Kiriman dibuat oleh Elisa Agustina

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal-2

oleh Elisa Agustina -
ELISA AGUSTINA_221603110_REGULER B

A. Peran Pancasila sebagai paradigma ilmu pengetahuan berkaitan dengan pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu. Pancasila berperan sebagai rambu-rambu normatif dan juga landasan etika bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Setiap perkembangan ini harus didasari dengan ilmu supaya nantinya tetap relevan dengan identitas bangsa Indonesia itu sendiri. Selain itu, pengembangan ilmu di Indonesia harus berakar pada budaya bangsa Indonesia itu sendiri dan melibatkan partisipasi masyarakat luas. Kemajuan dan perkembangan ini sangat diperlukan dalam upaya mempertahankan segala kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia serta menjawab segala tantangan yang dihadapi, mengingat saat ini kita berada era globalisasi yang menuntut kita untuk dapat bersaing di dunia global. Maka dari itu perkembangan ilmu dan Pancasila ini memiliki hubungan yang kohesif antara satu sama lain.Maka dari itu setiap perkembangan ilmu harus didampingi nilai-nilai Pancasila

1. Nilai ketuhanan, artinya perkembangan ini harus tetap mempertahankan nilai religius dengan tetap menjaga keseimbangan yang ada, sehingga nantinya perkembangan ini dapat berguna dengan baik.
2. Nilai kemanusiaan, artinya perkembangan ini harus tetap memegang teguh nilai kemanusiaan, jangan sampai perkembangan ini nantinya malah menjadi boomerang bagi manusia yang menciptakannya, kemanusiaan ini berkaitan dengan mempertahankan nilai-nilai beradab. Sehingga kemajuan ini harus tetap berpegang teguh pada moral yang yang ada.
3. Nilai persatuan, artinya jangan sampai perkembangan ini nantinya malah mempecahbelah persatuan masyarakat Indonesia, maka dari itu seharusnya dalam pengembangan ilmu ini kita semua bekerjasama demi mencapai perubahan yang lebih baik.
4. Nilai kerakyatan, artinya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan setiap orang memiliki hak yang sama untuk berpendapat.
5. Nilai keadilan, artinya pengembangan ini harus tetap memikirkan keadilan yang ada, jangan sampai perkembangan ini nantinya malah menciptakan kesenjangan sosial antar masyarakat, jadi perkembangan ini harus bersifat merata.

B. Harapan saya mengenai model pemimpin untuk masa kini dan mendatang adalah sosok yang dapat mendeskripsikan nilai Pancasila dengan baik. mendeskripsikan dengan baik menurut saya adalah pemimpin yang mau menerima saran dan kritikan serta menjunjung nilai musyawarah. Serta memiliki jiwa tanggung jawab yang tinggi, dan siap menerima konsekuensi atas segala tindakannya.

Kemajuan bangsa Indonesia ini juga dipengaruhi dengan warga negara nya, warga negara yang saya harapkan adalah warga yang saling bekerja sama demi membawa perubahan yang lebih baik, serta mengamalkan kelima sila yang terdapat di pancasila agar kita bisa menjaga dan menciptakan situasi yang aman dan kondusif agar tidak adanya konflik konflik yang membuat perpecahan. Serta warga negara yang sadar dan mau menghargai hak dan kewajiban setiap individu.

Dan saya harap ilmuan yang ada ini nantinya adalah orang-orang hebat yang mampu membawa perubahan lebih baik. saya harap ilmuan tersebut sudah memikirkan dampak apa yang akan datang kedepannya, sehingga dampak tersebut tidak merugikan dikemudian hari.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video-2

oleh Elisa Agustina -
ELISA AGUSTINA_221603110_REGULER B

HASIL ANALISIS VIDEO 2

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini memungkinkan kita untuk mengenang kembali peristiwa sejarah, dengan adanya peringatan ini dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat Indonesia. Khususnya untuk para generasi muda, generasi yang nantinya meneruskan perjuangan bangsa Indonesia. Perlu diketahui bahwa kemerdekaan yang saat ini kita raih bukan semata-mata kebetulan maupun sekedar hadiah yang diberikan oleh jepang. Meskipun pada saat itu memang ada peluang karena Jepang harus menghadapi sekutunya. Namun kemerdekaan yang saat ini di raih merupakan hasil kerja keras para pahlawan yang pada saat itu berjuang mengerahkan segalanya yang ada demi tercapainya kemerdekaan Indonesia, untuk mencapai momen proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 tentunya dibayar dengan tidak mudah. Harga yang ditukar adalah banyaknya nyawa yang harus gugur saat berperang mengahadapi penjajah.

