Kiriman dibuat oleh M.FITRA SULLY ANGGARA

M.Fitra Sully Anggara
2216031057



Penyikapan yang dilakukan pemerintahan Orba dianggap sebagai bentuk gerakan politik yang lebih menekankan identitas kedaerahan, dan dianggap sebagai musuh terciptanya stabilitas bangsa. Identitas dan Integrasi Nasional Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya).

Akan tetapi, di era yang berkembang pada saat ini, apakah identitas nasional dapat ditandai dari ekspresi fisikal tersebut atau dibutuhkan reinterpreasi tentang tentang identitas nasional? Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Lapis-lapis identitas itu tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut.

Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Seseorang bisa berbeda dengan orang lain, bukan lantaran dia berasal dari etnis yang berbeda, profesi yang berbeda, latar belakang pendidikan yang berbeda, bahkan asal asul daerah yang berbeda. Ia telah membentuk gerakkan arus besar tentang relasi-relasi antara yang tentang " Penguatan Strategi Kebudayaan yang Berbasiskan Nilai-nilai Kemajemukan Untuk Memperkokoh Rasa Kesatuan dan Persatuan Bangsa Dalam Rangka Pembangunan Nasional", yang diselenggarakan Ditjiansosbud Lemhanas RI, tanggal 2 September 2010 di Jakarta. mendominasi dan yang terdominasi, antara yang mempengaruhi dan yang terpengaruhi, antara yang memprovokasi dan yang terprovokasi, antara yang berkuasa dengan yang dikuasai, bahkan antara gambaran ruang yang bersifat publik dengan yang bersifat domestik. Tayangan televisi telah menjadi bagian dari refleksi kehidupan sehari-hari.
M.FITRA SULLY ANGGARA
2216031057


Kearifan lokal merupakan unsur budaya yang harus dipelajari, digali dan dihidupkan kembali, karena esensinya begitu penting untuk memperkuat fondasi identitas bangsa dan menjawab tantangan globalisasi. Bagi negara modern seperti Indonesia, bukan hanya entitas geopolitik, tetapi sebenarnya selalu mencakup kelompok sosial dan sistem budaya yang berbeda, yang tercermin dalam keragaman budaya etnis. Oleh karena itu, penting untuk memahami budaya Indonesia dari berbagai sudut pandang untuk melihat integrasi sebagai bagian penting pemersatu bangsa. Budaya Indonesia berakar dari budaya etnik (lokal) Indonesia yang menunjukkan keragaman. Sehubungan dengan tujuan tersebut, sangat penting untuk menumbuhkan rasa persatuan dalam membudidayakan dan mengembangkan budaya Indonesia agar dapat dipahami melalui pendekatan budaya Indonesia yang holistik. Sebagai bangsa yang memiliki sejarah panjang, tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia hidup dalam budaya yang berbeda-beda seperti:
Jawa, Sunda, Madura, Minang, Batak, Makassar, Bugis, Toraja, Manggarai, Sikka, Sumba, Bali, Sasak dan budaya lainnya yang hidup berdampingan dan saling melengkapi.
M.FITRA SULLY ANGGARA
2216031057


identitas Nasional sendiri bersal dari kata identitas dan nasional atau secaraistilah dimaksud juha suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofi mebedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Unsur-unsur pembentukan Identitas Negara ada Suku bangsa, Agama, Kebudayaan, Bahasa. Unsur-unsur identitas nasional tersebut dapat dirumuskan pembaguanya menjadi 3 bagian ada indentitas fundemental yaitu falsafah bangsa dasar negara dan ideologi negara., Identitas Intrumental adalah UUD 1945 dan Tata perundangannya, bahasa, lambang, bendera, lagu kebangsaan "Indonesia Raya" ., Identitas Alamiah yakni Negara kepulauan dan urismr suku, bahasa, budaya, serta agama dan kepercayaan. Ada juga Faktor pembentukan Indentitas yakni Faktot Objektif yag meliputi geografis, ekologis dan demografis. Dan Faktor Subjektif yakni faktor historis, sosial, politik dan kebudayaan yang dimiliki bngsa. Serta menurut Robert de Ventos ada 4 faktor penting yakni faktor primer, pendorong, penarik, reaktif. Faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas nasional bangsa indonesua meliput Primodial (ikatan kekerabatan suku bangsa), Sakral, Tokoh, Sejarah, Bhineka Tunggal Ika.