Kiriman dibuat oleh Muhammad Riza Abrian

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Muhammad Riza Abrian -
Muhammad Riza Abrian_2216031160_Reg B

Perkembangan IPTEK bukan jadi alasan untuk generasi muda untuk meninggalkan dan menyepelekan Pancasila. Sebaliknya, mereka harus berpegang teguh kepada Pancasila dalam menghadapi perubahan IPTEK agar tidak tersesat dalam perkembangannya dan juga sebagai ujung tombak dalam menciptakan IPTEK yang dapat mendukung bangsa dan negara.

Mahasiswa sebagai Generasi Muda penerus bangsa, perlu memiliki sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai mahasiswa atau sebagai warga negara, lalu harus memiliki rasa toleransi akan perbedaan ras, agama dan lainnya yang selalu ditemui dalam kehidupan dan yang paling penting, harus mengamalkan Pancasila.

Dengan pengamalan Pancasila yang benar juga dengan kesadaran moral, norma dan etika dari Mahasiswa, akan menghasilkan cara berpikir dan pandangan yang bukan hanya bersih dan jauh dari kesesatan, namun juga dapat mengatasi IPTEK bahkan memanfaatkan dan mengembangkannya demi kepentingan bangsa dan negara. Karena Pancasila merupakan filter atau penyaring dari Globalisasi yang datang dari luar bangsa yang memiliki kebudayaan dan cara pikir berbeda sehingga Pancasila berguna memilah hal-hal apa saja yang pantas dan dapat diterapkan dalam kehidupan Bangsa Indonesia.

Edukasi dan Pendidikan Pancasila harus lebih digaungkan dan harus memiliki cara yang menyesuaikan zaman agar mereka dapat mengamali Pancasila dengan seutuh Jiwa dan Raga tanpa ada rasa paksaan yang membuat mereka mengamalkan dengan setengah hati bahkan tidak peduli.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video

oleh Muhammad Riza Abrian -
Muhammad Riza Abrian_2216031160_Reg B
Manusia adalah makhluk yang diberkahi dengan akal dan kepintaran. Seiring perkembangan manusia, beragam peradaban menciptakan penemuan-penemuan baru yang membantu dan mendukung kehidupan manusia itu sendiri.
Hingga saat ini pun, manusia masih terus menggali dan mencari segala kemungkinan yang ada demi keberlangsungan hidup manusia.

IPTEK adalah "penemuan" yang diciptakan oleh manusia untuk mengarungi dan memudahkan perjalanan kehidupan mereka, namun pada prosesnya bisa jadi ada yang menggunakannya sesuai fungsinya atau ada juga yang melenceng untuk sesuatu yang diluar tujuan "penemuan" itu diciptakan.

Pancasila memiliki nilai-nilai yang bukan hanya untuk hubungan sesama manusia, namun juga terkandung di dalamnya mengenai Ilmu dan Teknologi untuk membimbing kita agar tak ketinggalan dengan negara atau bangsa lain karena perkembangan IPTEK itu sangat cepat terjadi.

Nilai dari sila Pertama, IPTEK tidak hanya memikirkan sesuatu yang ditemukan, dibuktikan dan juga diciptakan tetapi juga dipertimbangkan tujuan dan efeknya kepada manusia, lingkungan dan kehidupan. Juga dalam prosesnya harus membuat batasan keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak.

Sila Kedua, memberi dasar moralitas manusia dalam mengembangkan IPTEK karena adalah hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.

Sila Ketiga, mengajarkan universalitas dan internasionalisme. IPTEK dalam pengembangannya hendaklah bertujuan meningkatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan sebagai umat manusia.

Sila Keempat, pengembangan IPTEK harus berdasar bentuk demokratis. Seluruh pihak yang ikut andil dalam pengembangan IPTEK harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan memikiki sikap terbuka dalam menerima saran atau kritik. Karena kembali lagi, IPTEK diciptakan untuk kepentingan dan kebutuhan bersama jadi dalam penciptaannya tidak boleh ada egoisme.

