Kiriman dibuat oleh Elisa Agustina

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Diskusi

oleh Elisa Agustina -
ELISA AGUSTINA_221603110_REGULER B

1. Kemajuan teknologi saat ini sudah menyatu dengan kehidupan masyarakat dan pengaruhnya pun selalu berbeda dari masa ke masa tergantung pada kecanggihannya, semua kejadian yang terjadi di dunia ini atau informasi apapun langsung tersebar melalui internet yang tanpa batas. Tidak dipungkiri lagi, memang teknologi ini sangat dibutuhkan, namun yang terpenting adalah perlunya mempertimbangkan dampak baik dan buruk yang ditimbulkan oleh teknologi serta memahami bahwa penggunaan teknologi haruslah berlandaskan etika. Maka dalam menghadapi teknologi ini di butuhkan penanaman nilai-nilai Pancasila. Apabila nilai-nilai Pancasila tidak di terapkan dengan baik maka, teknologi yang di harapkan dapat membantu meringankan kegiatan manusia dalam beragam aspek kehidupan (pekerjaan, hiburan, belajar, dsb), justru akan menjadi boomerang bagi bangsa ini dan berpotensi menghambat kemajuan dan perkembangan bangsa ini, teknologi ini juga dapat membawa pengaruh-pengaruh yang bersifat negatif bahkan dapat merusak karakter generasi bangsa apabila tidak dimanfaatkan dengan baik. Jika bangsa Indonesia memanfaatkan teknologi tanpa memikirkan nilai-nilai yang ada maka akan menimbulkan banyak perubahan pada masyarakat, terutama dalam hal gaya dan pola hidupnya, seperti munculnya sikap egois, individualis, konsumtif, semakin pudar pula nilai-nilai gotong royong, dan banyak nilai-nilai lainnya yang tidak sesuai dengan identitas bangsa Indonesia. Oleh karena itu dalam perkembangan nya teknologi harus senantiasanya berdampingan dengan Pancasila, dengan adanya nilai-nilai Pancasila ini diharapkan dapat menjadi acuan bangsa serta landasan dalam berfikir supaya, dalam pengambilan keputusan tidak keluar dari aturan dan kaidah negara Indonesia. Pancasila juga dapat menjadi rambu dalam mengatur masyarakat supaya tetap berada pada batasan nilai-nilai yang sesuai dengan norma yang ada di tengah-tengah gencarnya kemajuan teknologi ini.

2. Ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh bagi setiap dimensi kehidupan manusia, salah satunya ekonomi. Dengan adanya kemajuan teknologi ini tentunya memberikan dampak positif dalam perkembangan perekonomian. Teknologi ini menawarkan inovasi-inovasi baru dalam ranah pemasaran, munculnya aplikasi belanja online merupakan salah satu contoh dari kemajuan teknologi. Menurut data kementrian koordinator bidang perekonomian republik Indonesia “Perekonomian Indonesia tumbuh impresif sebesar 5,44% pada Triwulan 2 tahun 2022 dan secara triwulanan, ekonomi nasional tumbuh 3,73% . Bahkan PDB harga konstan jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi yakni sebesar Rp2.924 triliun. Capaian ini menandakan tren pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut dan semakin menguat”. Seperti yang kita ketahui bahwa beberapa tahun terakhir ini adanya pandemi yang mengakibatkan berbagai aktivitas manusia harus di batasi, namun dengan adanya teknologi hal tersebut tetap dapat di atasi, walaupun tidak berjalan secara maksimal setidaknya masyarakat masih dapat melakukan aktivitas dengan adanya bantuan dari kemajuan teknologi ini. Walaupun perkembangan ekonomi ini masih belum merata namun di harapkan dengan adanya IPTEK ini masyarakat dapat memanfaatkan kemajuan-kemajuan yang ada, sehingga sedikit demi sedikit mampu memenuhi kebutuan ekonomi nya masing-masing. Dalam pengembangannya IPTEK diharapkan tetap sesuai dengan nilai-nilai Pancasila terutama sila kelima yaitu keadilan, artinya setiap orang memiliki hak untuk memanfaatkan kemajuan IPTEK ini, kemajuan ini dapat di akses oleh siapapun dan kapanpun dengan catatan digunakan dengan bijaksana sehingga tidak menimbulkan dampak yang dapat merugikan kepentingan bersama. Kemajuan IPTEK ini juga diharapkan dapat menjadi solusi dalam memajukan serta mensejahterakan perekonomian seluruh bangsa Indonesia.

