Muhammad Riza Abrian_2216031160_Reg B
Salah satu mimpi dan cita-cita kita adalah menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik dan saling pengertian satu sama lain, yang kemudian kehidupan bersama yang dijalankan dengan baik ini, kita pertahankan dan wariskan kepada anak dan cucu kita di generasi mendatang.
Demi tercapainya cita-cita itu, kita membutuhkan etika yang mengatur dan menjaga alur kehidupan kita sehingga dalam prosesnya, tidak akan ada perpecahan dan perselisihan karena perbedaan pendapat dan rasa saling benci.
Pancasila sebagai dasar negara, sudah mengatur dan mengandung di dalamnya nilai-nilai etika untuk kita terapkan dalam kehidupan.
Disebut etika pancasila, yaitu sebuah cabang ilmu filsafat yang dijabarkan dari sila-sila pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan bermasyarakat di Indonesia.
Dan nilai-nilai yang terkandung dalam etika pancasila yaitu :
1. Sila Ketuhanan, yang mengandung dimensi moral berupa nilai spiritualitas, mengajarkan kita untuk taat dan mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa
2. Sila Kemanusiaan, mengandung dimensi humanus, menjadikan manusia menjadi manusiawi, meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam pergaulan antar sesama.
3. Sila Persatuan, mengandung dimensi solidaritas, rasa kebersamaan dan cinta tanah air.
4. Sila Kerakyatan, mengandung nilai berupa sikap menghargai mau mendengar pendapat orang lain.
5. Sila Keadilan, mengandung dimensi nilai kepedulian kepada orang lain, rasa empati dan simpati yang dibutuhkan untuk mencapai keadilan.
Namun sayangnya, tidak semua warga negara Indonesia menerapkan nilai-nilai etika pancasila dalam menjalani keseharian mereka. Dapat dilihat dari masih banyaknya perpecahan yang sering terjadi, kurangnya rasa simpati dan empati terhadap sesama dan rasa egois, memikirkan diri sendiri dibandingkan orang lain.
Jika ingin mencapai kehidupan bernegara yang harmonis, maka kita harus dengan cepat dan sigap belajar dan mengamalkan nilai-nilai etika Pancasila.
Sikap kita yang sigap dalam mempelajarinya disebut urgensi, ada beberapa urgensi etika Pancasila yang harus kita lakukan sebagai warga negara yaitu menempatkan Pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi dalam membawa diri, membuat keputusan dan menjaga hubungan antar sesama. Penerapan pencasila dalam tata pergaulan baik lokal sampai internasional. Dan menggunakan Pancasila sebagai dasar analisis dalam kebijakan sehingga tidak melenceng dari semangat negara yang berjiwa Pancasila.
Salah satu mimpi dan cita-cita kita adalah menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik dan saling pengertian satu sama lain, yang kemudian kehidupan bersama yang dijalankan dengan baik ini, kita pertahankan dan wariskan kepada anak dan cucu kita di generasi mendatang.
Demi tercapainya cita-cita itu, kita membutuhkan etika yang mengatur dan menjaga alur kehidupan kita sehingga dalam prosesnya, tidak akan ada perpecahan dan perselisihan karena perbedaan pendapat dan rasa saling benci.
Pancasila sebagai dasar negara, sudah mengatur dan mengandung di dalamnya nilai-nilai etika untuk kita terapkan dalam kehidupan.
Disebut etika pancasila, yaitu sebuah cabang ilmu filsafat yang dijabarkan dari sila-sila pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan bermasyarakat di Indonesia.
Dan nilai-nilai yang terkandung dalam etika pancasila yaitu :
1. Sila Ketuhanan, yang mengandung dimensi moral berupa nilai spiritualitas, mengajarkan kita untuk taat dan mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa
2. Sila Kemanusiaan, mengandung dimensi humanus, menjadikan manusia menjadi manusiawi, meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam pergaulan antar sesama.
3. Sila Persatuan, mengandung dimensi solidaritas, rasa kebersamaan dan cinta tanah air.
4. Sila Kerakyatan, mengandung nilai berupa sikap menghargai mau mendengar pendapat orang lain.
5. Sila Keadilan, mengandung dimensi nilai kepedulian kepada orang lain, rasa empati dan simpati yang dibutuhkan untuk mencapai keadilan.
Namun sayangnya, tidak semua warga negara Indonesia menerapkan nilai-nilai etika pancasila dalam menjalani keseharian mereka. Dapat dilihat dari masih banyaknya perpecahan yang sering terjadi, kurangnya rasa simpati dan empati terhadap sesama dan rasa egois, memikirkan diri sendiri dibandingkan orang lain.
Jika ingin mencapai kehidupan bernegara yang harmonis, maka kita harus dengan cepat dan sigap belajar dan mengamalkan nilai-nilai etika Pancasila.
Sikap kita yang sigap dalam mempelajarinya disebut urgensi, ada beberapa urgensi etika Pancasila yang harus kita lakukan sebagai warga negara yaitu menempatkan Pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi dalam membawa diri, membuat keputusan dan menjaga hubungan antar sesama. Penerapan pencasila dalam tata pergaulan baik lokal sampai internasional. Dan menggunakan Pancasila sebagai dasar analisis dalam kebijakan sehingga tidak melenceng dari semangat negara yang berjiwa Pancasila.