Kiriman dibuat oleh Evita Listi Maharani

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Evita Listi Maharani -
Evita Listi Maharani 2216031064 Reguler B

Globalisasi membawa banyak perubahan bagi masyarakat di seluruh dunia termasuk Indonesia. Globalisasi berlangsung melalui dua dimensi, yaitu dimensi ruang dan dimensi waktu. Adapun ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat. Dalam hal ini, dapat dimaksudkan bahwa penggunaan teknologi mempermudah akses komunikasi yang terjadi misalnya dengan sanak saudara yang berada di luar daerah. Adanya globalisasi menjadikan segala aspek kehidupan berkembang dengan pesat, dalam hal pendidikan pun demikian. Globalisasi membawa perubahan pendidikan dari yang semula tradisional menuju pendidikan yang lebih modern. Penyebab utama yang paling terasa terhadap perubahan tersebut yaitu dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, contohnya jika zaman dahulu proses penyampaian pesan menggunakan surat yang membutuhkan waktu cukup lama untuk memberi informasi tersebut kepada seseorang, maka sekarang sudah ada teknologi yang lebih canggih seperti ponsel sehingga informasi yang akan disampaikan akan tercapai dengan cepat. Dalam konsepnya, globalisasi menjadikan yang jauh terasa lebih dekat, yang lambat menjadi lebih singkat dalam berbagai hal. Namun, di samping hal-hal positif dari proses globalisasi, terdapat pula dampak negatif yang secara perlahan mulai mengubah pola hidup dan pemikiran masyarakat khususnya dalam hal ideologi. Bukan pancasila yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi, akan tetapi masyarakatnya. Baik buruknya pengaruh globalisasi ditentukan melalui bagaimana orang tersebut memanfaatkannya. Tidak terkontrolnya berbagai informasi yang masuk dengan berbagai pengaruh dari luar menyebabkan nilai-nilai luhur pancasila perlahan akan terkikis habis oleh pengaruh budaya barat.
Dasar-dasar pelaksanaan pendidikan pancasila di perguruan tinggi terdiri dari tiga hal, yaitu dasar filosofis yang membahas tentang pertentangan ideologi kapitalisme dan ideologi komunisme. Kedua aliran tersebut menimbulkan sistem kenegaraan yang berbeda. Namun, para pendiri negara mampu melepaskan diri dari dua tarikan ideologi yang saling bertolak belakang tersebut dengan merumuskan pandangan dasar pada sebuah konsep filosofis pancasila. Dasar sosiologis, kebhinekaan atau pluralitas masyarakat yang masih tinggi di mana agama, ras, etnik, kebiasaan, adat istiadat, bahasa, dan tradisi yang penuh perbedaan menyebabkan ideologi pancasila dapat diterima sebagai pemersatu. Dasar yang ketiga yaitu dasar yuridis, konsekuensi dari nilai-nilai pancasila tercantum dalam pembukaan UUD NRI 1945 secara yuridis konstitusional mempunyai kekuatan hukum yang sah dan mengikat.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal

oleh Evita Listi Maharani -
1. Menurut saya pribadi, meski Indonesia sudah memiliki pancasila sebagai pandangan hidup, namun sistem politik tersebut belum sepenuhnya menjadikan pancasila benar-benar sebagai pandangan hidup bangsa. Hal ini dapat terjadi karena minusnya etika yang dimiliki oleh oknum-oknum yang bersangkutan. Bukan menjadi hal tabu bagi bangsa Indonesia terkait kasus korupsi yang hingga saat ini masih belum dapat dikendalikan. Jika dilihat dalam fakta yang terjadi, pelaku korupsi masih belum mendapatkan hukuman setimpal dengan apa yang dia perbuat. Satu oknum merugikan banyak pihak. Namun, apakah hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku korupsi sudah sebanding dengan apa yang dia lakukan? Saya rasa belum. Bahkan, para pelaku korupsi masih bisa diberi keringanan hukuman. Jika dilihat dari kacamata spiritual, apa yang menyebabkan hal itu terjadi? Apa kurangnya keimanan menjadi alasan yang sesuai untuk melakukan penggelapan uang? Jika korupsi dijadikan alasan karena kurangnya keimanan, lalu untuk apa dia bersedia untuk disumpah di bawah al -qur'an. Fakta-fakta seperti inilah yang membuat sebagian besar rakyat indonesia tidak percaya dengan hukum yang ada di Indonesia. Indonesia memang negara hukum, akan tetapi semakin ke atas hukum tersebut akan semakin tumpul, berbanding terbalik dengan masyarakat miskin yang merasakan ketajaman hukum di Indonesia meski hanya sekedar mengambil potongan kayu bakar.

