Kiriman dibuat oleh Dwina Rahmaditya Azzahra

Dwina Rahmaditya Azzahra 2216031008 Reguler B

Hasil analisis saya terhadap video tersebut :

Pembuangan limbah pabrik secara sembarangan yang dilakukan oleh pabrik pembuatan pakaian meresahkan warga sekitar. Hal ini disebabkan karena limbah pabrik tersebut dibuang ke sungai, yang mana menyebabkan sungai tercemar menjadi kotor dan bau busuk. Warga pun melakukan aksi protes unjuk rasa terhadap pabrik dan menutup saluran limbah tersebut. Adanya peristiwa ini, dikarenakan pihak pengelola pabrik yang tidak mengerti proses pembuangan limbah yang baik dan benar. Maka dari itu, penting adanya sebuah penerapan etika dalam kehidupan bermasyarakat. Etika ini berperan sebagai pedoman untuk bertingkah laku di masyarakat.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Diskusi

oleh Dwina Rahmaditya Azzahra -
Dwina Rahmaditya Azzahra 2216031008 Reguler B

1. Jika nilai-nilai Pancasila tidak diterapkan dengan baik pada kemajuan teknologi, maka akan menghasilkan berbagai dampak negatif. Dampak negatif tersebut di antaranya adalah hilangnya suatu arah dan tujuan yang jelas suatu bangsa. Adanya suatu perkembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai-nilai Pancasila ini bisa menyebabkan lunturnya nilai-nilai budaya dan agama bangsa Indonesia yang mana nilai-nilai ini sudah ada sejak dahulu dan berakar dari bangsa Indonesia. Perkembangan teknologi haruslah disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila agar perkembangan teknologi ini bisa memberikan manfaat dan dampak yang positif terhadap masyarakat. Dalam perkembangan IPTEK, Pancasila berperan dalam menyatukan masyarakat, menghormati setiap agama dan kebebasan berpendapat, bertindak adil, dan bertindak sesuai dasar-dasar norma yang ada.

2. IPTEK berperan dalam kemajuan perekonomian negara Indonesia. Adanya IPTEK dapat memudahkan kegiatan perekonomian manusia. Salah satu contohnya adalah kemudahan bertransaksi jual beli secara online melalui platform aplikasi belanja online. Saat ini, platform belanja online merupakan salah satu platform yang digemari dan diminati oleh masyarakat. Adanya hal ini membuat masyarakat merasa lebih fleksibel dan dimudahkan dalam bertransaksi jual beli tanpa harus mendatangi toko secara langsung. Namun, hal ini belum sesuai dengan implementasi nilai sila ke-5, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pasalnya, masih banyak ditemukan daerah-daerah di pelosok Indonesia yang masih belum bisa mengakses jaringan internet, bahkan masih ada yang belum mendapatkan akses listrik.
Dwina Rahmaditya Azzahra 2216031008 Reguler B

Tanggapan saya mengenai dua artikel tersebut :

Setelah dilakukan adanya analisis terhadap dua artikel tersebut. Perkembangan IPTEK merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Perubahan-perubahan yang disebabkan oleh adanya perkembangan IPTEK tentu tidak dapat dihentikan. Perubahan ini memberikan dampak yang snagat luar biasa bagi kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Lewat adanya perkembangan IPTEK ini, tentunya nilai-nilai Pancasila semakin mengalami suatu kehilangan eksistensinya. Pancasila merupakan suatu pandangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, apabila nilai-nilai Pancasila ini tidak lagi diterapkan, maka akan menjadi suatu tantangan yang besar dalam kehidupan. Adanya perkembangan IPTEK haruslah senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila agar perkembangan tersebut memiliki arah dan tujuan yang jelas kedepannya. Perkembangan IPTEK memberikan dampak yang positif dan negatif terhadap kehidupan bermasyarakat. Dampak positifnya ialah menunjang kegiatan produksi, memudahkan komunikasi dengan orang lain, dan memudahkan adanya proses pembelajaran. Selain itu, dampak negatifnya ialah carding, membuat ketergantungan, dan mengundang kekerasan. Dampak negatif ini harus kita hindari agar tidak mengancam kehidupan. Pancasila memiliki peranan yang sangat luas dalam kehidupan bangsa Indonesia, karena Pancasila berasal dari akar budaya bangsa sendiri. Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu harus sesuai dengan nilai yang terkandung dalam Pancasila, harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek, memiliki peran sebagai rambu normatif bagi pengembangan ilmu, dan harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indegenisasi ilmu.
Dwina Rahmaditya Azzahra 2216031008 Reguler B

Judul : Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK
Jurnal : Jurnal Syariati
Volume, No, Tahun : Volume IV, No. 2, 2018.
Penulis : Ika Setyorini

Hasil Analisis :

Pancasila sebagai ideologi negara adalah kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama dari bangsa Indonesia. Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dewasa ini mencapai kemajuan pesat sehingga peradaban manusia mengalami perubahan yang luar biasa. Pengembangan Iptek tidak dapat terlepas dari stuasi yang melengkapinya, yang berarti IPTEK akan selalu berkembang dalam sebuah ruang budaya. Nilai-nilai Pancasila Pancasila meliputi : (i) nilai dasar (instrinsik) yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak, mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang telah ditetapkan oleh the faounding fathers; (ii) nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu, bersifat lebih kontekstual dan harus selalu disesuaikan dengan tuntunan zaman mencakup kebijakan, strtaegi organisasi, sistem, rencana dan program berupa peraturan perundang-undangan yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara negara; dan (iii) nilai paraktis yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu, bersifat dinamis demi tegaknya nilai instrumental dan menjamin nilai dasar tetap relevan dengan permaslahan utama yang dihadapi masyarakat sesuai dengan zamannya. Sebagai sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat ditemukan dalam sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan yang ada dibalik peistiwa yang terjadi dalam masyarakat. Misalnya dengan rencana dibangunnya pembangunan pusat tenaga nuklir disemenanjung muria beberapa tahun yang lalu. Hal ini akan dikaitkan dengan isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan.