Posts made by Niken Zalfa Annisa

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Niken Zalfa Annisa -
Niken Zalfa Annisa (2216031090) Reguler B

A. JUDUL PENELITIAN
Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Jurnal Penelitian Cakrawala: Jurnal Pendidikan Volume 12, Nomor 1
Peneliti: Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, Mohamad Khamim
Tahun Penelitian: 2018

B. PENDAHULUAN
Peneliti menyampaikan bahwa di era globalisasi, banyak aspek-aspek yang mengalami perkembangan yang signifikan. Perkembangan yang terjadi tentunya membawa suatu kemajuan bagi segala aspek yang mendapat dampak adanya globalisasi. Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Proses globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi,sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa pengaruh dari mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi IPTEK. Pada penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif verifikatif. Subjek penelitian ini dengan pengambilan sampel dari mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 103 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proporsional cluster random sampling, dalam hal ini tiap kelas diambil 70% sehingga jumlah mahasiswa yang dijadikan sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang. Data berupa kuesioner diuji menggunakan analisis deskriptif dan regresi, dan sebelumnya data ini diuji terlebih dahulu validitas dan reliabilitas nya menggunakan pearson product moment.
Melalui penelitian ini, peneliti menemukan hal menarik diera zaman yang begitu canggih, dengan cepatnya akses dalam kehidupan kita yang membawa suatu kemajuan bagi segala aspek yang mendapatkan dampaknya. Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAAN
Terdapat beberapa temuan dalam hal ini mengenai mata kuliah pendidikan pancasila merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-maslah pembangunan bangsa dan Negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideology dan dasar Negara Republik Indonesia. Dalam pelaksanaannya Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi memunyai dasar-dasar, yaitu (Kemendikbud, 2013):
(1) Dasar Filosofis; Ketika Republik Indonesia diproklamasikan pasca Perang Dunia kedua, dunia dicekam oleh pertentangan ideologi kapitalisme dengan ideologi komunisme. Kapitalisme berakar pada faham individualisme yang menjunjung tinggi kebebasan dan hak-hak individu; sementara komunisme berakar pada faham sosialisme atau kolektivisme yang lebih mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan individual. Kedua aliran ideologi ini melahirkan sistem kenegaraan yang berbeda. Pertentangan ideologi ini telah menimbulkan ‘perang dingin’ yang dampaknya terasa di seluruh dunia. Namun para pendiri negara Republik Indonesia mampu melepaskan diri dari tarikan-tarikan dua kutub ideologi dunia tersebut, dengan merumuskan pandangan dasar (philosophische grondslag) pada sebuah konsep filosofis yang bernama Pancasila,
(2) Dasar Sosiologis; Kebhinekaan atau pluralitas masyarakat bangsa Indonesia yang tinggi, dimana agama, ras, etnik, bahasa, tradisibudaya penuh perbedaan, menyebabkan ideologi Pancasila bisa diterima sebagai ideologi pemersatu. Data sejarah menunjukan bahwa setiap kali ada upaya perpecahan atau pemberontakan oleh beberapa kelompok masyarakat, maka nilai-nilai Pancasilalah yang dikedepankan sebagai solusi untuk menyatukan kembali. Bangsa Indonesia yang plural secara sosiologis membutuhkan ideologi pemersatu Pancasila. Oleh karena itu nilainilai Pancasila perlu dilestarikan dari generasi ke generasi untuk menjaga keutuhan masyarakat bangsa. Pelestarian nilai-nilai Pancasila dilakukan khususnya lewat proses pendidikan formal, karena lewat pendidikan berbagai butir nilai Pancasila tersebut dapat disemaikan dan dikembangkan secara terencana dan terpadu,
(3) Dasar Yuridis; Pancasila sebagai norma dasar negara dan dasar negara Republik Indonesia yang berlaku adalah Pancasila yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Pembukaan UUD NRI Tahun 1945) junctis Keputusan Presiden RI Nomor 150 Tahun 1959 mengenai Dekrit Presiden RI/Panglima Tertinggi Angkatan Perang Tentang Kembali Kepada Undang-Undang Dasar NNegara Republik Indonesia Tahun 1945. Naskah Pembukaan UUD NRI 1945 yang berlaku adalah Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 yang disahkan/ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945.
Sila-sila Pancasila yang tertuang dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 secara filosofis-sosiologis berkedudukan sebagai Norma Dasar Indonesia dan dalam konteks politis-yuridis sebagai Dasar Negara Indonesia. Konsekuensi dari Pancasila tercantum dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, secara yuridis konstitusional mempunyai kekuatan hukum yang sah, kekuatan hukum berlaku, dan kekuatan hukum mengikat. Dengan penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi, diharapkan dapat tercipta wahana pembelajaran bagi para mahasiswa untuk secara akademik mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-masalah pembangunan bangsa dan negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Republik Indonesia.
Berdasarkan Intrumen, dan Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini data yang digunakan dikumpulkan dengan alat yaitu kuesioner. Dalam penelitian ini skala yang digunakan dalam menyusun daftar pertanyaan adalah skala likert. Responden diminta untuk memilih salah satu jawaban dari beberapa alternatif jawaban yang disediakan. Hasil yang didapatkan peneliti adalah penelitian ini membuktikan bahwa secara umum responden dalam penelitian ini mempunyai pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Hal tersebut dapat dilihat pada indikatornya hasil kuisioner dengan skor di atas 80. Menurut responden mahasiswa perlu memiliki sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari, perlu mempunyai toleransi yang tinggi akan adanya perbedaan ras dan agama dan perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang pendidikan Pancasila. Untuk itu Pendidikan Pancasila penting dalam kehidupan bermasyarakat dan harus ditetapkan sejak dini.
Adapun secara ringkas hasil dalam penelitian ini adalah Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-maslah pembangunan bangsa dan Negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar Negara Republik Indonesia.

