Lusi Susanti _ 2256031048 _ Paralel
Menurut hasil analis saya mengenai video yang berjudul “Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK”
IPTEK adalah hasil karya manusia yang dipergunakan untuk membantu manusia dalam menghadapi kehidupannya, baik yang berdampak positif maupun negatif.
Pancasila merupakan rumusan dan pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat indonesia. Kaitan nilai-nilai Pancasila dengan IPTEK merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan ilmu tekhnologi. Karena perkembangan IPTEK pada masa ini dengan masa yang akan datang akan mengalami perkembangan yang sangat cepat.
Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam perkembangan IPTEK:
1. Sila Ketuhanan yang Maha Esa. pada sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan tetapi juga dipertimbangkan sesuai dengan sila pertama yaitu ketuhanan yang maha esa.
2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dimana pada sila ini member ikan dasar -dasar moralitas bahwa manusia mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila Persatuan Indonesia pada sila ini kita perlu mengkomplementasiakan universalitas dan kemanusiaan, karena dalam Pengembangan IPTEK kita harus mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, dalam sila ini harus mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. Artinya ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk megembangkan IPTEK, menghormati sekaligus menghargai hasil karya orang lain, dan ilmuwan juga harus memiliki sifat terbuka untuk dikritik, dikaji, ataupun dibandingkan dengan ilmuwan lainnya.
5. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dalam sila ini pengembangan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan Kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannnya dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan lingkungannya.
Menurut hasil analis saya mengenai video yang berjudul “Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK”
IPTEK adalah hasil karya manusia yang dipergunakan untuk membantu manusia dalam menghadapi kehidupannya, baik yang berdampak positif maupun negatif.
Pancasila merupakan rumusan dan pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat indonesia. Kaitan nilai-nilai Pancasila dengan IPTEK merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan ilmu tekhnologi. Karena perkembangan IPTEK pada masa ini dengan masa yang akan datang akan mengalami perkembangan yang sangat cepat.
Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam perkembangan IPTEK:
1. Sila Ketuhanan yang Maha Esa. pada sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan tetapi juga dipertimbangkan sesuai dengan sila pertama yaitu ketuhanan yang maha esa.
2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dimana pada sila ini member ikan dasar -dasar moralitas bahwa manusia mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila Persatuan Indonesia pada sila ini kita perlu mengkomplementasiakan universalitas dan kemanusiaan, karena dalam Pengembangan IPTEK kita harus mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, dalam sila ini harus mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. Artinya ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk megembangkan IPTEK, menghormati sekaligus menghargai hasil karya orang lain, dan ilmuwan juga harus memiliki sifat terbuka untuk dikritik, dikaji, ataupun dibandingkan dengan ilmuwan lainnya.
5. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dalam sila ini pengembangan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan Kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannnya dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan lingkungannya.