Farlin Putri Ferinsia_2216031034_Reg B
1. Pancasila memberikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Namun, sering kita jumpai masih banyak masyarakat yang mengabaikan nilai-nilai positif yang terdapat dalam Pancasila. Dalam perkembangan teknologi saat ini yang sudah semakin canggih, jika tidak diterapkan dan diimplementasikan nilai-nilai Pancasila di dalamnya, maka di hari yang akan mendatang, IPTEK akan memberikan pengaruh yang negatif dari segi kehidupan bermasyarakat dan bernegara, seperti beredarnya situs berbahaya, hoax, pornografi, cybercrime, sehingga segala situs dapat diakses dengan mudah tanpa adanya batasan. Individu yang seharusnya memiliki privasi kini terancam privasi nya akibat kemajuan IPTEK yang disalahgunakan, sehingga timbul perpecahan dan konflik, baik antar individu, antar kelompok, bahkan antar kota dan antar negara.
Hal ini merupakan akibat dari kurangnya kesadaran bahwa perlu ditegaskan kebijakan-kebijakan dari nilai-nilai Pancasila untuk kemajuan teknologi. Jadi, jika kita tarik secara lebih terperinci, sebenarnya perlu implementasi nilai-nilai Pancasila dalam IPTEK untuk memberikan dampak positif dari kemajuan IPTEK bagi kehidupan bermasyarakat. Jika hal ini terus diabaikan, maka akan semakin banyak dampak-dampak negatif yang dirasakan dari perkembangan IPTEK, khususnya bagi generasi penerus bangsa.
2. Perkembangan teknologi di Indonesia pada dasarnya memberikan pengaruh dan dampak positif bagi kemajuan ekonomi di Indonesia. Seperti : penggunaan aplikasi Go-Jek, Grab, Situs Belanja Online, untuk menekan angka respons di Indonesia. Juga ekspor tekstil, pemesanan tiket pesawat,kereta melalui internet, sehingga mempermudah jarak dan waktu secara lebih efektif dan efisien. Namun, di beberapa daerah kemajuan teknologi masih minim memberikan efek yang kurang memadai bagi pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut, sehingga Indonesia masih dikatakan sebagai negara berkembang, bukan negara maju.
Berbicara kaitannya dengan nilai dalam sila ke-5 Pancasila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sebenarnya ada daerah yang sudah terimplementasikan dengan baik, tetapi ada juga yang belum. Luasnya Negara Indonesia dan minimnya fasilitas dan infrastruktur yang mencukupi menjadi salah satu faktor terjadinya ketimpangan ekonomi antar 1 daerah dengan yang lainnya. Seperti contoh pemesanan tiket kereta api dan pesawat, hotel, dsb sudah dapat diakses melalui internet. Grab, Go-Jek, Situs Belanja Online mempermudah masyarakat untuk melakukan aktivitas sehingga menghemat waktu dan biaya, Namun ada beberapa daerah yang masih belum dapat mengakses kemajuan teknologi tersebut. Mereka yang tinggal di pelosok cenderung mengalami kecemburuan sosial akibat merasa kurang adil dengan keadaan ekonomi di daerah mereka. Sehingga tak jarang mereka memilih untuk melakukan urbanisasi dengan tujuan untuk mengubah taraf hidup menjadi lebih baik. Di samping itu, mereka juga mendapat pendidikan yang kurang memadai, sedangkan perusahaan daerah perkotaan cenderung memilih pekerja yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Pemerintah harus berupaya lebih besar agar tidak terjadi ketertinggalan antara pelosok masyarakat dan perkotaan, sehingga memberikan pengaruh baik pula bagi kemajuan ekonomi di Indonesia seperti mengurangi angka respons, pendapatan Negara yang lebih tinggi, dsb. Indonesia akan bergerak menjadi negara yang maju secara perlahan. sedangkan perusahaan daerah perkotaan cenderung memilih pekerja yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Pemerintah harus berupaya lebih besar agar tidak terjadi ketertinggalan antara pelosok masyarakat dan perkotaan, sehingga memberikan pengaruh baik pula bagi kemajuan ekonomi di Indonesia seperti mengurangi angka respons, pendapatan Negara yang lebih tinggi, dsb. Indonesia akan bergerak menjadi negara yang maju secara perlahan. sedangkan perusahaan daerah perkotaan cenderung memilih pekerja yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Pemerintah harus berupaya lebih besar agar tidak terjadi ketertinggalan antara pelosok masyarakat dan perkotaan, sehingga memberikan pengaruh baik pula bagi kemajuan ekonomi di Indonesia seperti mengurangi angka respons, pendapatan Negara yang lebih tinggi, dsb. Indonesia akan bergerak menjadi negara yang maju secara perlahan.
