dan melindungi negara sesuai dengan konsep yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kesadaran akan pentingnya bela negara melibatkan hubungan yang baik antara warga negara serta perlindungan terhadap ancaman nyata, bahkan jika itu melibatkan penggunaan senjata. Teks tersebut juga menjelaskan bahwa Bela Negara merupakan sikap dan perilaku yang didasarkan pada rasa cinta dan kesetiaan terhadap bangsa dan negara, serta partisipasi dalam upaya pembelaan negara yang diatur oleh undang-undang. Dasar hukum untuk Bela Negara diatur dalam Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 30 ayat 1 UUD 1945, serta Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pertahanan Negara. Analisis tersebut juga menunjukkan pentingnya kesadaran akan Bela Negara dalam menjaga keutuhan negara, menghadapi tantangan global, dan membangun kemajuan bangsa.

Kesadaran yang tinggi akan Bela Negara akan memperkuat negara dan mencegah munculnya masalah internal, dan juga berperan penting dalam menjaga ketahanan negara terhadap provokasi dan ancaman dari negara lain juga mencegah kehancuran negara akibat tidak adanya kesadaran untuk melakukan bela negara pada generasi saat ini. Mengenai situasi pandemi, tindakan membela negara dapat dilakukan dengan mematuhi aturan pemerintah dengan mencegah penyebaran virus, megikuti aturan seperti menjaga jarak, dan membantu orang lain seperti melakukan donor darah. Melakukan bela negara bukan berarti kita harus ikut perang melawan teroris atau ancaman bersenjata tetapi hal sederhana seperti mengikuti peraturan dan membantu orang lain dan menghormati sesama sudah termasuk ke dalam tindakan bela negara.
Nama : Villi Farah Almira
NPM : 2256031002
Kelas : Man B (Paralel)
Prodi : Ilmu Komunikasi


Menganalisis Video
Suatu negara memiliki ketahanan nasional dan hal ini berhubungan dengan kemampuan negara melindungi keamanan, kepentingan, serta keberlangsungan negara akan suatu ancaman, bisa dari dalam atau luar. Konsep ini berhubungan dengan banyak aspek, yaitu pertahanan militer, keamanan negeri, politik, ekonomi dan juga sosial, budaya.

Ketahanan nasional ada pada kemampuan suatu negara dalam melindungi kedaulatan, dan keutuhan wilayah, juga kepentingan nasional. Demi mencapai ketahanan nasional, sangat penting menjaga keseimbangan antara aspek pertahanan serta keamanan, pembangunan sosial dan ekonomi yang bersifat berkelanjutan dan juga adanya penghargaan akan HAM.

Dalam hal ancaman terhadap ketahanan nasional, terdapat ancaman dari dalam negeri, yaitu konflik yang ada di masyarakat, sifat separatisme, radikal, dan juga korupsi yang biasanya terjadi di pemerintahan, ada juga ancaman dari luar negeri seperti konflik perebutan wilayah, perang, pencurian informasi. Selain itu ada juga ancaman yang bersifat global, seperti berubahnya iklim, terjadinya bencana alam. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, maka perlu dilakukan suatu tindakan seperti pembangunan yang dapat menyejahterakan masyarakat, meningkatkan keamanan, dan menghukum dengan tegas para pejabat yang melakukan pelanggaran seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Nama : Villi Farah Almira
NPM : 2256031002
Kelas : Man B (Paralel)
Prodi : Ilmu Komunikasi

1.Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?

Artikel tersebut membahas tentang situasi pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia selama tahun 2019. meskipun ada beberapa kemajuan dalam hal perlindungan hak asasi manusia di Indonesia, namun masih banyak tantangan dan masalah yang belum teratasi.
Salah satu masalah yang dibahas dalam artikel tersebut adalah pelanggaran terhadap hak-hak buruh, termasuk buruh migran dan pekerja informal.
artikel tersebut menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa hak asasi manusia dihormati dan dilindungi di Indonesia. pentingnya pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam menangani masalah ini.

Hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah kesadaran yang lebih tinggi tentang masalah pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia.

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?

Demokrasi Indonesia dapat dipandang melalui lensa nilai-nilai budaya asli Indonesia seperti gotong royong, musyawarah untuk mencapai mufakat, dan penghormatan terhadap keberagaman. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa diatur dalam Pembukaan UUD 1945 dan penting bagi sebagian masyarakat Indonesia karena mencerminkan nilai-nilai agama dan kepercayaan yang melekat dalam budaya Indonesia. Namun, prinsip ini tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi lainnya seperti kedaulatan rakyat, supremasi hukum, dan hak asasi manusia.

3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?

Praktik demokrasi Indonesia telah mengalami kemajuan dalam pengakuan dan perlindungan hak asasi manusia, namun masih terdapat tantangan dan masalah dalam penegakan hukum yang adil dan transparan, korupsi, kebebasan pers dan media, serta pelanggaran hak asasi manusia. Diperlukan tindakan yang lebih kuat dan tegas dari pemerintah dan masyarakat untuk memastikan bahwa praktik demokrasi Indonesia sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia.

4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?

Pendapat saya hal ini sangat tidak etis dan tidak pantas, karena anggota parlemen seharusnya mewakili kepentingan rakyat dan bukan kepentingan politik mereka sendiri. Sikap seperti ini dapat merusak kepercayaan rakyat terhadap demokrasi dan dapat membahayakan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan tindakan yang tegas dan transparan dari pemerintah dan masyarakat untuk memastikan bahwa anggota parlemen bertindak sesuai dengan kepentingan rakyat dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi.

5. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?

Pendapat saya bahwa pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik dan menggerakan loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas merupakan praktek yang sangat tidak etis dan berbahaya. Hal ini dapat mengancam hak asasi manusia dan prinsip-prinsip demokrasi, karena dapat menghasilkan kebijakan dan tindakan yang tidak menghormati hak asasi manusia dan tidak didasarkan pada kesepakatan bersama yang demokratis. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang ketat dan transparan dari pemerintah dan masyarakat untuk memastikan bahwa kekuasaan kharismatik tidak disalahgunakan dan bahwa kebijakan dan tindakan didasarkan pada prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.