Kiriman dibuat oleh MUHAMMAD ABDURRAHMAN SIDIQ

MUHAMMAD ABDURRAHMAN SIDIQ_2216031004_REG B

Pada video berjudul “Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK” di beritaukan bahwa IPTEK adalah hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarkan dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. Semua hasil karya manusia pasti tidak ada yang sempurna dan pasti akan menimbulkan dampak positif dan negatif. Bila yang di timbulakan dari IPTEK adalah sebuah dampak positif pasti kita tidak akan mempermasalahkannya, tapi lain lagi jika yang ditimbulkan adalah dampak negatifnya contohnya saja perkembangan teknologi yang memunculkan media-media sosial popular. Dari media-media tersebut muncul banyak hal-hal yang merugikan mulai dari berita hoax sampai penipuan bahkan scam di media sosial. Hal hal negatif seperti ini sebenarnya kembali lagi ke pelakunya masing-masing, tapi dalam mengembangkan IPTEK sendiri kita harus bisa mencegah agar sesuatu yang kita kembangkan tidak bisa dimanfaatkan untuk merugikan orang lain. Maka di butuhkan lah Nilai Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK.

Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK. Pada dasarnya Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Pedoman dan rumusan ini harusnya di terapkan dalam setiap segi kehidupan termasuk dalam Pengembangan IPTEK, dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK maka secara tidak langsung semua ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan akan sesuai dengan nilai hidup Bangsa Indonesia. Dengan adanya IPTEK yang sesuai dengan pedoman hidup Bangsa Indonesia di harapkan penyalahgunaan IPTEK di masa mendatang dapat di minimalisir.
Muhammad Abdurrahman Sidiq_2216031004_Reg B

1. Sistem etika perilaku politik saat ini sangatlah lucu dan sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Politik di Indonesia dikuasai oleh orang yang memiliki uang bukan orang yang memiliki kemampuan.Bahkan dalam beberapa kasus hukum korupsi orang-orang yang sudah terbukti melakukan tindak korupsi pasti memiliki hukuman yang relatif ringan serta setelah masa hukumannya selesai, mereka masih bisa masuk ke bidang politik lagi.Ini sangat menggambarkan seberapa jauhnya nilai-nilai pancasila pada penerapan politik di Indonesia.

2. Etika generasi muda di sekitar saya sudah mulai memudar, mereka terlalu fokus pada dunianya sendiri hingga melupakan bahwa masih ada orang-orang di sekitarnya.Perilaku mereka pun sudah melenceng dari nilai-nilai dan etika yang di anut bangsa Indonesia, contohnya mereka sering kali merokok walupun masih menggunakan seragam sekolah dah bahkan yang lebih parah banyak siswa sma dan smp yang sudah berani melakukan tawuran hingga pembegalan.

Solusi untuk perilaku ini dengan mengidentifikasi penyebab terjadinya perilaku perilaku tersebut. Bila berkaca pada kehidupan di lingkungan sekolah maka siswa laki-laki yang tidak merokok biasanya di anggap cupu, tidak keren,dan tidak laki. Maka kita harus mengedukasi siswa-siswa ini bahwa merokok bukan ukuran dari suatu kekerenan atau seberapa maco laki-laki tersebut. kita harus bisa mengajarkan bahwa merokok malah bisa menimbulkan penyakit-penyakit yang membuat laki-laki malah terlihat tidak keren.
Muhammad Abdurrahman Sidiq_2216031004_Reg B

