Kiriman dibuat oleh Muhammad Riza Abrian

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Muhammad Riza Abrian -
Muhammad Riza Abrian (2216031160) Reguler B
Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara merupakan bentuk utuh dari nilai yang menyusun bangsa Indonesia. Pancasila mengatur dan membimbing seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam pengembangan IPTEK dalam negeri haruslah berlandaskan nilai dan asas Pancasila, sebab pengembangan ilmu tanpa arahan dan bimbingan dari Pancasila akan mengakibatkan sekularisme layaknya yang terjadi pada jaman Renaissance di Eropa.

Selain agar terhindar dari sekularisme, juga karena IPTEK adalah untuk kepentingan bersama, kepentingan negeri dan bangsa maka haruslah pengembangan dan tujuannya selaras dengan masyarakat dan bangsa.

Pancasila memiliki nilai yang menjadi landasan dan menentukan arah bagi yang menyandangnya, yaitu bangsa Indonesia. Pancasila memiliki 3 (tiga) nilai dasar meliputi : (i) nilai dasar atau instrinsik, (ii) nilai instrumental dan (iii) nilai praktis. Nilai-nilai tersebut bermakna mengandung cita-cita dan tujuan yang juga harus menyesuaikan waktu dan zaman sehingga akan tetap relevan.

Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu memiliki pemahaman, yang pertama, setiap IPTEK yang dikembangkan di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan ideologi Pancasila. Yang kedua, Setiap Iptek yang ada harus berdasarkan nilai dan asas Pancasila. Ketiga, Pancasila sebagai rambu dalam pengembangan IPTEK. Keempat, setiap pengembangan IPTEK harus berakar dari budaya, norma dan ideologi bangsa Indonesia atau yang dikenal dengan indelegansi ilmu.

Pengembangan IPTEK di Indonesia harus memiliki nilai dan moral di dalamnya baik secara visi, misi, proses, tujuan, sebab, akibat dan segala pembentuk dan penyusunnya.
Karena, Ilmu Pengetahuan merupakan pedang bermata dua maka semestinya kita menghadapi dengan persiapan matang, yaitu dengan pengamalan asas nilai moral Pancasila.

Sila-sila Pancasila memperlihatkan dan mengajarkan dengan jelas mengenai nilai dna moral bagi bangsa Indonesia, pengembangan IPTEK harus memperhatikan sila yang ada dalam Pancasila. Sila Pancasila yang merupakan sistem etila diantaranya,
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, pengimplementasian ilmu pengetahuan yang mempertimbangkan cara pikir rasional manusia sehingga sadar akan tempatnya yang kecil.
2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, memberilan dasar moralitas bagi manusia dalam pengembangan IPTEK.
3. Sila Persatuan Indonesia, pengembangan IPTEK memberikan kesadaran akan nasionalisme akan sumbangsihnya kepada bangsa sehingga dapat menjalin persaudaraan dan persahabatan antar daerah.
4. Sila Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyarawatan/perwakilan, dalam pengembangan Iptek didasarkan asas demokrasi yang berarti setiap dari warga negara memiliki kewajiban dalam pengembangan iptek dengan bersikap menghargai dan menghormati kebebasan orang lain dalam berpendapat.
5. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, kemajuan IPTEK harus dapat menjaga keseimbangan keadilan antar manusia dan dengan kehidupan lainnya.
Muhammad Riza Abrian_2216031160_Reg B
Ini adalah hasil Analisis dari artikel yang berjudul "Tantangan dan Penguatan Ideologi Pancasila dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0".

Pancasila dipilih sebagai Ideologi bagi bangsa Indonesia karena merupakan satu-satunya kepercayaan yang dianggap paling tepat untuk menjalani sistem kenegaraan Indonesia.
Dengan lima dasar yang menjadi landasan kita dalam menghadapi kehidupan berbangsa dan bernegara yang seringkali berseberangan dengan ideologi pancasila.
Pancasila menjiwai seluruh dinamika kehidupan berbangsa yang terkandung sebagai ideologi terbuka untuk mengembangkan jati diri bangsa.

Revolusi industri 4.0 merupakan bentuk kelanjutan dari 1.0, 2.0 dan 3.0.
1.0 merupakan mekanisasi produksi yang bertujuan untuk efektifitas dan efisiensi aktivitas manusia.
2.0 merupakan produksi massal dan standarisasi muttu.
3.0 adalah penyesuaian massal dan fleksibilitas produksi yang menggunakan robot bersifat otomatis.
4.0 adalah kelanjutan yang berbasis cyber fisik.

