Kiriman dibuat oleh M. Dipoditiro Parawangsa

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> forum Diskusi 1

oleh M. Dipoditiro Parawangsa -
M. Dipoditiro Parawangsa (2216031031) Reg A
Dalam berpendidikan, pancasila memiliki andil agar membentuk karakter pribadi bangsa dalam berteknologi. Hal ini secara tidak sadar melekat pada masyarakat. Kemudian, fungsi Pancasila dalam kemajuan teknologi adalah sebagai alat dan pedoman dalam kontrol sosial. Maksudnya segala nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila memiliki andil dalam mengontrol kehidupan berteknologi. Contohnya nilai ketuhanan, sebagai landasan kita dalam menentukan sesuatu baik atau buruk ketika berteknologi. Nilai kemanusiaan, memiliki rasa empati dan simpati ketika berteknologi dalam melihat kasus-kasus, peristiwa-peristiwa. Kemudian nilai keadilan, kita bisa bersuara, bisa berpendapat dengan bebas tapi tetap mengikuti S&K yang berlaku.
M. Dipoditiro Parawangsa (2216031031) Reg A

Proses globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi Kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar tehadap dunia pendidikan. Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia. Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon dan telepon genggam (HP), bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala informasi yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat. Diakui atau tidak, perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya dalam aspek pendidikan.
Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-maslah pembangunan bangsa dan Negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideology dan dasar Negara Republik Indonesia. Dengan penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi, diharapkan dapat tercipta wahana pembelajaran bagi para mahasiswa untuk secara akademik mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-masalah pembangunan bangsa dan negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Republik Indonesia. Memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara Republik Indonesia, serta membimbing untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mahasiswa sebagai generasi muda sebaiknya menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan Iptek, serta bisa menyeleksi pengaruh buruk kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negatif kepada bangsa Indonesia dan harus tetap berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar negara sehingga perkembangan Iptek bisa membantu pembangunan dan perkembangan Negara. Pemerintah melalui kementrian komunikasi dan informasi perlu meningkatkan filtering terhadap globaliasai arus informasi yang dikemas dalam berbagai media, khususnya teknologi informasi (internet) untuk menangkal berbagai susupan informasi yang berbau radikalisme.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video

oleh M. Dipoditiro Parawangsa -
M. Dipoditiro Parawangsa (2216031031) Reguler A

IPTEK adalah hasil karya manusia yang pada dasarnya dipergunakan untuk membantu perkerjaan manusia dalam kehidupannya. IPTEK sendiri memiliki manfaat di setiap bidang, namun juga memiliki dampak positif dan negative. Pancasila adalah rumusan pemikiran para pendiri Negara yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi masyarakat Indonesia. Lantas apa hubungan iptek dengan pancasila?
Sila pertama yaitu ketuhanan yang maha esa bisa berubah jika diikuti dengan pandangan secular dunia barat, hal ini berlangsung berlawanan. Pada sila pertama, IPTEK memiliki tujuan untuk mempertimbang maksud dan akibat suatu hal, apakah merugikan manusia atau tidak.
Pada sila kedua, IPTEK haurs memiliki adab dan moralitas karena IPTEK merupakan hasil dari karya manusia.
Pada sila ketiga, IPTEK mempersatukan umat manusia di dunia, artinya mengembangkan rasa nasionalisme juga.
Pada sila keempat, IPTEK harus bisa menghargai dan menghormati kebebasan orang lain.
Pada sila kelima, IPTEK harus bisa menjaga keseimbangan keadilan. Ntah itu hubungan manusia dengan tuhan, manusia dengan manusia, serta kehidupan bernegara.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal

oleh M. Dipoditiro Parawangsa -
M. Dipoditiro Parawangsa 2216031031 Reg A

1. Birokrat dan penjabat kadang masih acuh tak acuh dengan segala yang ada di sekitarnya. Mulai dari menepati janji janji manis saat kampanye, sampai geraknya yang lamban dalam membantu masyarakat. Terdapat banyak ketidak-adilan dalam pemerintahan. Perbedaan perilaku dalam menanggapi masyarakat. Yang saya sebutkan di sini bukan hanya mereka yang duduk manis di bangku jabatan, tapi juga mereka-mereka yang menjadi tangan kanan para pemegang tahta. Mereka-merekalah yang sebenarnya yang menyulitkan dan memperlambat jalannya sebuah pelayanan masyarakat. Tak hanya itu penempatan tenaga kerja atau SDM yang tidak sesuai dengan tempatnya. Contohnya yang kemarin sempat heboh terakit pemblokiran beberapa platform internasional oleh "oknum lembaga". SANGAT TIDAK HUMANISTIK

2. Etika generasi muda di sekitar tempat tinggal saya tidak jauh berbeda dengan lingkungan tempat saya bermain. Mereka sangat kurang bisa menghargai sesuatu, seperti waktu contohnya. Menurut saya ini tidak mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia, karena tidak mencerminkan sila keempat yaitu menghargai serta sila kelima yaitu peduli dengan orang lain. Saya sendiri tidak bisa menawarkan solusi apapun karena generasi muda sekarang tidak akan belajar sampai mereka akhirnya mengalami masalah itu sendiri. Mereka tidak akan bisa menghargai orang lain jikalau mereka belum pernah merasakan tidak dihargai oleh orang lain. Jadi segala permasalahan yang dihadapi oleh generasi muda sekarang hanya bisa diselesaikan oleh mereka sendiri. Etika kesopanan adalah hal yang mahal sekarang.
M. Dipoditiro Parawangsa (2216031031) Reg A
Masyarakat selalu mengalami perkembangan, karenanya juga mengalami perubahan-perubahan, termasuk tata nilai yang ada. Akibat perkembangan teknologi yang sedemikian, segala bentuk telekomunikasi dapat terjadi tanpa mengenal waktu, sehingga aliran dalam filsafat, ideologi, dan kebudayaan pada umumnya mudah dikenal oleh berbagai jenis kelompok masyarakat dan mempengaruhi tata nilai yang mereka miliki. Hukum sudah cukup tua menjadi bagian kehidupan manusia dari masa ke masa dan terus berubah seiring perubahan sosial, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama itu dapat diterima secara serentak dan sesaat. Pemanfaatan media massa artinya penggunaan berbagai bentuk media massa, baik cetak maupun elektronik untuk tujuan tertentu. Pemanfaatan media massa pada umumnya dapat diklasifikasikan ke dalam dua jenis, yaitu media cetak dan media elektronik
Kekuatan besar media massa pada masa awal abad ke-20 digambarkan sebagai peluru yang ditembakkan atau obat yang disuntikkan Penulis mengemukakan media massa sebagai alat untuk kontrol sosial didasarkan pada pemikiran pribadi bahwa alat komunikasi seperti televisi, radio, dan surat kabar sudah menjadi konsumsi sehari-hari penduduk di Indonesia apalagi dengan masuk dan dikenalnya telepon genggam.
Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa secara yuridis konstitusional berlaku mulai tanggal 18 Agustus 1945 yaitu sejak disahkannya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Globalisasi merupakan situasi dan kondisi kehidupan intemasional yang seolah tanpa batas, sehingga kehidupan manusia berubah, besar kemungkinan untuk menjadikan manusia individualistik. Tidak dapat disangkal, bahwa globalisasi timbul karena didorong kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi, menyebabkan semakin derasnya arus informasi dengan segala dampaknya baik positif maupun negatif.
Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tanpa menelusuri kembali berita dan sumber berita tersebut, masyarakat justru mempercayai hal tersebut.