Niken Zalfa Annisa (2216031090) Reguler B
A. JUDUL PENELITIAN
Tantangan Dan Penguatan Ideologi Pancasila Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0
Jurnal Penelitian: Journal of Digital Education, Communication, and Arts Article History Vol. 2, No. 2
Peneliti: Nurul Fadilah
Tahun Penelitian: 2019
B. PENDAHULUAN
Peneliti menyampaikan bahwa di zaman yang penuh dengan persaingan ini, makna dan nilai-nilai Pancasila harus tetap diamalkan dalam kehidupan kita, agar keberadaannya tidak hanya dijadikan sebagai simbol semata. Pancasila dalam sejarah perumusannya melalui proses yang sangat panjang oleh para pendiri negara ini. Pengorbanan tersebut akan sia-sia apabila kita tidak menjalankan amanat para pendiri negara yaitu pancasila yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke-4.
Pancasila diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman hidup bagi kehidupan manusia, baik itu dalam lingkungan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga dalam berprilaku dan bersosialisasi antar sesama manusia, baik dalam kenidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus dilandasi oleh Pancasila yang dijadikan landasan dalam berprilaku. Pancasila juga dijadikan sebagai pedoman dalam berbagai bidang kehidupan, baik itu bidang ekonomi, sosial, budaya dan bidang-bidang lainnya. Sehingga segala sesuatu yang dilakukan diharapkan tidak melenceng dari aturan yang telah ditetapkan sesuai dengan Pancasila. Dengan demikian, apa yang diharapkan dan dicita-citakan oleh bangsa Indonesia dapat terlaksana dengan baik. Salah satu dimensi gerakan pembudayaan, yang juga berarti pengamalannya dalam kehidupan nyata, adalah pengembangan pemikiran tentang nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 yang relevan dengan kebutuhan perkembangan masyarakat dan tuntutan perubahan zaman, tetapi tetap berada dalam kerangka paradigma atau kandungan hakekatnya yang sesungguhnya. Sejalan dengan itu pengembangan pemikiran itu bukanlah dimaksudkan untuk merubah atau merevisi, apalagi menggantinya. Justru yang ingin dicapai adalah untuk memperkuat, mempermantap dan mengembangkan penghayatan, pembudayaan dan pengamalannya dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Melalui pengembangan pemikiran tantang Pancasila dan UUD 1945 seperti itu diharapkan bangsa kita akan dapat melahirkan dan mengembangkan gagasan, konsep-konsep dan bahkan teori-teori baru dalam berbagai bidang kehidupannya yang bersumber dari ideologi dan konstitusi bersama, serta pada waktu yang sama berhasil pula menguatkan relevansinya dengan realita perkembangan masyarakat dan tuntutan perubahan zaman Perjalanan sejarah Pancasila sebagai Ideologi sering diterpa banyak sekali peristiwa salah satu sejarah yang kelam terjadi dalam Gerakan 30 S 1965 yang dianggap sebagai pembuktian bahwa Pancasila tidak mudah untuk hilang di negeri Indonesia, sehingga pada tanggal 1 Oktober di peringati sebagai hari kesaktian Pancasila.
Selain dari peristiwa itu pada masa reformasi Pancasila dianggap sebuah alat politik yang digunakan pada masa orde baru sehingga pada masa reformasi kata Pancasila dianggap sebagai alat kekuasaan. Tetapi lambat laun peristiwaperistiwa yang telah dilalui dalam catatan sejarah bangsa Indonesia ditepis dengan mantap oleh Ideologi Pancasila dengan ditandainya Ideologi Pancasila tetap bertahan sebagai satu-satunya ideologi yang digunakan oleh Negara Indonesia.Ideologi Pancasila merupakan ideologi terbuka sehingga ideologi Pancasila sangat terbuka, dinamis, serta dapat menyesuaikan perkembangan zaman yang terjadi di dalam maupun di luar negeri, baik dari segi perubahan sosial maupun dalam bentuk perubahan atau dikenal dengan revolusi .
