Kiriman dibuat oleh Kevin Yuriko Hartanto

Nama : Kevin Yuriko Hartanto
NPM :2216031106
Kelas : Reguler B

Jurnal : INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA

Sejak proklamasi kemerdekaan hingga sekarang, bangsa Indonesia memiliki pengalaman dimana banyak pengalaman yang terjadi mengakibatkan perubahan-perubahan. Maka dari itu diperlukan strategi kebudayaan nasional yang belum kita miliki dari saat proklamasi hingga saat ini

Identitas merupakan representasi diri seseorang/ masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya.
jadi identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Sedangkan dilihat dari aspek ruang juga bukan hanya satu atau tunggal tetapi terdiri dari berbagai lapisan identitas. Lapis-lapis identitas itu tergantung pada peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut.

Pada suatu sisi integrasi terbentuk dengan adanya identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik,dan kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis maupun sosial. Integrasi nasional pada hakekatnya berarti bahwa visi dan misi bangsa dipersatukan oleh perbedaan kepentingan setiap anggota masyarakat. Konsep integrasi nasional pada dasarnya sejalan dengan situasi Indonesia saat ini. Dapat dikatakan bahwa integrasi nasional merupakan cara untuk menghadapi apa yang melanda Indonesia selama ini. Konflik antarsuku, konflik antardaerah, konflik antaragama, konflik antarpartai politik, konflik antarmahasiswa dan masih banyak lagi konflik kepentingan lainnya seharusnya tidak muncul jika semua penyebab konflik tersebut menyadari bahwa bangsa Indonesia sudah menjadi sangat diperlukan.

Etnosentrisme kian menguat justru ditopang dengan kebijakan negara yang mengembangkan otonomi daerah dan pemekaran. Semangat otonomi daerah dan pemekaran daerah menjadi berjalan seiring dengan menguatnya etnosentrisme.
Demikian pula demokrasi pemerintahan yang seharusnya dapat menjadi tempat pergaulan lintas-budaya dan lintas-etnis, sekarang menghadapi bahaya bahwa tiap daerah menuntut agar posisi- posisi birokratis ditempati oleh putra daerahnya sendiri.

Dengan demikian, mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya menyatukan visi dan misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.

Komunikasi B Genap 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh Kevin Yuriko Hartanto -
Nama : Kevin Yuriko Hartanto
NPM : 2216031106
Kelas : Reguler B

Analisis Video tentang “IDENTITAS NASIONAL”

Identitas nasional mencerminkan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat di suatu negara, hal itu merupakan suatu yang terus menerus berkembang dan bersifat terbuka. Identitas nasional dalam konteks bangsa cenderung mengacu pada kebudayaan, adat istiadat, serta karakter khas suatu negara seperti bahasa daerah, tarian daerah, musik-musik daerah, dan lain sebagainya

Identitas nasional merupakan suatu penanda atau jati diri suatu bangsa yang dapat membedakan ciri khasnya dengan bangsa lain. Identitas baik budaya maupun nasional sering dikonstruksi oleh berbagai kepentingan.

Terdapat 4 Unsur Identitas Nasional :

1.Suku bangsa
golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bahasa.

2. Agama
Di Indonesia sendiri terdapat 6 macam agama yang tumbuh dan berkembang yaitu :
- Islam
- Kristen
- Katolik
- Hindu
- Budha
- Konghucu

3.kebudyaan
Adalah suatu kebiasaan atau identitas dari sebuah suku bangsa maupun secara general. Kebudayaan diturunkan turun temurun dari suatu generasi kegenerasi lain

4. Bahasa
Bahasa sendiri dipandang sebagai sistem perlambang yang secara arbiter dibentuk atas unsur-unsur bunyi maupun ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia baik secara lisan, tulisan atau gerakan isyarat.


Identitas Nasional Yang Menunjukan Jati Diri Indonesia, diantaranya sebagai berikut:
1. Bahasa nasional/bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia
2. Bendera Merah Putih
4. Lambang negara, yaitu Pancasila
5. Bhinneka Tunggal Ika
6. Dasar falsafah negara, yaitu Pancasila
7. UUD 1945
8. Bentuk Negara Kesatuan Indonesia yang berkedaulatan rakyat
9. Konsepsi Wawasan Nusantara
10. Kebudayaan Nasional

Jadi sebagai generasi penerus bangsa tentu saja kita harus mengetahui dan memahami identitas negara kita sendiri, karena kita lah yang bertanggung jawab atas negara ini dalam meneruskan warisan orang terdahulu. jika kita kehilangan indentitas negara kita sendiri, maka kita tidak mempunyai apapun untuk dipertahankan.

Komunikasi B Genap 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

oleh Kevin Yuriko Hartanto -
Nama : Kevin Yuriko Hartanto
NPM : 2216031106
Kelas : Reguler B

Jurnal : Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani

Pendidikan kewarganegaraan itu sangat penting bagi bangsa dan negara tidak lepas dari realitas bangsa yang masih awam akan demokrasi. Salah satu tujuan yang menjadi alasan pendidikan kewarganegaraan untuk fokus mendidik dan membimbingin generasi generasi muda bangsa Indonesia untuk mengetahui hal yang lebih luas menjadi warga negara Indonesia yang kritis, aktif, demokratis dan beradab sebagai mana mereka sadar akan hak dan kewajiban dalam berbangsa dan bernegara.

Pendidikan kewarganegaraan bertujuan untuk membangun karakter (Character Building) bangsa Indonesia yang antara lain:
a) membentuk kecakapan partisipasi warga negara yang bermutu dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
b) menjadikan warga negara Indonesia yang cerdas, aktif, kritis dan demokratis, namun tetap memiliki komitmen menjaga persatuan dan integritas bangsa
c) mengembangkan kultur demokrasi yang berkeadaban yaitu kebebasan, persamaan, toleransi dan tanggung jawab.

Dalam rangka memperkuat urgensi pendidikan kewarganegaraan materi ini juga menekankan tentang pentingnya peran lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong penerapan Pendidikan kewarganegaraan secara konsisten dan berkelanjutan. Sehingga, diharapkan dapat terbentuk masyarakat yang sadar, bertanggung jawab, dan mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa dan negara.

Dari bahasan bahasan yang sudah dijelaskan, Pendidikan kewarganegaraan diharapkan dapat menjadi sarana pertemuan beragam nilai dan prinsip yang bersumber dari luar dan pemikiran nilai-nilai Indonesia yang kemudian diorientasikan untuk melahirkan sebuah negara demokrasi baru yang memiliki dasar negara Pancasila. Pendidikan ini diharapkan mampu untuk melahirkan prinsip-prinsip demokrasi yang terintegrasi dengan nilai-nilai cinta tanah air yang bersumber dari Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan diharapkan dapat menjadi tolak ukur dalam pembentukan karakter.