Sila Kelima, IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia, yaitu keseimbangan dalam hubungan diri sendiri, dengan tuhan maupun dengan sesama manusia dan bangsa juga Lingkungannya.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Muhammad Riza Abrian -
Muhammad Riza Abrian_2216031160_Reg B

Pancasila sebagai dasar negara, memuat cara kita menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti hak dan kewajiban yang salah satunya adalah menjaga keutuhan NKRI. Media Massa adalah teknologi yang dapat menggapai banyak orang, atau bahkan seluruh masyarakat. Dengan pengaruhnya yang besar dan luas, media massa dapat digunakan untuk menekan kejahatan di Indonesia. Menyebarkan kesadaran akan kewajiban dan tanggung jawab sebagai warga negara, dengan menanamkan nilai-nilai pancasila yang merupakan norma dan pedoman yang harus diterapkan dalam diri warga negara Indonesia. Norma pancasila dapat dilihat melalui hakekat isi pancasila yaitu Hakekat Ketuhanan, Hakekat Kemanusiaan, Hakekat Kesatuan, Hakekat Rakyat dan Hakekat Keadilan. Dengan memahami dan menjalankan nilai-nilai pancasila, akan tercipta kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang sesuai dengan etika, moral dan norma.

Peran Pers dan Media Massa bahkan telah diatur dalam undang-undang, sebagaimana dirumuskan dalam Pasal 6 Undang-Undang Pers No. 40
Tahun 1999 tentang Pers disebutkan
bahwa Pers Nasional akan melaksanakan
peranan sebagai berikut:
a. Untuk memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui;
b. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong mewujudkan supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan;
c. Mengembangkan pendapat umum yang berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar;
d. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan juga saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum;
e. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Yang paling utama dari media massa adalah pesan yang disampaikan melalui media massa haruslah bersifat otentik dan berupa fakta, jika menyebarkan berita palsu, bukan hanya melanggar asas pers dan jurnalistik, tetapi juga melanggar undang-undang dan pancasila.

Perjalanan media massa di Indonesia masih belum ada peningkatan yang berarti, berita yang disuguhkan hanya berupa penyampaian berita saja, tidak ada bentuk dan upaya menyebarkan nilai-nilai pancasila.
Walaupun hal tersebut tak menyalahi kaidah pers dan undang-undang, namun sangat disayangkan jika tidak memaksimalkan penggunaan media massa. Belum lagi di era Internet seperti ini, semua orang dapat menulis hal apapun sehingga berita bohong semakin banyak dan para konsumen cenderung menelan secara mentah-mentah informasi yang datang kepadanya. Minimnya literasi dan edukasi akan informasi dapat menyebabkan kesalahan yang tak diperlukan. Diharapkan pemerintah dengan pelaku media massa melakukan kerjasama dan evaluasi lebih lanjut dalam penyebaran dan penggunaan informasi yang lebih efektif.
Media massa dapat mendorong dan mengubah pola pikir masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai pancasila, padahal informasi adalah senjata kuat yang bisa mengubah perspektif dan tujuan hidup satu insan manusia.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video

oleh Muhammad Riza Abrian -
Muhammad Riza Abrian_2216031160_Reg B

Salah satu mimpi dan cita-cita kita adalah menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik dan saling pengertian satu sama lain, yang kemudian kehidupan bersama yang dijalankan dengan baik ini, kita pertahankan dan wariskan kepada anak dan cucu kita di generasi mendatang.

Demi tercapainya cita-cita itu, kita membutuhkan etika yang mengatur dan menjaga alur kehidupan kita sehingga dalam prosesnya, tidak akan ada perpecahan dan perselisihan karena perbedaan pendapat dan rasa saling benci.

Pancasila sebagai dasar negara, sudah mengatur dan mengandung di dalamnya nilai-nilai etika untuk kita terapkan dalam kehidupan.

Disebut etika pancasila, yaitu sebuah cabang ilmu filsafat yang dijabarkan dari sila-sila pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

Dan nilai-nilai yang terkandung dalam etika pancasila yaitu :

1. Sila Ketuhanan, yang mengandung dimensi moral berupa nilai spiritualitas, mengajarkan kita untuk taat dan mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa
2. Sila Kemanusiaan, mengandung dimensi humanus, menjadikan manusia menjadi manusiawi, meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam pergaulan antar sesama.
3. Sila Persatuan, mengandung dimensi solidaritas, rasa kebersamaan dan cinta tanah air.
4. Sila Kerakyatan, mengandung nilai berupa sikap menghargai mau mendengar pendapat orang lain.
5. Sila Keadilan, mengandung dimensi nilai kepedulian kepada orang lain, rasa empati dan simpati yang dibutuhkan untuk mencapai keadilan.