SUMBER:
Hartati Mursyidah Dwi, Ponoharjo, Mohamad Khamim. 2018. Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Jurnal Penelitian Cakrawala: Jurnal Pendidikan Volume 12, Nomor 1

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Diskusi 2

by Niken Zalfa Annisa -
Niken Zalfa Annisa (2216031090) Reguler B

Menurut saya manfaat kemajuan teknologi bagi perkembangan ekonomi di Indonesia sangat banyak. Contohnya saja saat kita menjalani pandemic Covid-19 kita diharuskan tetap dirumah saja, dengan adanya kemajuan teknologi memudahkan kita dalam melakukan jual beli online dengan aplikasi. Selain itu proses distribusipun menjadi lebih cepat dengan sarana dan prasarana transportasi yang terus berkembang. Dengan adanya perkembangan teknologi juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan seperti admin online shop, konten creator, ojek online dan lain-lain hal ini untuk menunjang kegiatan ekonomi dalam sisi pelayanan atau penjualan.

Menurut saya kemajuan teknologi bagi perkembangan ekonomi di Indonesia sudah sesuai dengan sila kelima mengenai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini karena saya sendiri sebagai rakyat biasa dengan mudah dapat menjual barang secara online melalui sosial media Instagram. Tidak ada pembedaan bagi rakyat biasa atau tidak semua bisa dengan mudah berjualan. Dengan adanya kemajuan teknologi yang canggih ini dapat membantu dalam perkembangan ekonomi ini.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> forum Diskusi 1

by Niken Zalfa Annisa -
Niken Zalfa Annisa (2216031090) Reguler B

Menurut saya dengan adanya kemajuan teknologi yang sangat canggih dan cepat ini kita harus seimbangi dengan Pendidikan Pancasila yang kita dapatkan disekolah. Peran dari Pendidikan Pancasila dengan kemajuan teknologi sendiri memiliki fungsinya. Kita mengerti apa itu Pancasila yang sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, hal ini berarti dengan memanfaatkan kemajuan teknologi kita harus menerapkan nilai Pancasila jangan bertentangan dengan nilainilai yang terkandung dalam Pancasila. Setiap IPTEK yang dikembangkan di negara Indonesia ini harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan IPTEK itu sendiri. Dengan adanya Pendidikan Pancasila kita dapat menerapkan sebagai peringatan normatif untuk pengembangan IPTEK Indonesia, maksudnya kita dapat mengendalikan IPTEK supaya tidak keluar dari cara berpikir serta cara bertindak. Dengan kemajuan teknologi kita harus tetap berakar dari budaya dan ideologi bangsa sendiri.

