Kiriman dibuat oleh Nabillah Al Zahra Yuzafalani

Nabillah Al Zahra Yuzafalani (2256031041) Reg M
Menganalisis Jurnal
Judul Jurnal : Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Volume dan Halaman : Volume 12, Nomor 1
Tahun Terbit : 2018
Penulis : Mursyidah Dwi Hartati,Ponoharjo,Mohamad Khamim
Permasalahan : Bagaimana pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi perkembangan Iptek pada mahasiswa program studi Matematika Universitas Pancasakti Tegal Semester 2 Tahun 2016/2017
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi IPTEK.
Sumber Data : Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data untuk penelitian ini.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan kepribadian pancasila secara umum positif di kalangan responden. Agar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membantu kemajuan bangsa, maka mahasiswa sebagai generasi muda harus menjunjung tinggi karakter bangsa dan berpegang teguh pada Pancasila sebagai dasar negara. Komponen pendukung utama untuk globalisasi adalah teknologi informasi dan komunikasi. Kecepatan kemajuan teknologi memungkinkan penyebaran global yang cepat dari semua jenis informasi. Saat ini, semua aspek kehidupan memiliki kapasitas untuk berkembang dengan cepat. Perkembangan ini berjalan seiring dengan transformasi pendidikan dari konvensional ke modern, dan perkembangan ini mau tidak mau menuntut adanya globalisasi masyarakat. Kemajuan teknologi ini telah mengubah kehidupan manusia secara drastis, termasuk peradaban dan budaya. Di Indonesia saat ini terbukti bahwa kemajuan teknologi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap pendidikan baik di perkotaan maupun di pedesaan (modernisasi). Dan mau tidak mau, perlahan mulai mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. bila dikaitkan dengan ideologi Pancasila yang diterima Indonesia. Melihat realitas masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa, terungkap bahwa masyarakat secara keseluruhan, bukan Pancasila, yang terkena dampak kemajuan teknologi informasi. Apakah Pancasila memiliki pengaruh positif atau negatif tergantung bagaimana komunitas penganut ideologi Pancasila menyikapi kemajuan teknologi digital. Percepatan kemajuan teknologi informasi memudahkan berbagai kekuatan luar yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Pancasila untuk masuk. Filsafat sekularisme yang tidak selalu bersimpati pada agama tidak dapat menggantikan Pancasila yang akomodatif terhadap agama.Dengan menawarkan mata kuliah Pembinaan Kepribadian Pancasila kepada mahasiswa, sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan setiap orang tentang pentingnya Pancasila dan urgensinya. Mata Kuliah Pendidikan Pancasila adalah mata pelajaran yang mengajarkan kepada setiap orang bagaimana mempelajari, menganalisis, dan menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan pertumbuhan suatu bangsa dan negara dari sudut pandang prinsip-prinsip dasar Pancasila, falsafah dan dasar negara Republik Indonesia.
Nabillah Al Zahra Yuzafalani (2256031041) Reg M
Vidio yang saya analisis membahas tentang Pancasila dan IPTEK Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK
Manusia adalah pencipta ilmu pengetahuan dan teknologi. Umumnya berfungsi untuk mendukung kebutuhan masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Orang menggunakan sains dan teknologi untuk berbagai alasan, positif atau negatif. Pada hakekatnya, Pancasila adalah rumusan dan pedoman yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh penduduk Indonesia. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bergantung pada nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila. Ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini dan di masa depan berkembang dengan sangat cepat. Bangsa Indonesia di dirikan atas dasar Ketuhanan Yang Maha Esa. Berikut sila-sila pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK : 

1. Ketuhanan Yang Maha Esa : Berdasarkan sila ini Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) mempertimbangkan tidak hanya apa yang telah ditemukan, ditetapkan, dan dihasilkan, tetapi juga bagaimana ia akan digunakan, serta apakah ia akan merugikan orang-orang di sekitarnya atau tidak. Proses ini diimbangi dengan melestarikan.
2. Kemanusian Yang Adil dan Berada : IPTEK merupakan moral dan budaya manusia yang berkeadilan, maka sila-sila kemanusiaan yang adil dan beradab menawarkan dasar-dasar moralitas yang harus dijunjung tinggi oleh manusia dalam mengembangkan IPTEK.
3.Persatuan Indonesia : Menurut sila ini Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus mampu menumbuhkan rasa nasionalisme, kecintaan terhadap bangsa, dan keluhuran bangsa sebagai umat manusia sedunia.
