M.Akbar Ramdo_2256031029_paralel(Reg M)
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Jangan Mudah Terprovokasi dengan Judul Berita. Sebuah artikel dengan judul yang mempunyai tujuan akan tetapi tidak sesuai dengan isi artikelnya maka artikel tersebut bisa dikatakan.
Maka dari itu kita harus mencari tahu terlebih dahulu kebenaran dari berita tersebut agar lebih jelas kebenarannya.
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
IPTEK atau ilmu pengetahuan dan teknologi
adalah sebuah pengetahuan yang mana
mengikuti perkembangan teknologi yang menjadi
ilmu pengetahuan penting untuk mempermudah
berbagai kehidupan manusia.Beberapa contoh perkembangan IPTEK yang mana tidak sesuai dengan sesuai urutan sila Pancasila:
1. Munculnya berbagai agama seperti
Googlisme yang mana tidak masuk akal dan
sesat.
2. Perkembangan nuklir yang mana bisa
mengancam hingga menghancurkan negara lain.
3. Berbagai perkembangan informasi budaya
negara lain melalui kemajuan internet membuat
ancaman bear terhadap hilangnya budaya lokal.
4. Ada beberapa website atau aplikasi yang
mana suit untuk menerima kritikan meskipun
memiliki dampak bear buruk terhadap
masyarakat.
5. Menimbulkan orang-orang yang mencari
konten dengan merendahkan orang miskin.
C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
konsumerisme adalah tatanan ekonomi dan sosial yang mendorong masyarakat agar membeli barang/jasa dalam jumlah yang lebih banyak. Saat ini, budaya konsumerisme telah berkembang di seluruh penjuru dunia. Adanya konsumerisme juga merupakan dampak dari globalisasi dan sistem kapitalisme modern.
Upaya nya adalah Membuat Anggaran Belanja. Ketika belanja bulanan, tak jarang kita merasa harus membeli semua hal.
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Jangan Mudah Terprovokasi dengan Judul Berita. Sebuah artikel dengan judul yang mempunyai tujuan akan tetapi tidak sesuai dengan isi artikelnya maka artikel tersebut bisa dikatakan.
Maka dari itu kita harus mencari tahu terlebih dahulu kebenaran dari berita tersebut agar lebih jelas kebenarannya.
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
IPTEK atau ilmu pengetahuan dan teknologi
adalah sebuah pengetahuan yang mana
mengikuti perkembangan teknologi yang menjadi
ilmu pengetahuan penting untuk mempermudah
berbagai kehidupan manusia.Beberapa contoh perkembangan IPTEK yang mana tidak sesuai dengan sesuai urutan sila Pancasila:
1. Munculnya berbagai agama seperti
Googlisme yang mana tidak masuk akal dan
sesat.
2. Perkembangan nuklir yang mana bisa
mengancam hingga menghancurkan negara lain.
3. Berbagai perkembangan informasi budaya
negara lain melalui kemajuan internet membuat
ancaman bear terhadap hilangnya budaya lokal.
4. Ada beberapa website atau aplikasi yang
mana suit untuk menerima kritikan meskipun
memiliki dampak bear buruk terhadap
masyarakat.
5. Menimbulkan orang-orang yang mencari
konten dengan merendahkan orang miskin.
C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
konsumerisme adalah tatanan ekonomi dan sosial yang mendorong masyarakat agar membeli barang/jasa dalam jumlah yang lebih banyak. Saat ini, budaya konsumerisme telah berkembang di seluruh penjuru dunia. Adanya konsumerisme juga merupakan dampak dari globalisasi dan sistem kapitalisme modern.
Upaya nya adalah Membuat Anggaran Belanja. Ketika belanja bulanan, tak jarang kita merasa harus membeli semua hal.