Referensi: https://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php
1. Pancasila memberikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Namun, sering kita jumpai masih banyak masyarakat yang mengabaikan nilai-nilai positif yang terdapat dalam Pancasila. Dalam perkembangan teknologi saat ini yang sudah semakin canggih, jika tidak diterapkan dan diimplementasikan nilai-nilai Pancasila di dalamnya, maka di hari yang akan mendatang, IPTEK akan memberikan pengaruh yang negatif dari segi kehidupan bermasyarakat dan bernegara, seperti beredarnya situs berbahaya, hoax, pornografi, cybercrime, sehingga segala situs dapat diakses dengan mudah tanpa adanya batasan. Individu yang seharusnya memiliki privasi kini terancam privasi nya akibat kemajuan IPTEK yang disalahgunakan, sehingga timbul perpecahan dan konflik, baik antar individu, antar kelompok, bahkan antar kota dan antar negara.
Hal ini merupakan akibat dari kurangnya kesadaran bahwa perlu ditegaskan kebijakan-kebijakan dari nilai-nilai Pancasila untuk kemajuan teknologi. Jadi, jika kita tarik secara lebih terperinci, sebenarnya perlu implementasi nilai-nilai Pancasila dalam IPTEK untuk memberikan dampak positif dari kemajuan IPTEK bagi kehidupan bermasyarakat. Jika hal ini terus diabaikan, maka akan semakin banyak dampak-dampak negatif yang dirasakan dari perkembangan IPTEK, khususnya bagi generasi penerus bangsa.
2. Perkembangan teknologi di Indonesia pada dasarnya memberikan pengaruh dan dampak positif bagi kemajuan ekonomi di Indonesia. Seperti : penggunaan aplikasi Go-Jek, Grab, Situs Belanja Online, untuk menekan angka respons di Indonesia. Juga ekspor tekstil, pemesanan tiket pesawat,kereta melalui internet, sehingga mempermudah jarak dan waktu secara lebih efektif dan efisien. Namun, di beberapa daerah kemajuan teknologi masih minim memberikan efek yang kurang memadai bagi pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut, sehingga Indonesia masih dikatakan sebagai negara berkembang, bukan negara maju.
Berbicara kaitannya dengan nilai dalam sila ke-5 Pancasila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sebenarnya ada daerah yang sudah terimplementasikan dengan baik, tetapi ada juga yang belum. Luasnya Negara Indonesia dan minimnya fasilitas dan infrastruktur yang mencukupi menjadi salah satu faktor terjadinya ketimpangan ekonomi antar 1 daerah dengan yang lainnya. Seperti contoh pemesanan tiket kereta api dan pesawat, hotel, dsb sudah dapat diakses melalui internet. Grab, Go-Jek, Situs Belanja Online mempermudah masyarakat untuk melakukan aktivitas sehingga menghemat waktu dan biaya, Namun ada beberapa daerah yang masih belum dapat mengakses kemajuan teknologi tersebut. Mereka yang tinggal di pelosok cenderung mengalami kecemburuan sosial akibat merasa kurang adil dengan keadaan ekonomi di daerah mereka. Sehingga tak jarang mereka memilih untuk melakukan urbanisasi dengan tujuan untuk mengubah taraf hidup menjadi lebih baik. Di samping itu, mereka juga mendapat pendidikan yang kurang memadai, sedangkan perusahaan daerah perkotaan cenderung memilih pekerja yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Pemerintah harus berupaya lebih besar agar tidak terjadi ketertinggalan antara pelosok masyarakat dan perkotaan, sehingga memberikan pengaruh baik pula bagi kemajuan ekonomi di Indonesia seperti mengurangi angka respons, pendapatan Negara yang lebih tinggi, dsb. Indonesia akan bergerak menjadi negara yang maju secara perlahan. sedangkan perusahaan daerah perkotaan cenderung memilih pekerja yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Pemerintah harus berupaya lebih besar agar tidak terjadi ketertinggalan antara pelosok masyarakat dan perkotaan, sehingga memberikan pengaruh baik pula bagi kemajuan ekonomi di Indonesia seperti mengurangi angka respons, pendapatan Negara yang lebih tinggi, dsb. Indonesia akan bergerak menjadi negara yang maju secara perlahan. sedangkan perusahaan daerah perkotaan cenderung memilih pekerja yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Pemerintah harus berupaya lebih besar agar tidak terjadi ketertinggalan antara pelosok masyarakat dan perkotaan, sehingga memberikan pengaruh baik pula bagi kemajuan ekonomi di Indonesia seperti mengurangi angka respons, pendapatan Negara yang lebih tinggi, dsb. Indonesia akan bergerak menjadi negara yang maju secara perlahan.
Referensi: https://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php