Posts made by Muhammad Rheya Defansa

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Muhammad Rheya Defansa -
Muhammad Rheya Defansa_2216031060_Reguler B

Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-maslah pembangunan bangsa dan negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideology dan dasar Negara Republik Indonesia.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi selalu menjadi bagian terpenting dalam mendorong perkembangan sebuah negara. Laju perkembangan iptek tersebut semakin hari semakin pesat perkembangannya disebabkan adanya tuntutan dan kebutuhan manusia yang juga semakin berkembang di berbagai bidang.
Hasil dari penelitian tersebut membuktikan bahwa para generasi muda Indonesia tergolong baik dalam menyikapi perkembangan IPTEK. Para generasi muda menggunakan keunggulan dari IPTEK dengan baik dan penuh tanggung jawab. Dalam penelitian ini, perkembangan IPTEK dimanfaatkan untuk mempermudah proses belajar bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat mengerjakan tugas dengan cepat, berkomunikasi dari jarak jauh, berbisnis dalam bidang perdagangan, dan lain sebagainya. Mahasiswa harus dapat menerapkan nilai-nilai pancasila dalam menghadapi perkembangan IPTEK, selalu menyeleksi pengaruh baik dan buruk dari perkembangan IPTEK sehingga pengaruh buruk dari IPTEK tidak merugikan bangsa Indonesia. Mahasiswa juga harus berpegang teguh pada dasar negara Indonesia yaitu Pancasila, agar perkembangan IPTEK tidak berpengaruh buruk terhadap bangsa Indonesia, melainkan IPTEK dapat membantu perkembangan bangsa Indonesia.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video

by Muhammad Rheya Defansa -
Muhammad Rheya Defansa_2216031060_Reguler B

Pancasila dan IPTEK
IPTEK adalah sebuah karya yang dihasilkan oleh manusia untuk memenuhi keperluan hidup, mengembangkan rasa nasionalisme, dan keluhuran bangsa.
Pancasila merupakan rumusan dan pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan kunci dalam perkembangan IPTEK, karena nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat penting.
Sila-sila dalam perkembangan IPTEK:
1. Ketuhanan yang maha esa
Mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, antara akal dan kehendak.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab dan bermoral.
3. Persatuan indonesia
Mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme dalam sila- sila yang lain. Dapat mengembangkan rasa nasionalisme sebagai umat manusia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Mendasari perkembangan iptek secara demokratis. Yang berarti, dalam pengembangan IPTEK perlu menghargai pendapat orang lain, dan menghargai kritik maupun saran.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Mengkomplementasikan perkembangan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> forum diskusi video

by Muhammad Rheya Defansa -
Muhammad Rheya Defansa_2216031060_Reguler B
Etika merupakan hal yang penting karena diperlukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sedangkan etika Pancasila adalah cabang filsafat yang disebarluaskan oleh aturan Pancasila, yang bertujuan untuk mengatur kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan mempelajari etika, kita mampu menjalankan kehidupan dengan baik sesuai norma yang berlaku di dalam masyarakat. Nilai-nilai etika yang terkandung dalam pancasila adalah sebagai berikut: Sila ke 1 yaitu sila Ketuhanan yang mengandung nilai spritualitas yang mendekatkan diri kepada tuhan, Sila Ke 2 yaitu sila Kemanusiaan yang mengandung dimensi humanus, yang artinya menjadikan manusia yang bermanusiawi, Sila Ke 3 yaitu sila Persatuan yang memiliki dimensi nilai solidaritas, rasa kebersamaan, dan cinta tanah air untuk mengatur agar kehidupan berbangsa dan bernegara, Sila Ke 4 yaitu sila Kerakyatan yang mengandung nilai berupa sikap menghargai dan mau mendengar pendapat orang lain, Sila Ke 5 yaitu sila Keadilan yang mengandung dimensi nilai keadilan seperti peduli atas nasib orang lain, tidak membedakan antara satu individu dengan individu lainnya, tidak berlaku semena-mena, dan lain sebagainya.
Urgensi Pancasila dalam sistem etika adalah menempatkan pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi, serta memberikan pedoman bagi setiap warga negara dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.nUrgensi Pancasila dalam sistem etika terdiri dari:
1. Meletakkan sila-sila Pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi bagi penentu sikap, tindakan, dan keputusan.
2. Pancasila sebagai sistem etika memberikan pedoman bagi setiap warga negara untuk memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan .
3. Pancasila sebagai sistem etika dapat menjadi dasar analisis berbagai kebijakan

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal

by Muhammad Rheya Defansa -
Muhammad Rheya Defansa_2216031060_Reguler B

1. Sistem etika perilaku politik saat ini menerapkan nilai-nilai dari Pancasila. Tetapi etika dalam politik Indonesia masih banyak yang belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Contohnya banyak kasus korupsi yang tidak ada habisnya. Sudah banyak para koruptor yang ditangkap tetapi tidak tahu malu dan tidak ada penyesalan sedikitpun. Selain itu pemerintah juga tidak mendengarkan suara rakyat kecil yang menyuarakan pendapatnya.