Momen tersebut merupakan masa-masa yang terasa berat bagi masyarakat Indonesia, meskipun saat ini sudah merdeka akan tetapi kita tidak boleh bersikap seenaknya saja, karena sesungguhnya masalah lebih besar yang harus dihadapi adalah ketika kita harus melawan bangsa kita sendiri.

Oleh karena itu sebagai generasi muda hendaknya kita terus menyadari bahwa bangsa kita ini perlu dijaga keutuhannya. Dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini serta berpegang teguh dengan nilai-nilai Pancasila yang ada harapannya kita dapat membawa bangsa kita ini menjadi bangsa yang lebih baik lagi, bukan sekedar bangsa yang berkembang tetapi juga menjadi bangsa yang maju.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video-1

oleh Elisa Agustina -

ELISA AGUSTINA_2216031110_REGULER B

HASIL ANALISIS VIDEO 1

Berkaitan dengan cuplikan tersebut saya dapat menyimpulkan beberapa poin terkait pengaruh perkembangan IPTEK pada kehidupan masyarakat serta kaitannya dengan nilai-nilai yang ada pada Pancasila.

Berdasarkan penyajian berita yang ada, dalam hal ini dapat saya simpulkan bahwa perkembangan IPTEK menunjukan salah satu dampak positifnya kepada masyarakat, mengapa demikian? Karena dengan adanya perkembangan IPTEK ini memudahkan masyarakat dalam menyalurkan aspirasinya, aspirasi ini pun dapat dikaitkan dengan nilai ketiga dan keempat Pancasila yakni nilai persatuan serta nilai kerakyatan, “ratusan warga bersatu dengan melakukan unjuk rasa” menunjukan bahwa nilai persatuan pada warga desa tersebut masih terlaksana dengan baik. Gerakan yang dilakukan oleh berbagai kalangan warga dengan latar belakang yang berbeda ini menunjukan bahwa setiap warga memiliki kebebasan dalam menyalurkan aspirasinya, para warga memperjuangkan hak mereka yakni hak mendapatkan kenyamanan dalam lingkungan tempat tinggal.

Dengan adanya pemberitaan ini tentunya masyarakat, khususnya masyarakat yang desa Pegaden kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, berharap adanya tindakan lanjut maupun solusi terkait masalah pembuangan limbah pabrik secara sembarangan. Harapannya pemerintah khususnya pemerintah daerah setempat dapat menghimbau serta memberikan kebijakan yang dapat memberikan efek jera kepada oknum yang tidak bertanggung jawab karena telah mencemari lingkungan, supaya kedepannya kasus-kasus serupa tidak terulang kembali.

Namun di sisi lain, isi dari informasi yang ada pada berita tersebut menunjukan bahwa adanya kemajuan IPTEK berupa adanya mesin yang digunakan untuk memproduksi pakaian ini masih belum berpedoman dengan nilai-nilai Pancasila yang ada, karna melanggar nilai yang berkaitan dengan nilai kemanusiaan. Selain itu pemilik pabrik mengatakan bahwa “selama ini saya belum tau” menunjukan bahwasalnya selama ini masih ada masyarakat yang sekedar memanfaatkan kemajuan yang ada ini tanpa memikirkan dampak yang terjadi kedepannya.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Elisa Agustina -
ELISA AGUSTINA_2216031110_REGULER B

HASIL ANALISIS JURNAL “PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI”

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi pada saat ini bisa dikatakan tumbuh dengan sangat cepat sehingga informasi dari seluruh penjuru dunia pun dapat masuk ke dalam bangsa kita. Tak bisa dipungkiri bahwa kemajuan ini sangat membantu dan meringankan kita dalam melakukan aktivitas. Pekerjaan akan semakin cepat terselesaikan dan menghemat waktu serta tenaga. Jarak yang jauh pun saat ini tidak terasa berarti. Kemajuan ini juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Akan tetapi apabila perkembangan IPTEK ini tidak didasari dengan penanaman nilai yang kuat justru akan menjadi aspek penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan mentalitas. Maka perlu adanya pegangan atau pedoman untuk menjadi filter berbagai perkembangan tersebut. Oleh karena itu Pancasila dapat menjadi solusi dalam menghadapi perkembangan IPTEK ini.

Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang bersifat mutlak. Dengan kata lain nilai- nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan dasar yang berisi pedoman atau aturan yang mengatur tingkah laku, dengan menetapkan mana yang penting dan mana yang baik, sedangkan pendapatnya Notonegoro bahwa pancasila adalah dasar falsafah negara Indonesia. Dari pemikiran-pemikiran yang mendalam itu maka memunculkan persepsi bahwa Pancasila ini sebagai dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia yang dapat menjadi dasar pemersatu, serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. Selain itu Pancasila juga menjadi lambang kesatuan. Maka dari itu harus menjadi dasar dalam pengembangan ilmu dan teknologi.

Pancasila juga merupakan bagian dari falsafat ilmu, mengapa dapat dikatakan demikian? karena dalam kehidupan sehari-hari bagaimana kita memandang realitas alam semesta, realitas manusia, realitas masyarakat, serta realitas bangsa dan negara semuanya berpedoman kepada Pancasila dengan harapanhal ini dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan. Pancasila bersifat universal yang mengandung nilai ganda didalamnya ,yaitu harus memberikan landasar teoritik (dan normatif) bagi penguasaan dan pengembangan IPTEK dan menetapkan tujuan; dan nilai instrinsik tujuan iptek dilandasi oleh nilai mental kepribadian dan moral manusia (Syam, 2006). Maka diperlukan implikasi setiap nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK ini.

Pada sila pertama yang berkaitan dengan nilai ketuhanan, memberikan kita pemahaman tentang pentingnya penanaman nilai religi sedini mungkin supaya nantinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, individu tersebut akan memahami batas kemampuan dalam berfikir, tidak semua yang ada di alam ini mampu dijangkau oleh akal manusia, sehingga individu tersebut akan menyadari bahwa segala sesuatu yang telah diusahakan sisanya tetap akan dikembalikan kepada sang Pencipta. Maka hal ini akan menciptakan kemajuan IPTEK yang tetap menjaga keseimbangan antara rasa dan akal.

Pada sila kedua yang berkaitan dengan nilai kemanusiaan, mengajarkan kepada kita bahwa dalam perkembangannya IPTEK harus selalu beradab dan bermoral supaya adanya IPTEK yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan seluruh umat manusia (bukan hanya untuk kelompok atau lapisan tertentu) ini dapat terlaksana dengan baik.

Pada sila ketiga yang berkaitan dengan nilai persatuan, mengajarkan kita bahwa dalam perkembangannya IPTEK ini harus dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Apabila persatuan ini sudah semakin kuat maka kedepannya dapat dikembangkan dalam hubungan yang lebih luas lagi, sehinggga nantinya diharapkan kita mampu bersaing untuk ranah internasional. Kunci menuju jalan tersebut adalah persatuan, bak kata pepatah “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.”

Pada sila keempat yang berkaitan dengan nilai kerakyatan, mengajarkan kita fakta bahwa Indonesia merupakan negara demokratis, Sehingga dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi pada saat ini setiap orang memiliki kebebasan berpendapat serta kebebasan dalam berpartisipasi dalam usaha mengembangkan IPTEK.