Revolusi Industri 4.0 di Indonesia adalah persoalan yang menjadi tantangan besar bagi Indonesia agar bisa bersaing dengan bangsa luar sehingga menjadi negara yang kuat berasas kepada ideologi Pancasila. Bangsa Indonesia dalam menghadapai revolusi industri 4.0 harus menanamkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadipan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pendidikan Pancasila harus ditingkatkan dalam persiapan menghadapi revolusi industri 4.0 demi terciptanya sumberdaya manusia yang unggul sesuai nilai-nilai Pancasila dan mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi Negara Indonesia.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Diskusi 2

oleh Muhammad Riza Abrian -
Muhammad Riza Abrian_2216031160_Reg B
Teknologi menciptakan perubahan yang baru dalam kegiatan ekonomi di Indonesia. Angin segar dan berbagai solusi yang muncul untuk proses ekonomi yang telah lama diterapkan di Indonesia. Mulai dari tingkat Produksi seperti Traktor untuk membantu petani membajak sawah atau seperti produksi massal yang hampir setengah kegiatannya dilakukan oleh mesin sehingga mencapai tingkat efisien, keakuratan yang tinggi dan konsisten. Distribusi yang semakin mudah seperti pembangunan jalan tol antar provinsi sehingga semakin cepat dan aman lalu terakhir bagian Konsumsi dimana pembelian barang dan penggunaan jasa semakin mudah dengan munculnya internet sehingga kegiatan ekonomi dapat dilakukan di rumah.

Teknologi yang mulai memasuki perekonomian Indonesia, sudah cukup memenuhi sila ke-5, karena dahulu jika kita ingin melakukan kegiatan ekonomi haruslah memiliki modal yang sangat besar sehingga hanya segelintir orang yang dapat melakukan kegiatan ekonomi. Namun, kemajuan teknologi memungkinkan siapapun untuk melakukan kegiatan ekonomi karena semakin mudahnya bahkan untuk memulai.
Segala bentuk motivasi yang muncul dari para ahli ekonomi melalui internet membuat orang-orang semakin berani dan tidak takut akan resiko dalam kegiatan ekonomi. Dalam hal jual-beli, periklanan dapat dilakukan lewat media sosial sehingga dapat menjangkau orang banyak dan sangat efektif.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> forum Diskusi 1

oleh Muhammad Riza Abrian -
Muhammad Riza Abrian_2216031160_Reg B
Menurut saya, Pendidikan Pancasila berfungsi dan berperan sebagai pemandu dalam menghadapi kemajuan teknologi di Indonesia. Pendidikan dan edukasi Pancasila dapat menciptakan pribadi yang siap dalam menghadapi kemajuan teknologi sehingga tidak mengalami yang disebut sebagai culture shock dan dapat membawa diri untuk menggunakan teknologi sebagai alat pengembangan diri dan bangsa.
Kemajuan teknologi tentu memiliki tujuan yang positif, namun bila kita tidak memiliki dan mengamalkan Pancasila dalam menghadapi perubahan tersebut, maka akan terbentuklah sikap yang berlawanan dengan Pancasila.

Kemajuan teknologi bisa menjadi penghambat dalam penerapan nilai pancasila, apalagi di Era Globalisasi saat ini teknologi yang datang biasanya berasal dari luar yang memiliki cara pandang hidup berbeda dengan Indonesia, karena teknologi tersebut tidak hanya membawa teknologi tersebut namun juga budaya asal terciptanya juga ikut terbawa sehingga jika digunakan berlebihan tanpa arahan Pancasila, bisa saja menyebabkan si pemakai teknologi tersebut akan menganggap Pancasila sebagai suatu ideologi dan cara berpikir yang kuno atau ketinggalan zaman.

Seperti contohnya yaitu bahasa asing. Pancasila menerima perubahan seperti bahasa asing, tidak dilarang bagi rakyat Indonesia menggunakan bahasa asing karena hal tersebut juga membantu dalam perkembangan bangsa dalam menghadapi dunia. Namun, beberapa orang merasa menggunakan bahasa asing merupakan kemajuan dalam artian, menganggap bahasa Indonesia adalah bahasa yang kampungan atau terbelakang, padahal penggunaan bahasa asing seharusnya hanya sebagai bahasa pendukung dan bahasa Indonesia haruslah tetap menjadi bahasa utama yang digunakan.