Pendidikan Pancasila sangat penting sebagai dasar pengembangan ilmu yaitu: Pertama, pluralitas nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia ini seiring dengan kemajuan IPTEK menimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Kedua, dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan IPTEK terhadap lingkungan hidup berada dalam titik nadir yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Ketiga, perkembangan IPTEK yang didominasi negara-negara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan bangsa Indonesia, seperti spiritualitas, gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan. Oleh karena itu, diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring dan menangkal pengaruh nilai-nilai global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

CONTOH
Kita harus bijak dalam menggunakan sosial media seperti saat kita akan memposting sesuatu
di sosial media perlu diperhatikan batasan-batasan yang tidak melanggar atau melenceng dari ajaran Pancasila seperti postingan yang mengandung isu SARA yang dapat memperkeruh kondisi Negara. Selain itu dalam mengomentari postingan orang lain kita harus menjaga tutur bahasa kita agar tidak menyinggung perasaannya. Dengan adanya kemajuan teknologi yang canggih ini kitapun harus pintar-pintar menerima atau menyebarkan informasi yang sudah jelas kebenarannya agar kita terhindar dari berita bohong (HOAX).

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video

by Niken Zalfa Annisa -
Niken Zalfa Annisa (2216031090) Reguler B

Pada vidio yang berjudul “PANCASILA DAN IPTEK” menjelaskan hubungan pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK . IPTEK adalah karya yang di hasilkan oleh manusia, yang dipergunakan untuk membantu manusia dikehidupan sehari-hari. IPTEK memberikan banyak manfaat bagi manusia, IPTEK juga memberikan dampak positif dan negatif, tetapi hal tersebut terjadi tergantung bagaimana cara kita memanfaatkannya. Pancasila merupakan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan IPTEK.

Adapun sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etila dalam perkembangan IPTEK :

1.Sila Ketuhanan Yang Maha Esa : dalam sila ini menjelaskan bahwa dalam mengkomplementasika IPTEK harus memiliki keseimbangan antara rasional dan irasional,antara akal dan kehendak.
2.Sila Kemanusiaan Yang adil Dan Beradab : dalam sila ini menjelaskan bahwa manusia dalam perkembangan IPTEK harus memiliki sikap beradab dan bermoral.
3.Sila Persatuan Indonesia : dalam sila ini berkaitan dengan rasa nasionalisme.
4.Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan : dalam sila ini menjelaskan bahwa dalam mendasari pengembangan IPTEK harus secara demokratis,setiap ilmuan memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK dan saling menghormati satu sama lain.
5.Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia : dalam sila ini menjelaskan bahwa dalam mengkomplementasikan IPTEK harus menjaga keseimbangan dan keadilan.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal

by Niken Zalfa Annisa -
Niken Zalfa Annisa (2216031090) Reg B

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan
nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