Pada sila kelima Pancasila yang berkaitan dengan nilai keadilan, mengajarkan kita bahwa dalam perkembangannya IPTEK tetap harus memperhatikan setiap elemen yang ada dengan memastikan bahwa keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya dapat terjaga dengan baik.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal-1

oleh Elisa Agustina -
ELISA AGUSTINA_2216031110_REGULER B

A. Kata hoaks didefinisikan sebagai tipuan, berasal dari Thomas Ady dalam bukunya Candle in The Dark (1656) atau risalah sifat sihir dan penyihir. Menurut Septanto hoaks merupakan informasi yang secara sengaja untuk menutupi informasi sebenarnya. Hoaks ini mulai populer pada abad 20, melalui perkembangan internet. Ditengah perkembangan saat ini, arus penyebaran hoaks semakin deras, semakin canggih dan tak terbendung. Berita hoaks ini bahkan menjamah ke berbagai bidang kehidupan manusia termasuk politik. Politik merupakan sasaran empuk dalam penyebaran hoaks. Pada dasarnya pemberitaan politik kerap menjadi sarana komunikasi politik dari pihak-pihak yang berkepentingan. Lalu mengapa berita politik selalu menarik perhatian? Jawabannya karena politik pada abad demokrasi ini dalam berbagai manifestasinya sekarang akan sangat mempengaruhi kepentingan pribadi-pribadinya di dalam suatu negara. Banyak masyarakat yang peduli mengenai isu-isu terkait politik, karena dalam konteks ini masyarakat sadar bahwa politik yang akan berjalan akan mempengaruhi bagaimana sistem yang akan mengaturnya baik dimasa kini maupun masa mendatang. Sehingga untuk mengetahui bagaimana perkembangan politik pada saat ini kita memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mengakses berbagai informasi, salah satunya dengan cara membaca berita. Namun sangat disayangkan bahwa berita yang selama ini disajikan tidak sepenuhnya benar, adanya hoaks ini tentunya sangat mengganggu kenyamanan. Seperti halnya kasus diatas pada 2018 hingga bulan September setidaknya ada 844 berita hoaks yang tersebar. Menurut saya hal ini tentunya masih menjadi PR tersendiri bagi berbagai pihak, pihak politik elit politik seharusnya menyadari bahwa menjatuhkan pihak lain dengan penyebaran berita hoaks demi meraih kemenangan ini seharusnya tidak dilakukan karena bertentangan dengan nilai dasar bangsa. Apalagi nantinya elit-elit politik ini akan menjadi pihak yang berpartisipasi dalam pemerintahan, seharusnya pihak-pihak ini sadar bahwasalnya mereka akan bertanggungjawab untuk hal yang besar kedepannya, sehingga bagaimana mungkin kami akan menaruh kepercayaan apabila sejak awal pihak-pihak ini bahkan menghalalkan berbagai cara demi mendapatkan kemenangan. Selain itu media juga seharusnya tidak memanfaatkan keadaan dengan menyebarkan berita terkini yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya hanya demi mencapai rating yang tinggi, sebaliknya maka akan lebih baik apabila media memberikan informasi yang lebih bermanfaat serta tidak menimbulkan persepsi-persepsi yang dapat menggiring opini. Kita juga sebagai pihak yang menerima infomasi seharusnya tidak serta merta menerima informasi hanya berdasarkan sekedar rasa percaya dan suka saja, namun juga harus berdasarkan fakta yang valid serta harus memikirkan dampak yang akan terjadi kedepannya. Sebagai bagian dari pihak yang menerima informasi tentunya hal yang akan saya lakukan adalah dengan menyaring lagi informasi yang ada, artinya kita harus menyadari bahwa tidak semua informasi harus kita tampung, kita harus bijak dalam menerima informasi tentunya dengan mengambil hal yang bermanfaat dan meninggalkan hal yang akan berdampak buruk. Jika kita rasa berita yang kita terima sudah berisi kejanggalan maka lebih baik kita berhenti mencari informasi tentang hal tersebut, maka dengan hal tersebut kita akan menjadi masyakarat yang bijak dalam bermedia.

