Nama: Yeswita Rosalina Samosir
NPM: 2256031017
Kelas: Reg M
A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Etika yang dibangun dalam dunia perpolitikan di Indonesia saat ini adalah etika yang bebas nilai yang menyebabkan perilaku politisi dan pejabat Negara jauh dari etika politik. Makna dan esensi demokrasi direduksi sebagai merebut kekuasaan. Kedaulatan tidak lagi di tangan rakyat tetapi di tangan penguasa dan lembaga politik. Lembaga politik seperti partai politik bukan lagi merepresentasikan kepentingan rakyat tetapi merepresentasikan kepentingan partai dan elite partai. Yang terjadi, elite partai melanggengkan kekuasaan dengan menggunakan segala cara. Kemudian, etika dan moral cenderung diabaikan sehingga melahirkan berbagai sindiran politik seperti politik sengkuni, politik dagang sapi, politik sapi perah, dan politik jalanan, politik dinasti. Sehingga politik dimaknai sebagai adu kekuatan dan kepentingan.
Bunyi sila ke-lima yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia nampaknya tidak begitu berarti bagi petinggi politik saat ini. Contohnya di Indonesia sering terjadi Kasus–kasus yang sepele namun dibesar-besarkan oleh media akibat adanya ketidakadilan hukum di Indonesia atau dalam tanda kutip “Tajam ke bawah dan Tumpul ke atas” maksud dari istilah tersebut adalah salah satu sindiran nyata bahwa keadilan di negeri ini lebih tajam menghukum masyarakat kelas menengah ke bawah. Inilah dinamika hukum di Indonesia, seolah sudah berganti paradigma yang menang adalah yang mempunyai kekuasaan, yang mempunyai uang banyak, dan yang mempunyai kekuatan. Mereka pasti aman dari gangguan hukum walaupun aturan negara, etika, dan norma dilanggar, atau dalam istilah hukum “timpang sebelah”
B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Etika generasi muda saat ini menurut saya mengalami krisis atau mulai meredup apabila dibandingkan dengan anak muda zaman dulu jika mendengar cerita dari orangtua, kakek, dan juga nenek saya. Hal ini Mungkin dipengaruhi juga oleh globalisasi yang semakin lama semakin banyak perubahan mulai dari pola pikir, kebudayaan, pendidikan dan bahkan teknologi dan menjadikan etika masyarakat saat ini menjadi berubah juga. Banyak orang yang beranggapan bahwa memudarnya etika itu hal yang tidak perlu dikhawatirkan, padahal sebenarnya itu menjadi hal yang perlu diperhatikan lebih lagi. Dengan tidak adanya etika yang baik, maka perkembangan bangsa juga akan menjadi tidak baik. “Data Unicef tahun 2016 lalu menunjukkan bahwa kekerasan kepada sesama remaja bahkan kepada orang tua di Indonesia diperkirakan mencapai 50 persen”. Dari data tersebut menunjukkan betapa miris dan krisisnya etika dikalangan pemuda Indonesia di era globalisasi seperti sekarang ini. Banyak faktor yang menyebabkan krisis etika anak muda saat ini seperti faktor lingkungan sekitar, keluarga, pertemanan, teknologi juga.
Budaya kita adalah budaya yang menjunjung tinggi nilai-niai etika dalam kehidupan sosial. Menghargai dan menghormati orang yang lebih tua merupakan nilai yang kita anut. Mungkin saja, nilai etika yang dianut oleh orang dewasa berbeda dengan yang dianut oleh anak muda. Hal itu terkadang membuat orang yang lebih dewasa melihat generasi muda menjadi tidak beretika. Berdasarkan pengalaman saya sebagai anak muda, saya dituntut untuk menghargai orang dewasa atau orang yang lebih tua, namun orang yang lebih tua justru lupa untuk menghargai anak muda. Mereka cenderung merasa memiliki pengalaman dan wawasan yang lebih dari anak muda sehingga anak muda kadang diremehkan.
