Nama : Yessy Zazkia
NPM : 2216031078
Kelas : reg B
Jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia" ditulis oleh Agus Maladi Irianto dan membahas pentingnya integrasi nasional dalam menangkal etnosentrisme di Indonesia.
Etnosentrisme dapat menjadi ancaman bagi integrasi nasional di Indonesia, karena negara ini terdiri dari berbagai suku dan agama yang berbeda. Integrasi nasional diperlukan untuk mengembangkan rasa persatuan, kebersamaan, dan identitas nasional yang kuat di antara seluruh warga negara Indonesia.
Upaya integrasi nasional dapat dilakukan melalui pendidikan, media, budaya, dan politik. Pendidikan harus menjadi sarana untuk mengembangkan rasa cinta tanah air, keberagaman, dan toleransi di antara siswa. Media juga harus menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan integrasi nasional dan menghargai keberagaman.
Budaya juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat integrasi nasional. Seni dan budaya Indonesia, yang sangat kaya dan beragam, harus dipromosikan dan dipertahankan agar dapat menjadi sumber kebanggaan dan identitas nasional.
Pemerintah harus memperhatikan keberagaman suku dan agama dalam kebijakan-kebijakan yang dibuat, sehingga tidak menimbulkan konflik atau kesenjangan antar suku dan agama. Partisipasi politik dan keadilan sosial juga harus dipertahankan agar seluruh warga negara merasa dihargai dan memiliki peran yang sama dalam pembangunan negara.
Dalam konteks globalisasi dan tantangan baru yang dihadapi Indonesia, integrasi nasional akan menjadi kunci keberhasilan dan keberlangsungan negara. Oleh karena itu, integrasi nasional harus menjadi fokus utama bagi Indonesia untuk menangkal etnosentrisme dan mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional.
NPM : 2216031078
Kelas : reg B
Jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia" ditulis oleh Agus Maladi Irianto dan membahas pentingnya integrasi nasional dalam menangkal etnosentrisme di Indonesia.
Etnosentrisme dapat menjadi ancaman bagi integrasi nasional di Indonesia, karena negara ini terdiri dari berbagai suku dan agama yang berbeda. Integrasi nasional diperlukan untuk mengembangkan rasa persatuan, kebersamaan, dan identitas nasional yang kuat di antara seluruh warga negara Indonesia.
Upaya integrasi nasional dapat dilakukan melalui pendidikan, media, budaya, dan politik. Pendidikan harus menjadi sarana untuk mengembangkan rasa cinta tanah air, keberagaman, dan toleransi di antara siswa. Media juga harus menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan integrasi nasional dan menghargai keberagaman.
Budaya juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat integrasi nasional. Seni dan budaya Indonesia, yang sangat kaya dan beragam, harus dipromosikan dan dipertahankan agar dapat menjadi sumber kebanggaan dan identitas nasional.
Pemerintah harus memperhatikan keberagaman suku dan agama dalam kebijakan-kebijakan yang dibuat, sehingga tidak menimbulkan konflik atau kesenjangan antar suku dan agama. Partisipasi politik dan keadilan sosial juga harus dipertahankan agar seluruh warga negara merasa dihargai dan memiliki peran yang sama dalam pembangunan negara.
Dalam konteks globalisasi dan tantangan baru yang dihadapi Indonesia, integrasi nasional akan menjadi kunci keberhasilan dan keberlangsungan negara. Oleh karena itu, integrasi nasional harus menjadi fokus utama bagi Indonesia untuk menangkal etnosentrisme dan mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional.