M Dzaki Setiawan
2216031085
Reg A
Dari jurnal tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa Identitas massa dan ruang memiliki arti penting dalam persoalan budaya. Bagi negara modern seperti Indonesia, ia bukanlah entitas geopolitik belaka, melainkan selalu mencakup kelompok sosial dan sistem budaya yang berbeda, yang tercermin dalam keragaman budaya etnis. Dalam perjalanan sejarah, ciri keragaman ciri budaya muncul dari berbagai proses kehidupan manusia.
Mengkaji masalah kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional di era globalisasi sangat relevan untuk dibahas. Hal ini sejalan dengan berbagai perubahan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sejak reformasi, dengan munculnya tuntutan-tuntutan yang berlebihan di hampir semua bidang kehidupan. Tuntutan tersebut seringkali memicu persoalan-persoalan yang menentukan yang dapat mengancam keutuhan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kearifan lokal merupakan unsur budaya yang perlu dikaji, digali dan dihidupkan kembali karena esensinya begitu penting untuk memperkuat pondasi identitas bangsa sekaligus menjawab tantangan globalisasi. Muncul pertanyaan tentang apa nilai-nilai itu
budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa dalam berbagai persoalan era global ini.
Berkaitan dengan uraian yang disampaikan, nampaknya bangsa Indonesia memang ditakdirkan menjadi bangsa yang multikultural, yang berdasarkan itu semua komponen bangsa ini memiliki tugas untuk melestarikan dan mencerdaskan masyarakat agar dapat hidup bersama dalam keberagaman tanpa kehilangan jati dirinya untuk memastikan identitas budayanya sendiri dan penghormatan terhadap kehidupan budaya orang/kelompok etnik lain. Oleh karena itu, pembelajaran yang tepat diperlukan agar budaya damai dapat mengatasi kekerasan yang sering terjadi. Kearifan lokal daerah-daerah dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia memang sangat beragam, menunjukkan keanekaragaman jenisnya. Banyak di antaranya yang dapat ditempatkan secara selektif sebagai aset warisan bangsa dan digunakan baik sebagai semen maupun sebagai modal untuk memperkuat jati diri/identitas bangsa.
2216031085
Reg A
Dari jurnal tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa Identitas massa dan ruang memiliki arti penting dalam persoalan budaya. Bagi negara modern seperti Indonesia, ia bukanlah entitas geopolitik belaka, melainkan selalu mencakup kelompok sosial dan sistem budaya yang berbeda, yang tercermin dalam keragaman budaya etnis. Dalam perjalanan sejarah, ciri keragaman ciri budaya muncul dari berbagai proses kehidupan manusia.
Mengkaji masalah kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional di era globalisasi sangat relevan untuk dibahas. Hal ini sejalan dengan berbagai perubahan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sejak reformasi, dengan munculnya tuntutan-tuntutan yang berlebihan di hampir semua bidang kehidupan. Tuntutan tersebut seringkali memicu persoalan-persoalan yang menentukan yang dapat mengancam keutuhan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kearifan lokal merupakan unsur budaya yang perlu dikaji, digali dan dihidupkan kembali karena esensinya begitu penting untuk memperkuat pondasi identitas bangsa sekaligus menjawab tantangan globalisasi. Muncul pertanyaan tentang apa nilai-nilai itu
budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa dalam berbagai persoalan era global ini.
Berkaitan dengan uraian yang disampaikan, nampaknya bangsa Indonesia memang ditakdirkan menjadi bangsa yang multikultural, yang berdasarkan itu semua komponen bangsa ini memiliki tugas untuk melestarikan dan mencerdaskan masyarakat agar dapat hidup bersama dalam keberagaman tanpa kehilangan jati dirinya untuk memastikan identitas budayanya sendiri dan penghormatan terhadap kehidupan budaya orang/kelompok etnik lain. Oleh karena itu, pembelajaran yang tepat diperlukan agar budaya damai dapat mengatasi kekerasan yang sering terjadi. Kearifan lokal daerah-daerah dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia memang sangat beragam, menunjukkan keanekaragaman jenisnya. Banyak di antaranya yang dapat ditempatkan secara selektif sebagai aset warisan bangsa dan digunakan baik sebagai semen maupun sebagai modal untuk memperkuat jati diri/identitas bangsa.