Revolusi merupakan sebuah perubahan pradigma mengenai sistem perekonomian. Revolusi pertama kali dalam catatan sejarah terjadi di tanah Inggris yang lebih dikenal dengan revolusi industri 1.0 yang terjadi antara 1800-1900, Revolusi industri 2.0 merupakan kelanjutan yang tidak terpisahkan dari revolusi industri 1.0 yang terjadi di Inggris, revolusi ini berbasis kepada pengertahuan dan teknologi yang terjadi disekitaran tahun 1900-1960, Revolusi 3.0 ini disebabkan munculnya teknologi informasi dan elektronik yang masuk kedalam dunia persitiwa ini terjadi antara 1960-2010. Pada saat sekarang ini revolusi 4.0 ditandai dengan adanya konektivitas manusia, data, dan mesin dalam bentuk virtual atau yang lebih dikenal dengan cyber physical. (Kusnandar, 2019: 2-4). Potensi Pancasila kehilangan eksistensi sebagai ideologi di gelombang revolusi industri 4.0 bisa saja terjadi apabila pemerintah selaku penyelenggara negara dan masyarakat pada umumnya tidak bekerja sama untuk saling menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila bagi kehidupan bersama dimasa yang akan datang. Diharapkan kedepan, pemerintah Indonesia dapat membuat suatu kebijakan yang mencerminkan nilai Pancasila dan Konstitusi untuk mengatur persoalan menyangkut penemuan dan perkembangan sains serta teknologi di Indonesia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tantangan Ideologi Pancasila menghadapi revolosi 4.0. Pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan library riset (Studi Kepustakaan). Dengan cara mengumpulkan bahan-bahan kepustakaan, membaca dan mencatat serta menganalisis segala sesuatu yang bersesuaian dengan tema yang akan diangkat. Keseluruhan data harus sesuai dengan tema penelitian yang sudah ditentukan sehingga ketika sudah terkumpul akan dilakukan sebuah analisis data, sehingga menghasilkan sebuah penelitan yang diharapkan oleh peneliti.
Melalui penelitian ini saya menemukan hal menarik bahwa di zaman yang penuh dengan persaingan ini, makna dan nilai-nilai Pancasila harus tetap diamalkan dalam kehidupan kita, agar keberadaannya tidak hanya dijadikan sebagai simbol semata. Pancasila dalam sejarah perumusannya melalui proses yang sangat panjang oleh para pendiri negara ini. Pancasila diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman hidup bagi kehidupan manusia, baik itu dalam lingkungan masyarakat, berbangsa dan bernegara.
C. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAAN
Terdapat beberapa temuan dalam hal ini mengenai Ideologi Pancasila seharusnya menjadi sebuah garis pandangan bagi setiap warganegaranya menghadapi fenomea yang terjadi baik dari luar maupun dalam negeri. Dalam membumikan Pancasila 5 pokok yang menjadi tantangan menurut Anggota BPIP Romo, 2019 yaitu
1. Pemahaman pancasila,
2. Eksklusivisme sosial yang terkait derasnya arus globalisasi sehingga mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas, dan menguatnya gejala polarisasi dan frgamentasi sosial yang berbasis sara,
3. Kesenjangan social,
4. Pelembagaan pancasila di mana lemahnya institusionalisasi nilai-nilai pancasila dalam kelembagaan politik, ekonomi dan budaya serta masih lemahnya wawasan ideologi pancasila di kalangan penyelenggara negara,
5. Keteladanan pancasila.
Keseluruhan ini merupakan pokok yang harus dimiliki warganegara maupun penyelenggara Negara dalam menghadapi revolusi 4.0. Dengan adanya revolusi industri 4.0 sehingga tantangan ideologi Pancasila semakin kompleks dalam mengikuti perkembangan zaman tantangan tidak hanya datang dari ideologi liberalisme, komunisme, individualisme, atheisme, kapitalisme, dalam kehidupan sosial; narkoba, terorisme, dan korupis serta kebudayaan global. Tetapi tantangan ideologi Pancasila juga datang dari segi ekonomi. Sedikit kita telisik berkaitan pelanggaran terhadap sila-sila Pancasila.