Penerapan nilai-nilai Pancasila di media sosial masih belum dapat terwujud. Media sosial di Indonesia sangat mementingkan keuntungan material saja tanpa memikiran dampak dari apa yang mereka tampilkan, belakangan ini banyak hal-hal viral yang sangat tidak penting. Seperti fenomena"Kamu Nanya?" Kejadian ini sebenarnya bukanlah hal yang salah hanya saja hal-hal yang viral pasti hal- hal yang seperti ini. Hal-hal yang tidak memiliki unsur mendidik pasti akan diviralkan oleh media sosial di Indonesia. Kenapa di Indonesia yang viral bukan hal-hal yang edukatif? Mungkin ini adalah pertanyaan yang banyak ditanyakan oleh banyak orang. Bila berkaca pada penerapan nilai-nilai Pancasila di media sosial hal itu bisa terjadi karena nilai-nilai Pancasila belum bisa di terapkan pada media sosial di Indonesia.
Muhammad Abdurrahman Sidiq_2216031004_Reg B

Etika adalah hal yang sangat diperlukan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.Dengan memiliki etika maka kita mampu menjalankan kehidupan bernegara dengan baik untuk diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lainnya.Etika Pancasila adalah cabang filsafat yang dijabarkan dari sila-sila Pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Nilai-nilai yang terkandung dalam etika Pancasila
- Pertama sila Ketuhanan mengandung dimensi moral berupa nilai spiritualitas yang mendekatkan diri kepada sang pencipta
Maksudnya pada sila Ketuhanan, menganandung hal yang berhubugan dengan rohani setiap individu tersendiri, seperti bagaimana hubungan dia dan Tuhannya,ketekunan seseorang dengan agamanya,dan bagaimana cara menghargai kepada orang yang berbeda agama.
- Kedua sila kemanusiaan mengandung dimensi humanis yang artinya menjadikan manusia menjadi manusiawi yaitu upaya meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam pergaulan antar sesama
Maksudnya setiap masyararakat memiliki hak asasi manusia dimana mereka bebas untuk menentukan pendidikan mereka,pekerjaaan mereka, bahkan pasangan hidup mereka tanpa membeda-bedakan antar indvidu tetapi tetap menaati etika dan hukun yang ada.
- Ketiga sila persatuan mengandung dimensi nilai solidaritas pasar kebersamaan dan cinta tanah air
Maksudnya setiap dari kita bagaikan anggota tubuh jika tangan yang sakit semuanya akan merasakannya, seperti itu juga bila ada musibah di suatu daerah di Indonesia maka yang berada di daerah lain juga ikut merasakan rasa prihatin yang sama.
- Keempat sila kerakyatan mengandung nilai berupa sikap menghargai atau mau mendengar pendapat orang lain
maksudnya setiap dari kita ingin didengar dan orang lainpun ingin didengarkan maka kita harus bisa menghargai bila setiap orang itu memiliki hak untuk berbicara.
- Kelima sila keadilan mengandung dimensi nilai mau peduli atas nasib orang lain kesediaan membantu kesulitan orang lain
maksudnya bisa melihat ada orang yang kesulitan maka kita harus memiliki rasa peduli dan melolong orang tersebut
Muhammad Abdurrahman Sidiq_2216031004_Reg B

Etika dan hukum adalah dua hal yang sangat berkaitan. Seperti yang di tegaskan oleh Ketua Mahkamah Agung Earl Warren "Jika Etika diibaratkan sebagai samudra maka kapalnya adalah hukum". Pernyataan ini sangat sesuai dengan filsafat hukum dimana tingkatan hukum berawal dari nilai,asas,norma,dan undang-undang, dalam konsep tersebut etika berada jauh diatas hukum. Jika seseorang melangkar etika yang terdapat dimasyarakat maka dia akan dicela dalam masyarakat tersebut, sementara bila ada orang yang melanggar hukum di suatu negara maka akan dihukum menurut perundang-undangan dalam negara tersebut. Bila berpatok dalam ini maka cangkupan dari etika sangatlah luas karena etika terdapat dalam masyarakat, sementara hukum hanya terdapat dalam suatu negara. Masyarakat bisa berdiri tanpa adanya suatu negara, tapi negara tidak bisa terbentuk bila tidak terdapat rakyat maka etika bisa ada tenpa adanya hukum tetapi hukum tidak bisa muncul bila tidak ada etika.