Jawab :
Nilai- nilai etika yang terkandung dalam Pancasila sendiri yaitu
Sila pertama yaitu sila ketuhanan yang mengandung dimensi moral berupa nilai
spiritualitas yang mendekatkan diri kepada sang pencipta (Tuhan Yang Maha Esa)
Sila kedua yaitu sila kemanusiaan yang mengandung dimensi humanus yang artinya
menjadikan manusia yang manusiawi yaitu meningkatkan kualitas kemanusiaan
didalam pergaulan sesame
Sila ketiga yaitu sila kesatuan yang mengandung dimensi nilai solidaritas, rasa
kebersamaan, dan cinta tanah air
Sila keempat yaitu sila kerakyatan yang mengandung nilai sikap menghargai atau mau
mendengar pendapat orang lain
Sila kelima yaitu sila keadilan yang mengandung dimensi nilai peduli atas nasib orang
lain, kesedihan, dan membantu orang lain
Dalam kasus ini menurut analisis saya sistem etika pada perilaku politi pada saat ini
belum sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila. Hal ini karena pada
kenyataannya sistem politik saat ini tidak memiliki independensi baik struktural
maupun sikap sehingga menyebabkan mudahnya terperangkap pada jurang
penyalahgunaan dan penyimpangan jabatan yang melahirkan budaya korupsi
dilingkaran persetan pemerintahan baik pusat maupun daerah. Hal ini pun tidak
memperlakukan pelayanan secara adil dan merata tentu menguntungkan para pengguna
pelayanan dengan identitas tertentu yang mencerminkan konstelasi politik, tentu hal ini
menghasilkan ketidak percayaan publik pada jajaran birokrasi dan pemerintah.
Contohnya saja kasus besar mengenai Alm. Brigadir Nopriansyah Joshua Hutabarat
yang sampai saat ini belum menemukan titik terang yang mengakibatkan banyak
masyarakat cemas akibat hokum dinegara ini.
Etika dalam Pancasila pada sila pertama sendiri yaitu sila ketuhanan yang mengandung
dimensi moral berupa nilai spiritualitas yang mendekatkan diri kepada sang pencipta
(Tuhan Yang Maha Esa), sedangkan sistem etika perilaku politik saat ini tidak
mengedepankan nilai Integrity, seyogyanya pemerintah dan jajaran birokrasi
mengedepankan prinsip integritas yang tersubprinsip pada indak jujur,keadilan,
ketepatan dan kecepatan pelayanan bukan malah sebaliknya, masalah ini menghasikan
birokrasi yang koruptif dan tidak kredibel.
Etika dalam Pancasila pada sila keempat dan sila kelima yaitu Sila keempat sila
mengenai kerakyatan yang mengandung nilai sikap menghargai atau mau mendengar
pendapat orang lain dan Sila kelima yaitu sila keadilan yang mengandung dimensi nilai
peduli atas nasib orang lain, kesedihan, dan membantu orang lain. Adanya nilai etika
dalam Pancasila ini tidak mencerminkan pada sistem etika politik saat ini yaitu
urangnya menerapkan prinsip ekuitas, akurasi, ketekunan, dan pelayanan prima yang
menjadi ciri dari bentuk profesionalitas. Hal ini juga tidak efisien dalam
membelanjakan anggaran publik, dalam banyak kasus pemborosan menjadi bagian dari
motivasi kerja mereka untuk melakukan perjalanan dinas, manipulasi bukti belanja dan
modus lainnya untuk memperoleh keuntungan pribadi, seharusnya dalam menyusun
program kerja harus ekstra hati-hati untuk menghasilkan kerja yang efisien,
berkelanjutan, berintegritas, modern, dan dapat dipertanggungjawabkan. ketidak
pahaman dan ketidaksadaran diri jajaran birokrasi untuk melayani kepentingan
masyarakat, indikator pelayanan publik seakan tidak diindahkan, ketepatan pelayanan,
kecepatan dan waktu pelayanan seringkali menjadi kendala dan menghasilkan
pelayanan yang tidak memuaskan.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika,
pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk).
Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu?
Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia?
Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!
Jawab:
Etika yang terjadi saat ini pasti kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Memberi salam
senyum saat bertemu orang dijalan sendiri sudah bagian dari etika, salim tangan kepada
orang yang lebih tuapun itu etika. Etika baik dan buruk marak terjadi dalam kehidupan
sehari – hari. Contoh perilaku etika pada generasi muda saat ini dilingkungan tempat
tinggal sayapun bermacam-macam. Contohnya saja teman saya, saat saya berkunjung
kerumahnya saya memperhatikan perilaku yang dia lakukan. Pulang dari sekolah
sewaktu SMA dulu saya bermain kerumah teman saya, sat memasuki rumah teman saya
tidak mengucapkan salam terlebih dahulu padahal etika yang baik seharusnya kita
memberi salam sebelum masuk kedalam rumah. Teman saya juga sering mengambil
uang orang tuanya diam-diam, hal ini mungkin terdengar wajar karena uang orang tua
seperti uang milik kita juga dan ya walaupun nilai nominalnya sedikit. Akan tetapi
perilaku ini jika dibiasakan dapat membentuk pribadi yang buruk untuk kedepannya.
Sikap ini dapat menimbulkan efek yang memiliki nilai kecanduan yang bisa
mengakibatkan keinginan terum-menerus. Dalam hal inilah seperti halnya seperti
korupsi dengan ruang lingkup kecil.
Solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi sebaiknya kita dari kecil
sudah ditanamkan nilai etika yang baik. Peran orang tua sangat penting bagi anaknya,
dengan adanya peran orang tua sejak kecil akan menumbuhkan nilai moral dan etika
dalam diri. Yang kedua mendapatkan Pendidikan karakter dalam sekolah sangat
penting. Pendidikan karakter dizaman saat ini berpengaruh untuk memupuk diri mana
yang sebaiknya dilakukan dan man yang tidak boleh dilakukan. Selain peran orang tua
dan juga Pendidikan, meningkatkan nilai agama juga sangat penting. Nilai agama
sangat penting dilakukan pada anak usia dini dimana dalam agama terdapat nilai moral
bagi manusia sehingga pada saat remaja akan mencegah adanya dekadensi moral