Sila pertama "KeTuhanan yang Maha Esa". Masih adanya gerakan radikal kelompok tertentu yang mengatasnamakan agama, perusakan tempat ibadah dan fanatisme yang sifatnya anarkis.
Sila kedua "Kemanusian yang adil dan beradab". Masih banyaknya kasus human trafficking, memperkerjakan anak di bawah umur, dan keadilan dalam bidang ekonomi parsialitas dalam marginalisasi status sosial ekonomi masyarakat.
Sila ketiga "PersatuanIndonesia". Masih terlihat adanya penyimpangan sepert imenganggap suku lain lebih baik dari suku lainnya, perang antarsuku dan adanya gerakan organisasi sparatis.
Sila keempat "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam permusyawatan". Hal ini juga masih terlihat masih rendahnya kedewasaan demokrasi, diantaranya adalah politik promodial, money politic, isu putra daerah dan sebagainya.
Sila kelima "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia". Masih terlihat nyata disparitas pendapatan sosial ekonomi masyarakat bawah, masih rendahnya aksestabilitas permodalan, pengangguran dan kemiskinan. (Lakian, 2018)
Pergeseran nilai-nilai pancasila tidak hanya dipandang dari perubahan social politik, tetapi juga pergeseran pancasila juga bisa disebabkan oleh faktor ekonomi yang semakin maju melalui sebuah revolusi. Revolusi yang sudah berlalu seperti revolusi industri 2.0 dan 3.0 sudah dilalui oleh Ideologi Pancasila sekarang Ideologi Pancasila menghadapi tantangan baru yaitu revolusi industri 4.0. Dengan hadirnya revolusi Industri 4.0 memberikan suatu tantangan baru dalam pengembangan ideologi Pancasila disebabkan Pancasila harus menjalankan fungsinya sebagai ideologi terbuka, dinamis dan aktual. Banyak tantangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi, Pancasila telah membuktikan bahwa Pancasila bukan merupakan milik golongan tertentu atau representasi dari suku tertentu.
Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa betapa pentingnya peranan ilmu pengetahuan dalam mengembangkan konsep dan teori ideal-normatif yang bersumber dari nilai-nilai dasar suatu ideologi sehingga memperjelas makna yang sesungguhnya, dari ideologi itu dari satu generasi ke generasi berikutnya, dari masa ke masa. Di pihak lain ilmu pengetahuan berperan penting pula dalam mengembangkan teori dan konsep aktual-empiris yang digali dari realita perkembangan masyarakat dari waktu-ke waktu, yang dapat dipakai oleh masyarakat tersebut untuk memahami secara kritis kondisi dirinya yang sesungguhnya. Kebijakan atau regulasi ini dibuat sedemikian rupa untuk mengarahkan proyek-proyek revolusi industri 4.0 agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai ideologi Pancasila. Disamping itu, penguatan pendidikan Pancasila perlu dilakukan terhadap generasi-generasi milenial saat ini melalui institusi-insitusi pendidikan yang ada di Indonesia, dengan menjadikan Pancasila sebagai ilmu, disamping sebagai ideologi. Sebab, Pancasila memiliki nilai-nilai profetik yang relevan untuk dipelajari dan dikaji oleh generasi milenial untuk menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0 di masa yang akan datang.
Adapun secara ringkas hasil dalam penelitian ini adalah tantangan dan penguatan ideologi Pancasila dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ialah:
1. Membumikan Pancasila dalam perkembangan revolusi 4.0. dengan cara, meningkatkan Pemahaman Pancasila, mengurangi eksklusivisme sosial, mengurangi kesenjangan sosial, meningkatkan wawasan Pancasila bagi penyelenggara Negara serta menjadikan Pancasila sebagai keteladanan dalam menghadapi revolusi industri 4.0,
2. Penguatan Pancasila dalam menghadapi revolusi industri 4.0 adalah dengan meningkatkan Sumber daya manusia Indonesia yang unggul sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,
3. Mempertahankan eksistensi Pancasila sebagai Ideologi Negara Indonesia.
SUMBER:
Fadilah Nurul. 2019. Tantangan Dan Penguatan Ideologi Pancasila Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal: Journal of Digital Education, Communication, and Arts Article History Vol. 2, No. 2