2. Generasi muda yang ada di lingkungan saya masih kurang dalam beretika dan bersopan santun. Dapat dilihat dari sikap, perilaku, serta perkataan yang mereka ucapkan. Terutama anak-anak SD pada masa kini, mereka sering mengucapkan perkataan kasar yang tidak patut untuk diucapkan. Solusinya adalah dimulai dari keluarga, karena keluarga seharusnya dapat menanamkan karakter yang baik bagi anak-anaknya sejak dini. Keluarga, khususnya orang tua harus dapat mengajarkan perilaku dan perkataan yang baik untuk anak-anaknya. Dan juga orang tua harus dapat mengawasi anak-anaknya agar terhindar dari pergaulan yang salah.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Muhammad Rheya Defansa -
Muhammad Rheya Defansa_2216031060_Reguler B
Hasil Analisis Jurnal :

Pancasila dalam pengertian sebagai pandangan hidup asal-usulnya dari falsafah hidup. Kata falsafah atau filsafat merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta) dan (sophia = kebijaksanaan). Pancasila dalam pengertian sebagai pandangan hidup asal-usulnya dari falsafah hidup. Kata falsafah atau filsafat merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta) dan (sophia = kebijaksanaan). Pancasila dalam pengertian ini, isinya berupa nilai-nilai. Nilai (value) merupakan pengertian filsafat, artinya tolok ukur untuk menimbang-nimbang dan memutuskan apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk. Notonagoro menjelaskan mengenai nilai-nilai Pancasila, dengan membaginya ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu: 1. nilai materil, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia, 2. nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas, 3. nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa secara yuridis konstitusional berlaku mulai tanggal 18 Agustus 1945 yaitu sejak disahkannya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Notonagoro menjelaskan mengenai nilai-nilai Pancasila, dengan membaginya ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu: 1. nilai materiil, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia, 2. nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas, 3. nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.

Globalisasi merupakan situasi dan kondisi kehidupan intemasional yang seolah tanpa batas, sehingga kehidupan manusia berubah, besar kemungkinan untuk menjadikan manusia individualistik. Tidak dapat disangkal, bahwa globalisasi timbul karena didorong kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi, menyebabkan semakin derasnya arus informasi dengan segala dampaknya baik positif maupun negatif.

Media massa merupakan sarana masyarakat memperoleh informasi, media massa memiliki fungsi atau peranan yang besar dalam membagikan informasi kepada audiensnya, yaitu sebuah sebutan untuk konsumen media. Media massa sendiri kajian ilmunya berasal dari ilmu komunikasi, dimana ilmu komunikasi menjelaskan, sebuah informasi berasal dari komunikator yang memberikan informasi tersebut kepada komunikan. Komunikasi sebagai sebuah sistem bisa juga digunakan masyarakat dalam menyampaikan warisan sosial berupa nilai atau gagasan dari individu ke individu lainnya, bahkan kepada generasi lainnya.

Pers dalam arti sempit mengandung penyiaran pikiran, gagasan berita dalam jalan kata tertulis.
Pers dalam arti luas memasukkan di dalamnya semua media massa komunikasi yang memancarkan pikiran dan perasaan baik dengan kata-kata tertulis maupun dengan kata-kata lisan. Merujuk dari pengertian yang diuraikan Oemar Seno Adji di atas maka jelas bahwa media massa merupakan bagian dari pers yang berfungsi untuk memancarkan pikiran dan perasaan baik dengan kata-kata tertulis maupun dengan lisan, atau dalam konteks sekarang untuk menyalurkan aspirasi dan gagasan masyarakat.

Secara umum, media massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Hal ini seperti dirumuskan dalam Pasal 3 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, yaitu Fungsi Pers Nasional adalah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial, serta dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi. Fungsi kontrol sosial dari pers tersebut selanjutnya dijelaskan dalam Penjelasan Umum Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang antara lain dinyatakan, pers yang mana juga melaksanakan kontrol sosial sangat penting pula untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan baik korupsi, kolusi, nepotisme, maupun akan penyelewengan dan penyimpangan lainnya.