Kiriman dibuat oleh Ahmad Mikail Ghifari Akiel

Nama : Ahmad Mikail Ghifari Akiel
NPM : 2216031135
Kelas : Reguler C
Jurnal : Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani

Pendidikan kewarganegaraan dalam konteks pendidikan nasional bukanlah sesuatu yang baru di Indonesia. Berbagai model dan istilah pendidikan kewarganegaraan dilakukan oleh Pemerintah RI untuk menyelenggarakan misi pendidikan demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).

Pendidikan kewarganegaraan di Perguruan Tinggi saat ini telah diwujudkan dalam bentuk mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi No. 267/Dikti/Kep/200 tentang Penyempurnaan Kurikulum Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi (Ubaedillah, 2008: 1). Tujuan pendidikan kewarganegaraan pada dasarnya adalah menjadikan warga negara yang cerdas dan baik serta mampu mendukung keberlangsungan bangsa dan negara.

Pendidikan Kewarganegaraan (Civics) merupakan kebutuhan mendesak bagi bangsa Indonesia dalam membangun demokrasinya karena beberapa alasan berikut diantaranya: pertama, meningkatnya gejala dan kecenderungan political illiteracy, tidak melek politik dan tidak mengetahui cara kerja demokrasi dan lembaga-lembaganya di kalangan warga negara; kedua, meningkatnya political apathism (apatisme politik) yang ditunjukkan dengan sedikitnya keterlibatan warga negara dalam proses- proses politik.

Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi sarana pertemuan beragam nilai dan prinsip yang bersumber dari luar dan khazanah pemikiran dan nilai-nilai Indonesia, yang diorientasikan untuk melahirkan sebuah sintesis kreatif yang dibutuhkan oleh Indonesia sebagai sebuah negara demokrasi baru yang bersendikan pada Pancasila
Pendidikan Kewarganegaraan yang humanis-partisipatoris diharapkan mampu menjadi laboratorium bagi penyemaian prinsip-prinsip demokrasi yang terintegrasikan dengan nilai-nilai keindonesiaan yang bersumber dari Pancasila sebagai dasar filosofis bangsa yang diharapkan dapat menjadi unsur utama pembentukan karakter nasional Indonesia.
Nama: Ahmad Mikail Ghifari Akiel
Npm: 2216031135
Kelas : C

Hakikat pentingnya pkn di perguruan tinggi
Pengertian pkn
Pkn berasal dari kata kewarganegaraan, usaha sadar menyipakan peserta didik,cinta,setia,berani berkorban membela bangsa dan negara
Melatih peserta didik berfikir keristis, analitis, demokratis, berdasrkan pancasila.
Landasan ideal dan landasan hukum pendidikan kewarganegaraan,pancasila,uud 1945,batang tuhun uud 1945,uud no 20 tahun 1982, uu nomor 20 tahun 2003, sk dirjen dikti nomor 43 tahun 2006.
Sumber historis , di mulai sebelum idnonesia merdeka. Sumber sosiologis,di perlukan oleh masyarakat untuk menjaga,memelihara dan mempertahankan ekstensi negara-bangsa. Sumber politik, dokumen kurikulum kewarganegaraan (1975), civics (1962), kewarganegaraan negara (1968).
Dinamika, esensi, dan urgensi pkn
Pkn perlu mendorong warga negara agar mampu memanfaatkan pengaruh positif perkembangan iptek untuk membangun negara-bangsa.
Ahmad Mikail Ghifari Akiel_2216031135_REG A
Dalam artikel tersebut pada bagian abstrak dijelaskan bahwa menjabarkan tentang Pancasila sebagai filsafat ilmu dan artinya implikasinya pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di mana Pancasila sebagai dasar negara Indonesia bersifat final Pancasila harus menjadi dasar dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat justru akan menjadi aspek penghancur bangsa terutama dari segi moralitas dan mentalitas di mana Pancasila ini merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia dengan demikian Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik selain itu Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. Pancasila ada karena suatu proses pembentukan pengetahuan dari berbagai sumber yang kemudian terakumulasi dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan.
Ahmad Mikail Ghifari Akiel_2216031135_REG A
1. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini ?
Jawab: Peran Pancasila sebagai paradigma ilmu terkandung pada:
sila pertama, ketuhanan yang maha esa, ini membangun rasa disiplin saya untuk taat dan mengikuti ajaran serta aturan agama yang saya anut, dan untuk pengembangan IPTEK kita juga tidak lupa harus seimbang antara kehendak dan akal yang akan dilakukkan.
Sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab, dalam perkembangan iptek harus memasukkan nilai kemanusiaan serta moral apalagi Indonesia sendiri memiliki modar dan etika di dalam kehidupan.
Sila ketiga, persatuan Indonesia, dalam pengembangan IPTEK harus menimbulkan rasa persatuan untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama.
Sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, hukum di Indonesia harus ditingkatkan lagi, dan Indonesia juga sebagai negara demokrasi harus memegang teguh yang Namanya musyawarah.
Sila kelima, keadilan sosial yang adil dan berdab, pengembangan di Indonesia harus memasuki nilai Pancasila ke 5 ini untuk mensejahterakan bangsa dan setiap warga juga harus memiliki hak dan kewajiban untuk terciptannya keseimbangan sosial.

2. bagaiamankah harapanmu mengenai model pemimpin, warga negara dan ilmuwan yang pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa yang akan datang?
Jawab: Harapan saya mengenai pemimpin, warga negara dan ilmuwan yang pancasilais di Indonesia sangat saya dukung, karena akan sangat berdampak baik sekali demi kemajuan bangs aini, sekarang saja sudah sangat berkembang apalagi di masa yang akan datang jika para pemimpin, ilmuwan, dan waraga negara yang sangat pancasilais akan semakin maju Indonesia ini, yang kita ketahui juga bahwa Pancasila merupakan suatu pedoman kebaikan untuk bangs akita jadi bisa dismpulkan sangat-sangat baik jika kita mempunyai pemimpin, ilmuwan, serta warga negara yang pancasilais dan saya berharap juga tidak adanya lagi penyimpangan-penyimpangan dalam bangs aini yang menimbulkan perpecahan di dalamnya.