SUMBER REFERENSI:

Rais, N. S. R., Dien, M. M. J., & DIEN, A. Y. (2018). Kemajuan teknologi informasi berdampak pada generalisasi unsur sosial budaya bagi generasi milenial. Jurnal Mozaik, 10(2), 61-71.
https://ekon.go.id/publikasi/detail/4420/ekonomi-indonesia-q2-tahun-2022-tumbuh-impresif-di-tengah-ketidakpastian-dan-krisis-global

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Artikel 14 a dan 14 b

oleh Elisa Agustina -
ELISA AGUSTINA _2216031110_REGULER B

IPTEK dikembangkan dengan tujuan untuk memudahkan kehidupan manusia di berbagai bidang kehidupan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini tentunya memberikan dampak positif dan berbagai kemudahan untuk kehidupan manusia, akan tetapi si satu sisi perkembangan IPTEK ini juga dapat menimbulkan berbagai hal-hal yang negatif apabila dalam pemanfaatan nya tidak digunakan secara bijaksana dan semestinya.
Dalam artikel “Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK” dapat disimpulkan beberapa dampak positif serta negatif yang muncul karen adanya perkembangan IPTEK ini. Dampak positif yang dapat kita rasakan seperti menunjangnya kegiatan produksi, dengan adanya kemajuan IPTEK terciptalah berbagai mesin-mesin canggih yang dapat digunakan untuk menghasilkan suatu barang atau jasa dengan hasil yang lebih baik dan banyak dalam waktu yang lebih cepat. Selain itu kemajuan IPTEK bisa membantu memasarkan produk dengan memanfaatkan berbagai platform online yang tersedia. Kemajuan IPTEK ini juga memudahkan kita dalam berkomunikasi, dengan memanfaatkan handphone dan berbagai sosial media kita dapat berinteraksi dengan orang-orang yang jaraknya bahkan sangat jauh dengan kita. Dalam dunia pendidikan pun IPTEK berperan penting dalam proses pembelajaran, internet memberi kita kemudahan dalam mencari informasi dan materi pembelajaran, di masa pandemi seperti ini juga dapat memudahkan kita untuk tetap melakukan pembelajaran jarak jauh dengan berbagai inovasi yang ada.
Selain dampak positif tentunya ada pula dampak negatif, dengan adanya teknologi yang selama ini mempermudah berbagai aktivitas maka membuat ketergantungan dan cenderung menumbuhkan rasa malas. Saat ini kita sering malas membaca dan memilih browsing di Internet karena dianggap lebih mudah. Selain itu kecanduan main game dan bermain gadged dapat mengganggu aktivitas kita yang lainnya. Perkembangan IPTEK ini juga di salahgunakan oleh oknum- oknum tidak bertanggung jawab yang hanya ingin meraup keuntungan misalnya seperti adanya pembobolan kartu kredit melalui internet untuk mendapatkan kode kartu, penipuan melalui pesan singat, serta pembajakan akun. Internet yang bisa diakses siapa saja juga terkadang memberikan tayangan yang mengandung unsur kekerasan bahkan pornografi, hal tersebut berpotensi dapat merusak karakter anak bangsa. Dari berbagai dampak yang di timbulkan IPTEK ini maka di butuhkan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. Kedudukan- kedudukan Pancasila berperan penting dalam hal ini, Pancasila sebagai sumber solusi penyelesaian masalah, Pancasila sebagai pembangun karakter, dan Pancasila memiliki kedudukan sebagai alat pemersatu bangsa.

Dalam artikel “Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu” membahas mengenai kebenaran Pancasila yang dapat di buktikan dengan berbagai teori. Namun sebelum itu kita perlu mengetahui bahwa dalam sistem filsafat Pancasila harus memenuhi tiga teori kebenaran, yakni teori kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik.
1.Teori kebenaran koherensi, Pancasila dasar filsafat negara merupakan satu kesatuan, tersusun atas berbagai bagian, tetapi bagian itu tidak saling bertentangan. Semuanya menyusun hal yang baru dan utuh. Setiap bagian Pancasila merupakan bagian yang mutlak, jika dihilangkan satu bagian saja maka sama saja menghilangkan kedudukan dan fungsinya.
2.Teori korespondensi, isi arti Pancasila yang abstrak umum universal dapat menjadi sumber landasan pemecahan masalah kenyataan hidup sehari-hari. Menurut Notonagoro, ada hubungan yang mutlak antara Pancasila dengan bangsa Indonesia, yaitu hubungan sebab-akibat (Soeprapto, 1994: 53). Menurut pragma filsafat Pancasila, bahwa kandungan pernyataan sila-sila Pancasila harus cocok, sesuai, terjelma dalam keadaan senyatanya bermasyarakat dan bernegara. Sila-sila dalam Pancasila berkesuaian atau koresponden dengan objek yang dituju.
3.Teori pragmatik, Pancasila berfungsi secara praktis. Fakta sejarah telah membuktikan, baik sejak proses penetapan Pancasila sebagai dasar negara maupun dalam menghadapi berbagai pemberontakan, dengan jiwa Pancasila ini persatuan dan kesatuan tetap terjaga.
Dari ketiga teori tersebut maka Pancasila tidak dipertentangkan tetapi saling melengkapi. Dalam hal saling melengkapi itu, mengikuti asas hirarkhis-piramidal dan saling mengkualifikasi dalam Pancasila dengan urutan: koherensi, korespondensi dan pragmatik. Atas kebenaran ini maka Pancasila harus dijadikan dasar untuk pengembangan ilmu di Indonesia. Kebenaran-kebenaran ini dapat dibuktikan melalui setiap point nilai Pancasila. Pada sila ketuhanan seperti berdasarkan tafsir Notonagoro menyatakan bahwa maka kebenaran dalam konteks Pancasila dipahami atau dimaknai sebagai tiadanya pertentangan dengan Tuhan. Pada sila kemanusiaan mengandung cita-cita kemanusiaan, yang lengkap sempurna memenuhi hakekat manusia. Pada sila persatuan maka kebenaran adalah suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi. Namun, untuk mencapai kebenaran tidak berarti menutup segala bentuk dinamika pemikiran. Pada sila kerakyatan kebenaran merupakan persoalan apakah sesuatu itu bermanfaat atau tidak, nah sesuatu akan bermanfaat apabila dirumuskan secara bersama-sama dengan keterlibatan bersama dari subjek. Pada sila terakhir yakni keadilan, kebenaran artinya terpenuhinya hakekat keadilan (adil). Jadi dengan berorientasi atau berpegangan teguh pada nilai Pancasila secara ilmiah maka ilmu yang dikembangkan di Indonesia tidak akan ada alienasi terhadap bangsa Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa Indonesia.

Sehingga dapat disimpulkan dari kedua artikel tersebut membahas bahwa setiap nilai-nilai Pancasila ini tentunya memiliki hubungan yang sangat erat dengan kemajuan IPTEK. Nilai-nilai Pancasila yang saling melengkapi dan dapat dibuktikan kebenarannya ini bisa dijadikan acuan dalam menghadapi kemajuan IPTEK. Seperti yang kita ketahui bahwa segala sesuatu tentunya memiliki dua bilah sisi yang berbeda, ada yang bersifat positif dan dapat membawa kearah kemajuan, namun tidak menutup kemungkinan ada pula yang bersifat negatif dan merugikan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu di perlukan pedoman yang dapat dibuktikan kebenarannya untuk mengatur perkembangan-perkembangan tersebut, karna sejatinya perkembangan IPTEK ini bertujuan untuk mencari kebenaran, maka dalam proses pengembangannya haruslah sesuai dengan kebenaran yang ada, agar pada akhirnya dapat bermanfaat untuk yang mengembangkannya serta bermanfaat pula untuk kepentingan bersama.

SUMBER REFERENSI:

Surajiyo, S. (2022). Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu. IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial dan Humaniora, 6(3), 54-65.
Astuti, N. R. W., & Dewi, D. A. (2021). Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK. EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling, 3(1), 41-49.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Elisa Agustina -
ELISA AGUSTINA _2216031110_REGULER B

HASIL ANALISIS JURNAL “URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK”

Saat ini perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan secara signifikan mengubah tatanan kehidupan manusia di berbagai belahan dunia dalam radius yang sangat besar termasuk Indonesia. Oleh karena itu dibutuhkan landasan dasar untuk mengejar ilmu pengetahuan dan teknologi. Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia diharapkan dapat menjadi landasaan berfikir dan memberi dampak luas pada perubahan yang terjadi di kehidupan bangsa Indonesia karena pengaruh perkembangan IPTEK. IPTEK boleh berkembang dan maju, namun harus diimbangi dengan menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur ideologi bangsa di seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini maka Pancasila berperan sebagai:

Konsep dasar pengembangan ilmu, karena dalam Pancasila terkandung nilai dasar (intrinsik) yang mencakup cita-cita bangsa, tujuan serta tatanan dasar yang telah ditetapkan. Adapun nilai instrumental, yang berkaitan dengan nilai dasar yang menjadi arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu. Serta nilai praktis yang merupakan perpaduan antara identitas dan realitas, artinya bagaimana kenyataan sehari-hari sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila. Maka setiap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai pada Pancasila, dan harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia, selain itu Pancasila juga menjadi rambu normatif bagi para pengembang IPTEK di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.