2. Semakin berkembangnya teknologi dan informasi, saya rasa etika yang dimiliki oleh generasi muda zaman sekarang semakin dikesampingkan. Norma dan moral yang menjadi pegangan dalam hidup bermasyarakat seolah dilupakan begitu saja. Kecanggihan teknologi pun turut mengambil peran besar atas hilangnya kesopanan generasi muda zaman sekarang. Gaya hidup yang kebarat-baratan membuat generasi muda semakin liar dan enggan untuk mengikuti petuah yang diberikan. Solusi yang dapat diberikan untuk membatasi permasalahan ini, salah satunya peran serta kedua orang tua dalam memberikan pengawasan dan juga pembatasan kepada siapa saja anak itu harus berteman, serta menanamkan nilai-nilai religius sejak dini. Selain itu, pendidikan karakter juga diperlukan untuk anak, supaya tidak terlalu terbawa arus lingkungan toxic yang saat ini tengah menjadi momok yang menakutkan bagi generasi muda.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Evita Listi Maharani -
Evita Listi Maharani (2216031064) Reguler B
Dasar dan tujuan memiliki hubungan erat yang tidak bisa dipisahkan. Apabila dasarnya adalah liberalism, maka tujuan yang akan dicapai merupakan liberal, begitupun yang lainnya. Sehingga dapat diambil kesimpulan, karena dasar bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka tujuan yang akan dicapai harus berlandaskan dengan nilai dan moral Pancasila. Pancasila memiliki peranan yang amat penting yaitu sebagai pedoman dan pandangan hidup bangsa. Pancasila memiliki tolak ukur untuk menimang suatu hal benar atau salah untuk dilakukan. Pancasila terdiri dari tiga kategori nilai, yaitu nilai materiil, nilai vital, dan nilai kerohanian. Adapun yang dimaksud dengan nilai materiil merupakan nilai yang berguna bagi unsur manusia. Nilai vital merupakan nilai yang dapat bermanfaat untuk melakukan suatu kegiatan. Nilai kerohanian merupakan nilai yang berguna bagi unsur spiritual manusia. Norma yang terdapat dalam sila-sila Pancasila dapat ditemui melalui hakikat isinya. Hakikat yang pertama, yakni hakikat Tuhan, hakikat ini dapat ditemukan dalam pernyataan seperti causa prima, sangkan paraning dhumadhi, dzat yang mutlak. Hakikat yang kedua terdiri dari dua teori, yaitu monodualisme yang mengajarkan bahwa manusia merupakan dua asas yang menjadi satu kesatuan, dan monopluralisme yang memberikan ajaran bahwa manusia terdiri dari banyak asas yang merupakan kesatuan. Hakikat yang ketiga merupakan hakikat yang tidak dibagi-bagi lagi (hakikat satu). Hakikat yang keempat merupakan hakikat rakyat. Sedangkan hakikat yang keenam merupakan hakikat adil. Berikut adalah peranan pers nasional dalam pasal 06 uu pers no. 40 tahun 199 :
1. Memenuhi hak masyarakat untuk tahu
2. Menegakkan nilai-nilai demokrasi
3. Mengembangkan pendapat umum
4. Melakukan pengawasan, kritik, dan koreksi
5. Memperjuangkan keadilan serta kebenaran
Etika yang harus dimiliki saat meliput berita hukum di media massa
1. Dalam peliputan harus berpedoman pada aspek idiil dan komersial
2. Dalam menyajikan informasi tidak diharapkan yang terlalu serius
3. Para wartawan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan

Jurnal tersebut membahas tentang penanaman nilai-nilai pancasila melalui kontrol sosial sebagai salah satu cara untuk menangkal kejahatan. Hal ini perlu dilakukaan karena hingga saat ini masih banyak berita yang tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi. Oleh karena itu media massa memiliki peran yang sangat penting untuk menekan kejahatan yang beredar hingga saat ini.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Evita Listi Maharani -
Evita Listi Maharani (2216031064) Reguler B
Sebagaimana dikemukakan oleh para pendiri negara, tujuan negara Indonesia tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea IV yang terdiri atas melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, kedamaian abadi, dan keadilan sosial. Pencapaian tujuan bersama tersebut harus dirancang, dikemukakan, dan disepakati bersama seluruh elemen bangsa yang dalam kebiasaan akademik disebut politik hukum.
Moral berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut pandang baik maupun buruk, sopan atau tidak sopan, susila ataupun tidak susila. Etika berkaitan dengan dasar-dasar filosofis dalam hubungan dengan tingkah laku manusia, dengan pandangan hidup, serta filsafat hidup dari masyarakat tertentu. Adapun yang dimaksud dengan moral merupakan suatu ajaran-ajaran yang menjadi patokan dalam menjalani hidup di masyarakat. Etika adalah ilmu pengetahuan yang membahas prinsip-prinsip moralitas. Semua orang memiliki moral tetapi tidak semua orang memiliki etika yang baik.
Secara historis dan perkembangan ilmu pengetahuan sistem etika berkembang melalui 5 tahapan : tahap pertama etika teologi, tahap kedua etika ontologis, tahap ketiga positivasi etik dan pedoman perilaku yang lebih konkrit, keempat etika fungsional tertutup di mana peradilan etik dilakukan di dalam internal komunitas/organisasi secara tertutup, dan yang kelima etika fungsional terbuka dalam bentuk peradilan etika yang bersifat terbuka. Jimly Asahiddiqie, mengibaratkan antara hukum dengan etika dengan memberi catatan agama sebagai ruh/jiwa .

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video

oleh Evita Listi Maharani -
Evita Listi Maharani (2216031064) Reguler B
Dari video tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa etika merupakan hal yang penting karena diperlukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan mempelajari etika kita diharapkan mampu untuk menjalankan kehidupan dengan baik sesuai norma yang berlaku di dalam masyarakat. Sedangkan, yang dimaksud etika pancasila merupakan cabang dari ilmu filsafat yang kemudian dijabarkan melalui sila-sila untuk menjadi pedoman hidup bermasyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Adapun nilai-nilai etika yang terkandung dalam pancasila sebagai berikut :
1. Sila pertama mengandung makna spiritual (ketuhanan) sebagai moral atau tiang penyangga dalam mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Sila kedua mengandung makna humanisme (kemanusiaan) yang berarti bahwa setiap manusia memiliki derajat yang sama dengan manusia lain
3. Sila ketiga mengandung nilai persatuan sebagai cara meningkatkan rasa solidaritas, kebersamaan antar sesama, saling tolong menolong, dan cinta tanah air
4. Sila keempat mengandung nilai kerakyatan, dalam artian bahwa setiap manusia harus bersikap terbuka dalam menerima kritik dan saran dari orang lain
5. Sila kelima mengandung nilai keadilan sosial, sebagai warga negara Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, segala bentuk diskriminasi tidak diperbolehkan dengan alasan apapun. Selain itu, kita juga diminta untuk membantu orang lain yang mengalami kesulitan tanpa menilai latar belakang orang tersebut
Adapun urgensi pancasila dalam sistem etika yaitu menempatkan pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi, serta memberikan pedoman bagi setiap warga negara dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.