Kiriman dibuat oleh Satrio Wicaksono

Komunikasi B Genap 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Satrio Wicaksono -
Nama: Satrio Wicaksono
NPM: 2216031046
Kelas: Reguler B

Analisis Jurnal  Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia


Identitas merupakan representasi diri seseorang atau bagaimana masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai entitas sosial dan budaya. Sehingga dapat disimpulkan identitas adalah produk kebudayaan kompleks yang berlangsung
Sedangkan dilihat dari aspek dengan ruang juga bukan hanya satu atau tunggal, tetapi terdiri dari berbagai lapisan identitas. Lapis-lapis identitas itu tergantung pada peran-peran yang dijalankan. keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut. Dengan demikian, di satu sisi identitas akan terbentuk berdasarkan kemauan kita sendiri, sedangkan di sisi lain identitas akan sangat tergantung dari kekuatan-kekuatan objektif yang terjadi di sekitar yang mengharuskan kita untuk meresponsnya. Dan, respons tersebut secara tidak langsung juga memberi bentuk lain terhadap apa yang kita anggap sebagai diri kita saat ini. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Seperti halnya identitas kita pada saat ini, menunjukkan gambaran yang tidak tunggal tetapi sangat plural. Pluralitas pada perkembangan saat ini tidak lagi hanya dibatasi pada perbedaan etnis, profesi, latar belakang pendidikan, serta asal usul daerah. Pluralitas pada perkembangan saat ini justru lebih menunjuk pada persoalan kepentingan-kepentingan. Seseorang bisa berbeda dengan orang lain, bukan lantaran dia berasal dari etnis yang berbeda, profesi yang berbeda, latar belakang pendidikan yang berbeda, bahkan asal asul daerah yang berbeda. Kepentingan masing- masing oranglah yang kemudian menyatukan

identitas tersebut. integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia yang telah berusia lebih dari enam dasa warsa ini. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan kompleksitas kebudayaan yang dianut. Dengan demikian, mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya menyatukan visi dan misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.
Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan. konsep integrasi nasional. Cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas.

Komunikasi B Genap 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh Satrio Wicaksono -
Nama: Satrio Wicaksono
NPM: 2216031046
KELAS: REGULER B


Analisis video Pertemuan 2 tentang Identitas Nasional

Dari analisis yang saya dapatkan video ini berisi tentang penjelasan tentang Identitas Nasional yang dimulai dari pengertian identitas nasional yang berasal dari kata national identity yang secara harfiah berarti ciri, tanda atau jatidiri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain, sedangkan kata nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik seperti budaya, agama, bahasa, agama maupun non fisik seperti cita-cita dan keinginan.

Faktor yang membentuk identitas nasional, yaitu

Faktor Objektif, yang meliputi faktor geografis ekologis yang membentuk wilayah indonesia sebagai wilayah kepulauan yang terletak di antara jalur Komunikasi antar wilayah dunia.

Faktor Subjektif, yaitu faktor historis, sosial, politik dan kebudayaan yang dimiliki bangsa indonesia.

Dari unsur-unsur identitas nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3 bagian yaitu:
1. Identitas Fundamental yaitu: Pancasila sebagai falsafah bangsa atau dasar negara

2. Identitas instrumental yang berisi UUD

3. Identitas Alamiah yang meliputi Negara Kepulauan dan Pluralisme dalam suku, bahasa, budaya, serta agama dan kepercayaan

Peran identitas nasional
●Sebagai bahan atau objek dalam integrasi nasional.
●Pengontrol sumber daya ekonomi.
●Menjadi penanda ikatan solidaritas.
●Menjadi definisi teritorial.

Komunikasi B Genap 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

oleh Satrio Wicaksono -
Nama: Satrio Wicaksono
NPM: 2216031046
Kelas: Reguler B

Analisis jurnal Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM, dan Masyarakat Madani

Menurut sejarahnya Pendidikan Kewarganegaraan (Civics) berasal dari pendidikan tentang kewarganegaraan. Stanley E Dimond menjelaskan bahwa citizenship sebagaimana keterhubungan dalam kegiatan sekolah mempunyai dua arti sempit citizenship hanya mencakup status hukum warga negara dalam sebuah negara, organisasi pemerintah, mengelola kekuasaan, hak-hak hukum dan tanggung jawab. PKN tidak lepas dari realitas bangsa indonesia yang saat ini masih awan dengan demokrasi yang hanya sebatas dari pendidikan.

PKN bertujuan membangun karakter bangsa indonesia yaitu antara lain: A. Membentuk kecakapan partisipatif warga negara yang mutu dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. B. Menjadikan warga negara indonesia yang cerdas, kritis, aktif, dan demokratis dan tetap berkomitmen dalam menjaga persatuan dan integritas bangsa. C. Mengembangkan kultur demokrasi dengan berlandaskan kebebasan, persamaan, toleransi, dan tanggung jawab.
Demokratisasi sangat berkaitan dengan kebebasan berkarya dan berekspresi individu dalam ruang civil society termasuk di dalamnya, antara lain kebebasan untuk berkomunikasi, berpikir, berpendapat dan asosiasi serta kebebasan untuk memiliki dan mengatur kepemilikan. Menurut Abraham Lincoln, pengertian demokrasi adalah pemerintah yang diselenggaran dari rakyat, oleh rakyat dan untu rakyat. Menurut Charles Costello, pengertian demokrasi adalah sistem sosial dan politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-kekuasaan pemerintah yang dibatasi dengan hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak perorangan warga negara.

Menurut Ahmad Syafi'i mahrif demokrasi bukanlah suatu wacara, pola pikir, atau perilaku politik yang dapat dibangun sekali jadi.

Dari beberapa pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pemerintahan demokrasi adalah pemerintahan di tangan rakyat yang mengandung pengertian tiga hal yaitu: 1) pemerintahan dari rakyat (government of the people); 2) pemerintahan oleh rakyat (government by the people); dan pemerintahan untuk rakyat (government for the people). Tiga faktor ini merupakan tolak ukur umum dari suatu pemerintahan yang demokratis yang dapat dijelaskan sebagai berikut. Pertama, pemerintahan dari rakyat (government of the people) mengandung pengertian bahwa suatu pemerintahan yang sah adalah suatu pemerintaha yang mendapat pengakuan dan dukungan mayoritas rakyat melalui mekanisme demokrasi yaitu pemilihan umum. Kedua, pemerintahan. oleh rakyat (government by the people) memiliki pengertian bahwa suatu pemerintahan menjalankan kekuasanannya atas nama rakyat, bukan atas dorongan pribadi elite negara atau elite birokrasi. Ketiga, pemerintahan untuk rakyat (government for the people) mengandung pengertian bahwa kekuaasaan yang diberikan oleh rakyat kepada pemerintah harus dijalankan untuk kepentingan rakyat.