Merta Fairuz Fadia_2216031026_Reg B
Notonagoro menjelaskan mengenai nilai-nilai Pancasila, dengan membaginya ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu : nilai materiil yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia, nilai vital yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas, nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia
Globalisasi sangat mempengaruhi kondisi kehidupan yang seolah-olah tanpa batas, sehingga kehidupan manusia berubah. Terutama dalam hal media massa yang dengan mudah membuat opini publik dan komunikasi massa sebagai kecenderungan masyarakat modern pada akhirnya dapat menciptakan persepsi publik berupa personal kultur masyarakat dan mengubah nilai-nilai arah kehidupan sampai dengan struktur sosial dan lembaga-lembaga dalam masyarakat.
Notonegoro mengemukakan Penyebab bahwa apabila pelanggaran moral Pancasila itu terus-menerus dilakukan oleh banyak orang akan merusak derajat hidup seluruhnya, tidak hanya moral tetapi juga kultural, religius, sosial ekonomi, dan akan membawa keburukan bagi bangsa, rakyat, dan negara.
Untuk mencegah hal tersebut setiap pelanggar moral Pancasila, penyebar berita hoax dan pencemaran nama baik akan dikenakan sanksi dan denda. Namun Media massa di Indonesia belum sampai pada keadaan yang dapat membuat masyarakat mengubah moral untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, hal demikian tercermin pada pudarnya jiwa patriotik, berkembangnya manusia individual-liberalistik, masih tertanamnya kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan bangsa dan negara.
Notonagoro menjelaskan mengenai nilai-nilai Pancasila, dengan membaginya ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu : nilai materiil yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia, nilai vital yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas, nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia
Globalisasi sangat mempengaruhi kondisi kehidupan yang seolah-olah tanpa batas, sehingga kehidupan manusia berubah. Terutama dalam hal media massa yang dengan mudah membuat opini publik dan komunikasi massa sebagai kecenderungan masyarakat modern pada akhirnya dapat menciptakan persepsi publik berupa personal kultur masyarakat dan mengubah nilai-nilai arah kehidupan sampai dengan struktur sosial dan lembaga-lembaga dalam masyarakat.
Notonegoro mengemukakan Penyebab bahwa apabila pelanggaran moral Pancasila itu terus-menerus dilakukan oleh banyak orang akan merusak derajat hidup seluruhnya, tidak hanya moral tetapi juga kultural, religius, sosial ekonomi, dan akan membawa keburukan bagi bangsa, rakyat, dan negara.
Untuk mencegah hal tersebut setiap pelanggar moral Pancasila, penyebar berita hoax dan pencemaran nama baik akan dikenakan sanksi dan denda. Namun Media massa di Indonesia belum sampai pada keadaan yang dapat membuat masyarakat mengubah moral untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, hal demikian tercermin pada pudarnya jiwa patriotik, berkembangnya manusia individual-liberalistik, masih tertanamnya kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan bangsa dan negara.