Kiriman dibuat oleh Zakiya Devi Indirawati

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Zakiya Devi Indirawati -
Zakiya Devi Indirawati (2216031154) Reg B

Judul : Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Journal : Cakrawala : Jurnal Pendidikan
Volume dan Halaman : Volume 12, Nomor 1
Tahun : 2018
Penulis : Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, Mohamad Khamim.
Kata kunci : Pancasila, Pengembangan Kepribadian, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Permasalahan :Kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar tehadap dunia pendidikan. Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia. Saat ini, di Indonesia dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap aspek-aspek pendidikan yang ada di masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan (modernisasi). Pesatnya perkembangan teknologi informasi memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Jika hal tersebut dibiarkan akan menyebabkan nilai-nilai luhur pancasila dalam masyarakat terkikis bahkan habis tergilas budaya barat yang berkembang. Maka akar permasalahan yang dihadapi adalah apakah nilai-nilai dalam pancasila yang selama ini menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia terpengaruh perkembangan teknologi informasi.
Tujuan Penulisan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi IPTEK.
Sumber data : Kuisioner
Objek Penulisan: Nilai-nilai Pancasila dalam IPTEK

Hasil Penulisan : Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara umum responden dalam penelitian ini mempunyai pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Menurut responden Kemajuan teknologi Saat ini harus digunakan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Perkembangan Iptek yang ada dimanfaatkan untuk mempermudah proses belajar, untuk bertransaksi dan berbisnis dalam bidang-bidang perdagangan.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila terhadap variabel menyikapi perkembangan IPTEK pada mahasiswa program studi Matematika Universitas Pancasakti Tegal Semester 2 Tahun 2016/2017.

Kesimpulan : Mahasiswa sebagai generasi muda sebaiknya menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan Iptek, serta bisa menyeleksi pengaruh buruk kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negatif kepada bangsa Indonesia dan harus tetap berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar negara sehingga perkembangan Iptek bisa membantu pembangunan dan perkembangan Negara.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal

oleh Zakiya Devi Indirawati -
Nama : Zakiya Devi Indirawati
NPM : 2216031154
1. Sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus penyimpangan yang terdapat dalam sistem politik di Indonesia contoh pada penyimpangan tersebut seperti penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, konflik politik menunjukan bahwa aparatur negara saat ini belum sepenuhnya menerapkan nilai-nilai pancasila dalam berpolitik.
2. Etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal saya belum sepenuhnya mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. Terjadi krisis moral yang dialami khususnya oleh generasi milenial dan hal ini dapat mengancam masa depan kehidupan mereka sendiri serta masa depan bangsa. Salah satu faktor terbesar terjadinya krisis etika di generasi sekarang disebabkan oleh teknologi digital karena terpengaruh oleh hal-hal negatif yang mereka lihat dan cenderung meniru, padahal seharusnya teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak kemampuan dan mendapatkan banyak informasi yang bermanfaat. Untuk itu perlu kesadaran pada generasi muda dalam menerapkan etika di kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Zakiya Devi Indirawati -
Nama : Zakiya Devi Indirawati
NPM : 2216031154

Judul : PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA
Journal : Nurani Hukum
Volume dan Halaman : Vol. 3 No. 1 Hal 28-43
Tahun : 2020
Penulis : Ariesta Wibisono Anditya
Kata kunci : Media Massa, Pancasila, Kejahatan, Kontrol Sosial
Tujuan Penelitian : Mengetahui norma-norma terkait media massa yang disandingkan dengan asas-asas serta doktrin mengenai kontrol sosial berdasarkan penanaman nilai nilai Pancasila pada kehidupan masyarakat Indonesia.
Sumber data : Observasi
Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan secara normatif yakni penelitian yang mendasarkan pada kajian norma yang ada pada sistem hukum. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan undangundang (statute approach), pendekatan sosial (social approach), serta pendekatan asas. Analisis dan pembahasan disajikan secara deskriptif-eksplanatoris yaitu dengan menjabarkan temuan asas-asas, doktrin, teori dengan peristiwa yang terjadi serta memberikan penjelasan dengan rinci.
Objek penelitian : Media Masa

Pendahuluan:
Masyarakat selalu mengalami perkembangan, karenanya juga mengalami perubahan-perubahan, termasuk tata nilai yang ada. Akibat perkembangan teknologi yang sedemikian, segala bentuk telekomunikasi dapat terjadi tanpa mengenal waktu, sehingga aliran dalam filsafat, ideologi, dan kebudayaan pada umumnya mudah dikenal oleh berbagai jenis kelompok masyarakat dan mempengaruhi tata nilai yang mereka miliki. Hukum sudah cukup tua menjadi bagian kehidupan manusia dari masa ke masa dan terus berubah seiring perubahan sosial, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Hukum merupakan kontrol sosial, namun bukan berarti dengan cukup memahami hukum saja lantas masyarakat dapat dikendalikan. Kekuatan besar media massa pada masa awal abad ke-20 digambarkan sebagai peluru yang ditembakkan atau obat yang disuntikkan. Istilah ini kemudian memunculkan gagasan teori kekuatan pengaruh media massa. Artikel ini akan membahas mengenai bagaimana peran media massa pada masa kini menciptakan keharmonisan sosial sebagai alternatif dari hukum pidana retributif.
Pembahasan : Globalisasi merupakan situasi dan kondisi kehidupan intemasional yang seolah tanpa batas, sehingga kehidupan manusia berubah, besar kemungkinan untuk menjadikan manusia individualistik. Tidak dapat disangkal, bahwa globalisasi timbul karena didorong kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi, menyebabkan semakin derasnya arus informasi dengan segala dampaknya baik positif maupun negatif. Dampak negatif yang dapat timbul dari globalisasi adalah makin kuatnya persaingan di pasaran intemasional, karena adanya liberalisasi pandangan dan investasi, munculnya pengelompokan antara-negara yang cenderung meningkatkan profesionalisme dan diskriminasi pasar.
Penutup : Diperlukan Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video

