Farlin Putri Ferinsia_2216031034_Reg B
Analisis soal pertemuan 12
1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawab :
Menurut saya, etika dalam perilaku politik saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai dalam Pancasila sepenuhnya. Jika kita lihat secara menyeluruh, masih banyak perilaku korupsi yang terjadi di Indonesia dan kasusnya pun masih cukup tinggi. Masih banyak masyarakat dan individu yang tidak memberikan perhatian secara khusus pada nilai-nilai etika. Padahal, kita warga negara Indonesia yang memiliki simbol sebagai negara hukum, seharusnya mampu mengimplementasikannya secara baik dan bijak. Sepatutnya, kebijakan hukum yang ada dijadikan acuan untuk bertindak dan berperilaku bukan untuk menjadi sebuah ancaman dalam berperilaku. Justru, banyak penyimpangan yang terjadi pada kaum-kaum pejabat dan pemerintah yang memiliki kekuasaan. Masyarakat seharusnya diberikan dorongan dan motivasi dari pemerintah agar menekan kasus penyimpangan, tetapi justru pejabat politik yang memberikan contoh secara real untuk tidak meninggalkan sikap dan perilaku korupsi. Jika seperti ini, tidak hanya etika yang kurang memadai, tetapi nilai-nilai Pancasila yang tidak diterapkan, dan nilai politik yang kurang tegas.
B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi.
Jawab : Dekadensi moral adalah kemerosotan nilai-nilai moral yang ada.
Dalam lingkup tempat tinggal saya, dengan berbagai latar belakang yang ada dalam masyarakat, pastinya memiliki etika yang berbeda juga. Ada yang beretika baik, ada juga yang kurang menunjukkan nilai etika yang baik. Jika dilihat dari kacamata masyarakat yang memiliki etika yang baik, sudah cukup untuk mencerminkan etika dan nilai yang dianut bangsa Indonesia, dimana memiliki sikap toleransi dan empati, mau menolong, mau bersilaturahmi, tidak memilih-milih dalam bersosialisasi, menghargai segala perbedaan yang Ada. Namun, dari mereka yang mencerminkan etika yang kurang baik dapat terlihat dari sikap individualisme, tidak peduli terhadap sesama, menjadikan latar belakang perbedaan agama, budaya, dsb sebagai pemicu konflik, dan sikap etnosentrime.
Menurut saya, solusi yang tepat adalah dengan memberikan nilai-nilai etika yang baik mulai dari lingkungan keluarga, dilingkungan sekolah dengan penyuluhan dan seminar tentang etika, hingga kegiatan yang bersifat membangun nilai-nilai etika tersebut. Khususnya dalam zaman modern yang serba digital ini, segala informasi dapat tersebar luas dan cepat, memberikan dampak negatif bagi mereka yang tidak mampu mampu informasi yang positif. Hal ini akan mempengaruhi perilaku dan pola pikir individu tersebut. Sehingga, tidak hanya etikanya yang terpengaruh tetapi juga mental dan psikologisnya.
Referensi :
• https://media.neliti.com/media/publications/292589-etika-perilaku-politik-organisasi-8e852bdb.pdf
• https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/article/download/212/134/
Analisis soal pertemuan 12
1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawab :
Menurut saya, etika dalam perilaku politik saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai dalam Pancasila sepenuhnya. Jika kita lihat secara menyeluruh, masih banyak perilaku korupsi yang terjadi di Indonesia dan kasusnya pun masih cukup tinggi. Masih banyak masyarakat dan individu yang tidak memberikan perhatian secara khusus pada nilai-nilai etika. Padahal, kita warga negara Indonesia yang memiliki simbol sebagai negara hukum, seharusnya mampu mengimplementasikannya secara baik dan bijak. Sepatutnya, kebijakan hukum yang ada dijadikan acuan untuk bertindak dan berperilaku bukan untuk menjadi sebuah ancaman dalam berperilaku. Justru, banyak penyimpangan yang terjadi pada kaum-kaum pejabat dan pemerintah yang memiliki kekuasaan. Masyarakat seharusnya diberikan dorongan dan motivasi dari pemerintah agar menekan kasus penyimpangan, tetapi justru pejabat politik yang memberikan contoh secara real untuk tidak meninggalkan sikap dan perilaku korupsi. Jika seperti ini, tidak hanya etika yang kurang memadai, tetapi nilai-nilai Pancasila yang tidak diterapkan, dan nilai politik yang kurang tegas.
B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi.
Jawab : Dekadensi moral adalah kemerosotan nilai-nilai moral yang ada.
Dalam lingkup tempat tinggal saya, dengan berbagai latar belakang yang ada dalam masyarakat, pastinya memiliki etika yang berbeda juga. Ada yang beretika baik, ada juga yang kurang menunjukkan nilai etika yang baik. Jika dilihat dari kacamata masyarakat yang memiliki etika yang baik, sudah cukup untuk mencerminkan etika dan nilai yang dianut bangsa Indonesia, dimana memiliki sikap toleransi dan empati, mau menolong, mau bersilaturahmi, tidak memilih-milih dalam bersosialisasi, menghargai segala perbedaan yang Ada. Namun, dari mereka yang mencerminkan etika yang kurang baik dapat terlihat dari sikap individualisme, tidak peduli terhadap sesama, menjadikan latar belakang perbedaan agama, budaya, dsb sebagai pemicu konflik, dan sikap etnosentrime.
Menurut saya, solusi yang tepat adalah dengan memberikan nilai-nilai etika yang baik mulai dari lingkungan keluarga, dilingkungan sekolah dengan penyuluhan dan seminar tentang etika, hingga kegiatan yang bersifat membangun nilai-nilai etika tersebut. Khususnya dalam zaman modern yang serba digital ini, segala informasi dapat tersebar luas dan cepat, memberikan dampak negatif bagi mereka yang tidak mampu mampu informasi yang positif. Hal ini akan mempengaruhi perilaku dan pola pikir individu tersebut. Sehingga, tidak hanya etikanya yang terpengaruh tetapi juga mental dan psikologisnya.
Referensi :
• https://media.neliti.com/media/publications/292589-etika-perilaku-politik-organisasi-8e852bdb.pdf
• https://jim.ar-raniry.ac.id/index.php/tadabbur/article/download/212/134/