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan : Setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebebasan orang lain, dan mereka juga harus menghormati kebebasan itu dan berpikiran terbuka terhadap kritik untuk ditinjau atau dibandingkan dengan temuan lain, sesuai dengan ajaran kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam musyawarah perwakilan.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia : Selain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, harus ada keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia, khususnya keseimbangan keadilan dalam hubungan dengan diri sendiri dan Tuhan, orang lain, masyarakat, berbangsa dan bernegara, serta dengan lingkungan hidup.
Nabillah Al Zahra Yuzafalani 2256031041 Reg M
Dengan memiliki etika, kita mampu menjalankan kehidupan bernegara dengan baik dan mewariskannya dari satu generasi ke generasi berikutnya, yang merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebuah cabang filsafat yang dikenal sebagai etika pancasila dikembangkan dari sila Pancasila untuk mengatur perilaku berbangsa dan bernegara di Indonesia. Adapun prinsip-prinsip etika pancasila antara lain sebagai berikut: 1.Sila ketuhanan berupa nilai spiritual yang mendekatkan diri kepada sang pencipta. 2. Sila Kemanusiaan meliputi nilai dimensi kemanusiaan, yang mengacu pada upaya menjadikan manusia lebih manusiawi dalam interaksinya satu sama lain.3. Sila Persatuan mencakup dimensi solidaritas, kebersamaan, dan cinta tanah air. 4. Sila Rakyat mencakup prinsip-prinsip moral termasuk menghormati sudut pandang orang lain dan kesiapan untuk mendengarkan mereka. 5. Sila keadilan mencakup dimensi moral kepedulian terhadap kesejahteraan orang lain dan siap untuk meringankan masalah mereka. Urgensi pancasila dalam sistem etika: Memperlakukan ajaran Pancasila sebagai prinsip etika berarti memandang Pancasila sebagai sumber moral dan inspirasi untuk memilih sikap, perbuatan, dan keputusan. 2. Filosofi etik Pancasila memberikan petunjuk bagi setiap warga negara agar mereka dapat memahami dengan jelas tempatnya dalam hubungan sosial lokal, nasional, regional, dan global, Agar kebijakan-kebijakan yang berbeda tidak menyimpang dari kebijakan negara dan prinsip-prinsip Pancasila, dapat dianalisis dengan menggunakan Pancasila sebagai landasannya.
Nabillah Al Zahra Yuzafalani 2256031041 Reg M
Nama Jurnal : Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial Oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan Di Indonesia
Tahun Terbit : 2020
Nama Penulis : Ariesta Wibisono Anditya
Hasil Analisis Jurnal : Pancasila merupakan landasan negara Indonesia, oleh karena itu masyarakat yang dibangun di atas Pancasila adalah tujuan akhir bangsa. 1 Nilai-nilai yang ada berubah sebagai akibat dari evolusi konstan yang dialami masyarakat. dapat berlangsung di luar waktu, memungkinkan berbagai kelompok masyarakat dengan cepat mengidentifikasi dan dipengaruhi oleh arus filosofis, ideologis, dan budaya. teknis, sosial, dan ilmiah. 4 Pepatah filosof Yunani kuno Cicero, “Ubi societas ibi ius,” menggambarkan hukum sebagai tatanan yang terus-menerus dilaksanakan atas dasar kesadaran, moralitas, dan pengabdian rakyat.5 Hukum merupakan kontrol sosial, tetapi bukan berarti bahwa masyarakat dapat dikelola hanya dengan mengetahui hukum. Masyarakat Indonesia sangat menguasai informasi. Pengertian media massa dapat ditemukan dalam kata “media” yang berarti alat, corong, instrumen, jalan, medium, penghubung, peranti, perantara, peranti, saluran, sarana, dan kendaraan. Istilah “media massa” sendiri mengacu pada saluran dan sarana komunikasi formal yang digunakan untuk menyebarkan informasi kepada khalayak yang lebih luas. 9 media Indonesia,Menurut tinjauan literatur penulis, pers merupakan lembaga yang bertugas menyebarluaskan konten komunikasi massa di media. Merupakan media atau alat yang digunakan lembaga sosial dan sarana komunikasi massa untuk menyelenggarakan jurnalistik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Butir 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Tujuan media massa adalah untuk menyampaikan pesan informasi yang sama secara simultan dan instan kepada sejumlah besar khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim dengan menggunakan media cetak atau elektronik. 10 Pemanfaatan media massa mengacu pada pemanfaatan format media massa tertulis dan elektronik yang berbeda untuk tujuan tertentu. Menurut pendapat saya, tidak semua orang tahu hukum, tetapi dengan media massa, orang akan tahu hukum dengan membaca atau mendengar informasi.