Kiriman dibuat oleh Nabillah Al Zahra Yuzafalani

Nama : Nabillah Al Zahra Yuzafalani
Npm : 2256031041
Kelas : Mandiri A
Prodi : Ilmu Komunikasi

Analisis Kasus

Kasus diatas yaitu adanya konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste yang telah terjadi pada tahun 2012 dan 2013. Konflik bertahun-tahun telah mengakibatkan cedera yang membutuhkan perhatian segera. Konflik yang terus berlangsung sangat menuntut perhatian pemerintah. Sengketa wilayah yang masih menjadi sumber konflik harus segera diselesaikan secara diplomatis, karena jika konflik ini terus berlanjut, bentrokan di masyarakat perbatasan akan semakin meningkat.Namun di sisi lain, dapat diapresiasi semangat masyarakat perbatasan Indonesia untuk mempertahankan wilayahnya, dan juga harus memperhatikan upaya penyelesaian konflik TNI, mereka terjun langsung ke warga yang berkonflik dan memperjuangkannya.

Analisis Soal

1. Sentimen negatif antara orang Indonesia dan orang Timor-Leste jelas dapat diakui sebagai salah satu penyebab konflik ini. Fakta bahwa warga kedua negara kurang mampu dan terlibat dalam konflik untuk memperebutkan sumber daya seperti lahan pertanian dan ternak memperparah suasana yang tidak kondusif ini, sehingga dari konflik ini kita bisa menjadi lebih sadar akan pentingnya membina hubungan yang positif dengan negara lain.
2. Menurut saya Negara Indonesia akan terpecah belah jika konsep wawasan nusantara sudah tidak ada lagi. Lebih jauh lagi, kedaulatan yang dianut oleh suatu negara dalam konsep negara akan hilang, dan yang paling krusial, tidak akan ada lagi nasionalisme suatu bangsa terhadap negara. Karena setiap individu memiliki pemikirannya masing-masing, maka mereka tidak akan lagi memikirkan konsep bangsa, senasib, sepenanggungan, dan bertanah air satu. Karena nusantara pada hakikatnya adalah analogi dari frasa Indonesia sebagai sebuah Negara
3. Pemerintah Indonesia dan Timor Leste harus bekerja sama untuk menciptakan perdamaian di perbatasan sebisa mungkin sebelum konflik memburuk, sesuai dengan gagasan wawasan nusantara. Ketika sebuah masalah muncul, pemerintah harus bertindak cepat untuk mengatasinya sebelum menjadi masalah besar, seperti yang terjadi ketika Timor Leste akhirnya mendeklarasikan kemerdekaannya dari Indonesia. Wawasan dari nusantara digunakan untuk menginformasikan kebijakan dan pengambilan keputusan. Sejarah Indonesia dapat mengajarkan kita bagaimana membuat kebijakan yang baik untuk kepentingan masyarakat.
Nama : Nabillah Al Zahra Yuzafalani
Npm : 2256031041
Kelas : Mandiri A
Prodi : Ilmu Komunikasi

Teori geopolitik diperkenalkan pertama kali oleh Ir.Soekarno pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945. Di Indonesia prinsip geopolitik tidak mementingkan dalam hal wilayah, namun lebih kepada membangun kesatuan bangsa dalam satu wilayah. Menurut teori geopolitik bangsa Indonesia, Pancasila, sebuah ideologi nasional, digunakan sebagai faktor mendasar dalam menentukan politik nasional ketika dihadapkan dengan keadaan dan lokasi wilayah geografis Indonesia.

UUD Negara Republik Indonesia dan Pancasila merupakan sumber wawasan nusantara yang merupakan wawasan nasional. Konsep geopolitik di Indonesia merupakan negara kepulauan karena itu kesatuan negara dan keutuhan wilayah Indonesia merupakan landasan Wawasan Nusantara.