oleh Zakiya Devi Indirawati -
Nama : Zakiya Devi Indirawati
NPM : 2216031154
Nilai-nilai yang terkandung dalam etika Pancasila
1. Sila ketuhanan mengandung dimensi moral berupa nilai spiritualitas yang mendekatkan diri kepada sang pencipta
2. Sila kemanusiaan mengandung dimensi humanisme yang artinya menjadikan manusia menjadi manusiawi yaitu upaya meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam pergaulan antar sasama
3. Sila Persatuan mengandung dimensi nilai solidaritas rasa kebersamaan dan cinta tanah air
4. Sila kerakyatan mengandung nilai berupa sikap menghargai atau mau mendengar pendapat orang lain
5. Sila keadilan mengandung dimensi nilai mau peduli atas Nasib orang lain kesediaan membantu kesulitan orang lain.
Urgensi pancasila dalam sistem etika yang pertama meletakkan sila-sila pancasila sebagai etika berarti menempatkan pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi bagi penentu sikap tindakan dan keputusan, yang kedua pancasila sebagai sistem etika memberikan pedoman bagi setiap warga negara sehingga memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan baik lokal nasional regional dan internasional, yang ketiga pancasila sebagai sistem etika dapat menjadi dasar analisis berbagai kebijakan sehingga tidak keluar dari semangat negara kebangsaan yang berjiwa pancasila.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Zakiya Devi Indirawati -

Nama : Zakiya Devi Indirawati 

NPM : 2216031154

Judul : Hubungan Antara Hukum dan Etika dalam Politik Hukum di Indonesia (Membaca Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Sumber Etik)
Journal : Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum
Volume dan Halaman : Vol. 17 No. 1, Hal 28-36
Tahun : 2017
Penulis : Sri Pujiningsih
Kata kunci : Hukum dan Etika, Politik Hukum, Pancasila

Tujuan Penulisan : Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui hubungan antara hukum dengan etik dan bagaimana kedudukan hubungan hukum dan etik dalam Politik Hukum di Indonesia.
Sumber data : Observasi

Objek Penulisan: Etika Politik Hukum di Indonesia

Pendahuluan : Tujuan negara Indonesia tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 alinea IV yang terdiri atas: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, kedamaian abadi, dan keadilan sosial. Pencapaian tujuan bersama tersebut harus dirancang, dirumuskan, dan disepakati bersama seluruh elemen bangsa yang dalam kebiasaan akademik disebut sebagai politik hukum. Sistem yang berlaku di Indonesia menetapkan bahwa perancangan tujuan melalui intstrumen hukum sangat dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan politik melalui percaturan kepentingan partai yang akan membentuk produk hukum tersebut. Pola umum dalam tulisan ilmiah ini adalah politik hukum yang berlaku di Indonesia saat ini. Tulisan ini mengkaji mengenai hubungan antara Hukum dengan Etika dalam Politik Hukum di Indonesia.

Pembahasan : Hubungan antara etika dan moral setiap orang memiliki moralitasnya sendiri, tetapi tidak sedemikian halnya dengan etika. Tidak semua orang perlu melakukan pemikiran yang kritis terhadap etika. Terdapat suatu kemungkinan bahwa seseorang mengikuti begitu saja pola-pola moralitas yang ada dalam suatu masyrakat tanpa perlu merefleksikannya secara kritis. Etika dan moral menunjukkan cara berbuat yang menjadi adat karena persetujuan atau praktek sekelompok manusia. Jadi moral dan moralitas dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan etik dipakai untuk pengkajian sistem nilai-nilai atau kode. Tujuan utamanya adalah kehidupan yang baik bukan sekedar kehidupan yang selalu benar atau tidak pernah salah. Sedangkan dalam hubungan antara etika dengan hukum bisa dilihat dari 3 (tiga) dimensi yakni dimensi substansi dan wadah, dimensi hubungan keluasan cakupannya serta dimensi alasan manusia untuk mematuhi atau melanggarnya.

Penutup : Politik hukum merupakan sikap untuk memilih apa-apa yang berkembang dimasyarakat, kemudian dipilih sesuai dengan prioritas dan diselaraskan dengan konstitusi kita (UUD 1945) dan kemudian dituangkan dalam produk hukum. Rumusan politik hukum sudah 15 tahun setelah kemerdekaan melalui TAP MPRS No. 2 tahun 1960 tentang Garis-garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (GBPNSB) berlaku 9 (sembilan tahun) dan kemudian dirubah menjadi Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang diperbarui selama 5 (lima) tahun sekali. Sementara itu, hubungan antara etika dengan hukum bisa dilihat dari 3 (tiga) dimensi yakni dimensi substansi dan wadah, dimensi hubungan keluasan ca-kupannya serta dimensi alasan manusia untuk mematuhi atau melanggarnya.