B. Ilmu pengetahuan dan teknologi sejak lama telah mengalami perkembangan yang pesat, dari banyaknya perkembangan ini salah satu yang dapat kita rasakan dan berkaitan erat dengan kehidupan kita pada saat ini adalah media sosial. Bahkan tercatat pada januari 2022 setidaknya ada 191 juta orang di Indonesia yang aktif dalam bermedia sosial, penggunaan media sosial ini didominasi oleh generasi milenial sebagai pengguna media sosial terbanyak di Indonesia. Namun faktanya masih banyak generasi milenial yang belum mengimplementasikan pancasila dalam menggunakan media sosial. Bahkan dapat dilihat dari hasil survei dari Microsoft yang menunjukkan bahwa masih banyak penyebaran hoax, ujaran kebencian, serta diskriminasi yang terjadi di media sosial Indonesia. Hal ini tentunya dapat mengancam persatuan bangsa Indonesia. Seperti yang ketahui, Pancasila sebagai nilai luhur, seharusnya diamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari termasuk di dunia maya demi menjaga persatuan bangsa dan identitas negara serta diperlukan adanya kesadaran bahwa masyarakat Indonesia memiliki pancasila sebagai pedoman beretika di media sosial.Upaya yang dapat dilakukan supaya perkembangan iptek ini dapat menjadi lebih baik adalah dengan menanamkan kesadaran tentang pentingnya pengamalan pancasila, misalnya melalui pendidikan pancasila dengan meningkatkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme dalam diri, serta menggunakan media sosial sebagai wadah untuk mengedukasi pentingnya implementasi pancasila dalam kehidupan, selain itu perlunya penyaringan informasi yang kita dapatkan melalui media sosial, kita perlu memahami bahwa informasi mana yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.

C. Konsumerisme merupakan ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan, tanpa sadar dan berkelanjutan. Menurut data dari badan pusat statistik Nilai impor Indonesia Oktober 2022 mencapai US$19,13 miliar, turun 3,40 persen dibandingkan September 2022 atau naik 17,44 persen dibandingkan Oktober 2021. Dan Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Oktober 2022 adalah Tiongkok US$55,49 miliar (33,79 persen), Jepang US$14,14 miliar (8,61 persen), dan Thailand US$9,25 miliar (5,63 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$27,81 miliar (16,94 persen) dan Uni Eropa US$9,44 miliar (5,75 persen). Dilihat dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumerisme marak terjadi di Indonesia, masyakarat Indonesia cenderung gemar membeli barang-barang dari luar negeri, bahkan hal ini banyak terjadi sekedar untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup. Sebagai mahasiswa jurusan komunikasi ada beberapa solusi yang dapat saya tawarkan. Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa komunikasi ini mencakup bidang yang luas komunikasi dapat berlangsung secara verbal maupun nonverbal, dalam komunikasi verbal pemerintah dapat mengajak masyarakat untuk saling bekerja sama mengurangi nilai impor yang ada dan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan nilai ekspor, mengingat banyaknya sumber daya Indonesia yang seharusnya dapat menjadi potensi nilai ekspor. Serta perlu nya pula himbauan dengan menjelaskan mengapa kita perlu mengurangi sikap konsumerisme, serta memberi tahu dampak apa yang akan terjadi apabila konsumerisme ini tidak segera di hentikan. Selain itu kita sebagai masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan media masa yang merupakan bagian dari komunikasi nonverbal, dengan adanya media masa ini kita dapat membantu usaha yang menjual berbagai produk hasil karya bangsa Indonesia dengan cara membantu pemasarannya melalui promosi, dengan harapan supaya masyarakat bangga menggunakan barang-barang lokal dibandingkan terus-terusan memakai produk impor dari luar negeri.

SUMBER REFERENSI:

Sosiawan, E. A., & Wibowo, R. (2020). Kontestasi berita hoax pemilu Presiden tahun 2019 di media daring dan media sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 17(2), 133-142.

Safitri, A., & Dewi, D. A. (2021). Implementasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Pedoman Generasi Milenial dalam Bersikap di Media Sosial. EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling, 3(1), 78-87.

https://www.bps.go.id/pressrelease/2022/11/15/1927/ekspor-oktober-2022-mencapai-us-24-81-miliar--naik-0-13-persen-dibanding-september-2022--impor-oktober-2022-senilai-us-19-13-miliar--turun-3-40-persen-dibanding-september-2022.html#:~:text=Nilai%20impor%20Indonesia%20Oktober%202022,23%20persen%20dibandingkan%20Oktober%202021.