Posts made by Dwi Cahya Ningtyas N.P

Komunikasi C genap 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

by Dwi Cahya Ningtyas N.P -
Nama : Dwi Cahya N.P
NPM : 2256031034
Kelas : Paralel (MAN B)
Pendidikan Kewarganegaraan atau PKN berkaitan dengan warganegara yang berarti anggota dari suatu negara. PKN berarti usaha sadar menyiapkan peserta didik yang setia dan berani berkorban membela bangsa dan negara serta melatih peserta didik berpikir kritis dan demokratis berdasarkan pancasila.
Landasan pendidikan kewarganegaraan dibagi dua yaitu landasan ideal dan landasan hukum. Landasan ideal adalah pancasila sebagai dasar negara, pancasila sebagai pandangan hidup dan pancasila sebagai ideologi negara. Landasan hukum adalah pembukaan UUD 1945, batang tubuh UUD 1945, UU nomor 20 tahun 1982, UU nomor 20 tahun 2023 serta SK Dirjen DIKTI nomor 43 tahun 2006.
Dwi Cahya Ningtyas N.P_2256031034_Reg M

Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berpikir manusia. Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan, tanpa memperhatikan landasan ini, pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki pengetahuan itu. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya adalah suatu
sistem pengetahuan yang dalam kehidupan sehari-hari sudah menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan. Berikut implikasi nilai-nilai pancasila dalam pengembangan IPTEK:
1. Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi. Sebagai mahluk religi, setiap manusia memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya.
2. Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan.
3. Implikasi Sila Persatuan Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari faktor kemajuan iptek.
4. Implikasi Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah mendasari pengembangan Iptek secara demokratis.
5. Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.
Dwi Cahya Ningtyas N.P_2256031034_Reg M

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Sila ketuhanan yang Maha Esa mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mencipta, perimbangan antar rasional atau irasional, antar akal, rasa, atau kehendak. Menurut pernyataan pertama, IPTEK tidak hanya mengamati apa yang dikatakan, ditulis, dan dicatat; itu juga memperkuat hubungan antara apa yang diamati dan apa yang terjadi pada lingkungan sekitar dan manusia.
Sila Kemanusian yang Adil dan Beradab memberikan bukti moral bahwa manusia harus berperilaku baik dalam mengembangkan IPTEK. IPTEK merupakan komponen dari proses pembangunan manusia yang bermoral dan beradab. Oleh karena itu, pengembangan IPTEK harus didasarkan pada kebutuhan manusia secara keseluruhan, bukan menjadikan mereka sebagai obyek penggunaan IPTEK yang lemah dan malang.
Sila Persatuan Indonesia memberikan kesadaran kepada rakyat Indonesia bahwa nasionalisme di Indonesia yang disebabkan oleh IPTEK, persatuan IPTEK, dan persatuan bangsa dapat berkembang dan terwujud.
Sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan prinsip demokrasi sebagai “jiwa sila keempat” dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana seharusnya manusia bersikap untuk memahami dan memajukan IPTEK. Setiap ilmuaan juga harus memiliki kemampuan mengkritisi dan mengevaluasi hasil pemikiran orang lain, serta mampu bersuara menentang kesimpulannya. Penemuan iptek yang akhir-akhir ini teruji harus bisa tersampaikan kepada banyak anggota masyarakat.
Sila Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia kemajuan IPTEK harus mampu menjawab isu-isu kunci yang berpusat pada manusia seperti masalah yang berpusat pada manusia antara manusia satu dengan yang lain, masalah yang berpusat pada manusia antara manusia dan Tuhan sebagai penciptanya, dan yang berpusat pada manusia antara manusia dan lingkungan di mana mereka berada.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Harapan saya yaitu pemimpin warganegara dan ilmuan dapat berpegang teguh pada setiap nilai-nilai pancasila yang ada didalam nya dan dapat menjulur ke generasi selanjutnya. Perkembangan teknologi juga semoga dapat berkembang dengan baik dan efektif tanpa adanya kerugiaan dan lain-lain.