Nilai Pancasila juga menjadi sumber nilai dan moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena sila Pancasila merupakan sistem etika maka sudah seharusnya perkembangan IPTEK ini menghormati martabat manusia, meningkatkan kualitas hidup manusia pada saat ini serta memikirkan dampak kedepannya, IPTEK juga diharapkan dapat menyeragamkan kebudayaan, mempersatukan masyarakat, serta memperkuat pembangunan dan jati diri bangsa. Oleh karena itu harus bersifat terbuka serta didistribusikan secara merata kepada semua kelas sosial.

Selain itu Pancasila berperan sebagai dasar sumber historis, sosiologis, dan politis dalam perkembangan IPTEK. Sebagaimana yang tertuang pada pembukaan UUD 1945 alenia keempat yang menegaskan tujuan bangsa Indonesia, untuk mencapai tujuan tersebut tentunya tidak dapat lepas dari nilai-nilai yang sesuai dengan Pancasila. Sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu dibalik peristiwa yang terjadi dalam masyarakat merupakan bentuk nyata bahwa Pancasila menjalankan peranan nya sebagai sumber sosiologis. Merangkap ke dunia politik Pancasila menjadi dasar dari berbagai kebijakan yang dilakukan oleh para penyelenggara negara.

Seperti yang pernah dikemukakan oleh Prof. Notonagoro bahwa Pancasila sebagai dasar nilai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan dapat menjadi dasar dan acuan yang di sesuaikan dengan nilai-nilai yang relevan dengan kebudayaan di Indonesia. Maka dari itu sebagai bagian dari bangsa Indonesia marilah kita menerapkan nilai-nilai Pancasila dengan baik sehingga kemajuan IPTEK ini memberikan banyak manfaat kepada kita semua dan memberikan kemudahan serta menjadi solusi dalam memecahkan berbagi persoalan.

SUMBER REFERENSI:

Indah, A. P. N., & Dewi, D. A. (2022). Urgensi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 9880-9884.

Setyorini, I. (2018). Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek. Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum, 4(02), 213-222.

https://bermadah.co.id/berita/detail/pancasila-sebagai-dasar-nilai-pengembangan-ilmu-pengetahuan-dan-teknologi#:~:text=Konsep%20Pancasila%20sebagai%20dasar%20nilai,pengetahuan%20untuk%20dipergunakan%20sebagai%20asas

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video

oleh Elisa Agustina -
ELISA AGUSTINA_2216031110_REGULER B

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan hasil dari pemikiran manusia harus selalu berdampingan dengan nilai-nilai yang ada di masyakarat. Oleh karena itu Pancasila harus terus menjadi pedoman bahkan di era kemajuan IPTEK ini. Perkembangan IPTEK ini terjadi secara cepat serta dapat memberikan banyak manfaat apabila digunakan dengan baik, namun jika di salahgunakan maka akan membawa pengaruh yang buruk, maka pengembangan teknologi ini harus diiringi dan tetap sesuai dengan nilai-nilai yang ada pada Pancasila.

Dalam sila pertama Pancasila ilmu pengetahuan dan teknologi diciptakan harus dengan mempertimbangkan maksud dan tujuannya sehingga dapat mengetahui akibat baik atau buruk yang terjadi kedepannya. Artinya perkembangan IPTEK ini ada untuk memenuhi kebutuhan bukan sekedar keinginan.

Dalam sila kedua Pancasila ilmu pengetahuan dan teknologi diciptakan harus berlandaskan moral sehingga perkembangan IPTEK ini tidak melunturkan adab dan aturan yang berlaku.

Dalam sila ketiga Pancasila ilmu pengetahuan dan teknologi diciptakan dengan mengedepankan rasa persatuan, karena Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keberagaman artinya perkembangan ini diharapkan tidak mengarahkan masyarakat kedalam bentuk perpecahan. Perkembangan ini diharapkan mampu mengedepankan kepentingan bersama.

Dalam sila keempat Pancasila ilmu pengetahuan dan teknologi diciptakan secara terbuka untuk siapapun, dan hasil dari kesepakatan bersama, oleh karena itu pengembangan IPTEK ini dapat menjadi media yang digunakan untuk bertukar pendapat.

Dalam sila kelima Pancasila ilmu pengetahuan dan teknologi diciptakan dengan mempertahankan keseimbangan yang ada, keseimbangan ini meluputi hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri, dengan tuhannya, dengan manusia lain, serta dengan lingkungannya.