Namun sayangnya, tidak semua warga negara Indonesia menerapkan nilai-nilai etika pancasila dalam menjalani keseharian mereka. Dapat dilihat dari masih banyaknya perpecahan yang sering terjadi, kurangnya rasa simpati dan empati terhadap sesama dan rasa egois, memikirkan diri sendiri dibandingkan orang lain.

Jika ingin mencapai kehidupan bernegara yang harmonis, maka kita harus dengan cepat dan sigap belajar dan mengamalkan nilai-nilai etika Pancasila.

Sikap kita yang sigap dalam mempelajarinya disebut urgensi, ada beberapa urgensi etika Pancasila yang harus kita lakukan sebagai warga negara yaitu menempatkan Pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi dalam membawa diri, membuat keputusan dan menjaga hubungan antar sesama. Penerapan pencasila dalam tata pergaulan baik lokal sampai internasional. Dan menggunakan Pancasila sebagai dasar analisis dalam kebijakan sehingga tidak melenceng dari semangat negara yang berjiwa Pancasila.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal

oleh Muhammad Riza Abrian -
Muhammad Riza Abrian_2216031160_Reg B

1. Tidak. Para pelaku politik, pemerintahan dan lembaga-lembaga yang berjalan di dalamnya, tidak sejalan perilaku politiknya dengan nilai-nilai etika yang berjalan di masyarakat. Kegiatan politik yang mereka lakukan bahkan seakan-akan tidak peduli dengan kepentingan khalayak umum dan masyarakat, padahal hal tersebut adalah inti dari politik itu sendiri, dimana mereka bekerja untuk melayani masyarakat, bukan bertindak seenak jidat, berlagak layaknya raja dan menelantarkan rakyatnya.

Dibutakan dengan Tahta dan Harta, mereka menelantarkan tanggung jawab mereka, yang mereka lakukan bukan hanya tak punya etika tetapi juga melawan Pancasila seperti Sila Ke-5, mereka yang harusnya memberikan keadilan bagi seluruh warga Indonesia, yang mereka lakukan adalah sebaliknya.

Kegiatan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) sudah menjadi tradisi dalam kegiatan politik Indonesia, rakyat pun sudah lelah dan muak akan hal ini, karena bila tertangkap sekalipun, mereka mendapatkan hukukan yang tidak sesuai atas perbuatan mereka atau lebih parah lagi, tidak dihukum sama sekali.
Bukan hanya liga besar, tapi pelaku dari ranah yang lebih rendah seperti petugas yang berwenang membuat kartu dan dokumen sipil, banyak terjadi pungutan liar dan tindakan suap. Bahkan masih ada E-KTP yang belum selesai dibuat disebabkan mereka tidak kompeten dan tidak profesional.
Ketidakadilan, penyalahgunaan kekuasaan, menelantarkan tanggung jawab, dsb. Kesadaran manusiawi dibutuhkan untuk menciptakan politik yang menerapkan etika di dalamnya.

2. Saya bersyukur, di tempat tinggal saya yang baru ini, anak-anak dan remaja di sini memiliki sikap yang sopan dan santun, khususnya kepada yang lebih tua. Saya melihat orang tua mereka mendidik mereka dengan cermat, mengajarkan pendidikan etika dan moral yang sesuai dengan kehidupan masyarakat, pancasila dan agama. Saya masih belum melihat ataupun mendengar perilaku mereka yang tak sesuai adab, bahkan kepada sesama teman sebaya mereka.

Orang tua memiliki pengaruh yang paling besar dalam pengembangan anak, orang tua berperan mengarahkan dan menjaga perilaku anak mereka dan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan etika masyarakat dan Pancasila.
Perkembangan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh rakyat, karena mereka merupakan pewaris mimpi dan cita-cita bangsa. Jika orang tua gagal, maka kita harus menciptakan lingkungan yang mendukung bagi anak-anak.