Jadi apa yang harus kita lakukan untuk meningkatkan moralitas:
1. Lebih menghormati orang tua yang lebih terpenting
2. Refleksi diri dan pengendalian diri
3. Pahami situasi orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan bantuan
4. Renungkan lebih sering pada perilaku mulia orang dahulu
5. Belajar banyak dari pengalaman
6. Jaga ucapan dan tindakan
NPM: 2256031017
Kelas: Reg M
A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Etika yang dibangun dalam dunia perpolitikan di Indonesia saat ini adalah etika yang bebas nilai yang menyebabkan perilaku politisi dan pejabat Negara jauh dari etika politik. Makna dan esensi demokrasi direduksi sebagai merebut kekuasaan. Kedaulatan tidak lagi di tangan rakyat tetapi di tangan penguasa dan lembaga politik. Lembaga politik seperti partai politik bukan lagi merepresentasikan kepentingan rakyat tetapi merepresentasikan kepentingan partai dan elite partai. Yang terjadi, elite partai melanggengkan kekuasaan dengan menggunakan segala cara. Kemudian, etika dan moral cenderung diabaikan sehingga melahirkan berbagai sindiran politik seperti politik sengkuni, politik dagang sapi, politik sapi perah, dan politik jalanan, politik dinasti. Sehingga politik dimaknai sebagai adu kekuatan dan kepentingan.
Bunyi sila ke-lima yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia nampaknya tidak begitu berarti bagi petinggi politik saat ini. Contohnya di Indonesia sering terjadi Kasus–kasus yang sepele namun dibesar-besarkan oleh media akibat adanya ketidakadilan hukum di Indonesia atau dalam tanda kutip “Tajam ke bawah dan Tumpul ke atas” maksud dari istilah tersebut adalah salah satu sindiran nyata bahwa keadilan di negeri ini lebih tajam menghukum masyarakat kelas menengah ke bawah. Inilah dinamika hukum di Indonesia, seolah sudah berganti paradigma yang menang adalah yang mempunyai kekuasaan, yang mempunyai uang banyak, dan yang mempunyai kekuatan. Mereka pasti aman dari gangguan hukum walaupun aturan negara, etika, dan norma dilanggar, atau dalam istilah hukum “timpang sebelah”
B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Etika generasi muda saat ini menurut saya mengalami krisis atau mulai meredup apabila dibandingkan dengan anak muda zaman dulu jika mendengar cerita dari orangtua, kakek, dan juga nenek saya. Hal ini Mungkin dipengaruhi juga oleh globalisasi yang semakin lama semakin banyak perubahan mulai dari pola pikir, kebudayaan, pendidikan dan bahkan teknologi dan menjadikan etika masyarakat saat ini menjadi berubah juga. Banyak orang yang beranggapan bahwa memudarnya etika itu hal yang tidak perlu dikhawatirkan, padahal sebenarnya itu menjadi hal yang perlu diperhatikan lebih lagi. Dengan tidak adanya etika yang baik, maka perkembangan bangsa juga akan menjadi tidak baik. “Data Unicef tahun 2016 lalu menunjukkan bahwa kekerasan kepada sesama remaja bahkan kepada orang tua di Indonesia diperkirakan mencapai 50 persen”. Dari data tersebut menunjukkan betapa miris dan krisisnya etika dikalangan pemuda Indonesia di era globalisasi seperti sekarang ini. Banyak faktor yang menyebabkan krisis etika anak muda saat ini seperti faktor lingkungan sekitar, keluarga, pertemanan, teknologi juga.
Budaya kita adalah budaya yang menjunjung tinggi nilai-niai etika dalam kehidupan sosial. Menghargai dan menghormati orang yang lebih tua merupakan nilai yang kita anut. Mungkin saja, nilai etika yang dianut oleh orang dewasa berbeda dengan yang dianut oleh anak muda. Hal itu terkadang membuat orang yang lebih dewasa melihat generasi muda menjadi tidak beretika. Berdasarkan pengalaman saya sebagai anak muda, saya dituntut untuk menghargai orang dewasa atau orang yang lebih tua, namun orang yang lebih tua justru lupa untuk menghargai anak muda. Mereka cenderung merasa memiliki pengalaman dan wawasan yang lebih dari anak muda sehingga anak muda kadang diremehkan.
Jadi apa yang harus kita lakukan untuk meningkatkan moralitas:
1. Lebih menghormati orang tua yang lebih terpenting
2. Refleksi diri dan pengendalian diri
3. Pahami situasi orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan bantuan
4. Renungkan lebih sering pada perilaku mulia orang dahulu
5. Belajar banyak dari pengalaman
6. Jaga ucapan dan tindakan