Kiriman dibuat oleh Della Julia Sari

Nama : Della Julia Sari
Npm : 2256031005
Kelas : Man A
prodi : ilmu komunikasi.

Bela negara adalah sikap dan tindakan warga negara dalam mempertahankan kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keamanan negara. Bela negara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab setiap warga negara. Setiap warga negara harus memiliki kesadaran akan pentingnya bela negara dan siap untuk berkontribusi secara aktif dalam mempertahankan negara dari ancaman dan gangguan baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Dalam bela negara, setiap warga negara dapat berkontribusi melalui berbagai cara, seperti dengan mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku, mengikuti wajib militer, membayar pajak, menjaga kebersihan lingkungan, serta membangun karakter dan moral yang baik. Dengan semangat bela negara yang kuat, diharapkan dapat tercipta masyarakat yang lebih solid dan memiliki rasa kebersamaan yang tinggi dalam membangun negara yang lebih baik dan lebih maju.

Komunikasi C genap 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh Della Julia Sari -
Nama: Della Julia Sari
Npm : 2256031005
Kelas: Man A (paralel)
Prodi : ilmu komunikasi

Ketahanan nasional adalah kemampuan suatu negara untuk mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan keamanan nasional dari ancaman dan gangguan baik dari dalam maupun dari luar negeri. Analisis ketahanan nasional melibatkan evaluasi terhadap berbagai aspek yang mempengaruhi kemampuan suatu negara untuk mengatasi ancaman dan gangguan yang mungkin terjadi.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam analisis ketahanan nasional antara lain:

Keamanan dalam negeri: Menganalisis tindakan yang dilakukan pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam negeri, termasuk upaya penanggulangan terorisme, kejahatan, dan konflik sosial.

Pertahanan militer: Menganalisis kemampuan militer suatu negara dalam menjaga kedaulatan dan integritas wilayah, termasuk kemampuan perang, pertahanan udara, dan pertahanan laut.

Ketersediaan sumber daya: Menganalisis ketersediaan dan kecukupan sumber daya alam, sumber daya manusia, teknologi, dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mempertahankan ketahanan nasional.

Kebijakan luar negeri: Menganalisis kebijakan luar negeri suatu negara dalam menjaga hubungan dengan negara lain, termasuk diplomasi, kerjasama ekonomi, dan penanganan konflik internasional.

Ancaman keamanan: Menganalisis jenis-jenis ancaman yang mungkin terjadi, seperti ancaman militer, terorisme, cybercrime, dan bencana alam, serta upaya pemerintah dalam mengatasi dan mencegah ancaman tersebut.

Kebijakan ekonomi: Menganalisis kebijakan ekonomi suatu negara dalam mempertahankan stabilitas ekonomi dan kemandirian ekonomi nasional.

Kebijakan sosial: Menganalisis kebijakan sosial suatu negara dalam memperkuat identitas nasional, membangun solidaritas sosial, dan mengatasi masalah-masalah sosial yang dapat mengancam ketahanan nasional.

Analisis ketahanan nasional harus dilakukan secara terus-menerus dan berkala untuk mengidentifikasi kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki dan potensi-potensi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanannasional. Dengan demikian, pemerintah dapat mengambil tindakan yang tepat dan efektif dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman yang mungkin terjadi di masa depan.
Nama: Della Julia Sari
NPM: 2256031005
Kelas: Paralel (Man A)
Prodi: Ilmu Komunikasi

Analisis Soal.
1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban:
Artikel tersebut membahas mengenai HAM yang masih belum terimplementasi secara baik yautu dimana masih ada berapa lembaga yang mencatat bahwa kinerja HAM yang ada di Indonesia masih buruk pada tahun 2019. Komnas HAM juga mencatat masih banyak upaya yang harus dilakukan pemerintah terutama soal pelanggaran HAM dan penanganan konflik SDA. Namun sisi positif yang bisa diambil yaitu kita jadi lebih paham lagi bahwa HAM memiliki ini bertujuan agar semua orang dapat bersuara dan berhak untuk mendaptkan martabat.

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berkeTuhanan yang Maha Esa?
Jawaban:
Menurut saya hal tersebut dapat membangun karakteristik tersendiri yang dimana akan berdampak pada perubahan terhadap masyarakat yang saat ini semakin lupa akan nilai-nilai luhur bangsa,adat istiadat serta norma yang telah diwariskan. Sedangkan untuk prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan yang Maha Esa itu sangat perlu diterapkan agar perilaku dalam penyelenggaraan yang ada di Indonesia biasa taat akan asas,konsisten serta sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada pada dasar Ketuhanan Yang Maha Esa

3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawaban:
Menurut saya masih belum sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945, karena seperti yang kita lihat masih banyak aksi dari oknum-oknum yang melanggar seperti halnya saat pemilu, banyak yang melakukan praktik dengan memberi uang kepada masyarakat dengan maksud agar mereka memilihnya. Dan juga praktik demokrasi yang ada di Indonesia masih belum menjunjung tinggi nilai HAM karena belum terimplementasikan secara maksimal.

4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawaban:
Menurut saya karena mereka memiliki hak dalam menyampaikan aspirasi mereka terhadap parlemen. Namun, seringkali pendapat kepentingan kelompok mereka ini pribadi sulit untuk didengar ataupun diterima oleh karena itu mereka menyalahgunakan hak mereka dengan mengatasnamakan "kepentingan rakyat" agar pendapat mereka akan jauh lebih di pertimbangkan ataupun didengan. Seperti yang kita ketahui Indonesia adalah negara demokrasi, dimana kedaulatan berada di tangan rakyat. Tetapi hal tersebut disalahgunakan,karena tidak semua agenda politik berkaitan dengan kepentingan rakyat.

5. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawaban:
Di zaman sekarang ini banyak sekali individu yang kurang akan pemahaman tentang agama dan mereka juga gampang percaya penuh pada tokoh agama,karena merasa tokoh tersebut dapat menarik mereka secara emosional, begitu pula dengan tokoh tradisi. Mereka mudah dibodohi tokoh agama yang mereka percayai ini, padahal tokoh agama ini belum tentu benar. Selain itu juga, pemahaman rakyat mengenai Ideologi Pancasila masih sangat lemah. Karena rakyat yang gampang percaya penuh pada tokoh agama dan tradisi serta kurangnya pemahaman mengenai dasar Negara, maka hal tersebut menjadi celah tokoh politik untuk mengerahkan masyarakat guna mencapai tujuan mereka. Tokoh politik juga mengiming-imingi tokoh agama dan tokoh tradisi dengan hadiah tertentu ( sebagai tumbal ),dengan syarat mereka harus menyebarkan kepentingan politik tertentu dalam ajaran mereka.