Posts made by MV Jeani Catur Prameswari jeani

MV. Jeani Catur Prameswari_2216031054_REG B

Judul video: Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai
Sumber: Youtube
Saluran: Kompas TV

Dalam video tersebut memperlihatkan ratusan warga dari desa Pegaden Tengah kabupaten pekalongan Jawa Tengah menuju lokasi pabrik yang membuang limbah olahan pabrik ke sungai. Di lokasi pabrik warga langsung melakukan penutupan terhadap saluran pembuangan limbah yang berasal dari 6 pabrik pakaian. Selain pencemaran lingkungan sungai, warga sekitar juga merasa tidak nyaman akibat bau yang keluar dari limbah pabrik yang langsung dibuang ke sungai. Warga meminta aparat desa segera menutup enam pabrik garmen tanpa membuang limbahnya. Pemilik pabrik juga setuju dengan upaya warga setempat untuk menutup sistem pembuangan limbah pabrik. Pemilik pabrik pun mengaku sampai saat ini belum mengetahui bagaimana cara mengolah limbah pabriknya. Warga sekitar mengancam akan terus menggelar aksi unjuk rasa jika masyarakat tidak menutup pabrik.
Dapat disimpulkan bahwa peristiwa diatas masih kurangnya penerapan sila-sila pancasila yaitu sila kedua “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Pada peristiwa ini kurangnya rasa kemanusiaan dan rasa tanggung jawab yang artinya pemilik pabrik hanya memikirkan bagaimana mereka terus berproduksi agar mendapat pemasukan, sedangkan disisi lain warga setempat terkena dampak buruknya yaitu air sungai yang tercemar mengakibatkan warga tidak bisa menggunakan air bersih sebagai kebutuhan sehari-hari.
Aparat desa seharusnya lebih tegas dan bekerja sama mengurangi dampak buruk yang terjadi dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pabrik.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Diskusi

by MV Jeani Catur Prameswari jeani -
MV. Jeani Catur Prameswari_2216031054_REG B
1. bagaimana nilai pancasila jika tidak diterapkan dengan baik pada kemajuan teknologi dan apakah kaitannya tentang perkembangan teknologi dengan nilai pancasila?
- Jika nilai pancasila tidak diterapkan dengan baik maka perilaku negatif semakin muncul dan budaya dari luar yang lebih banyak digemari oleh masyarakat semakin bertambah. Contohnya kita lupa akan produk dalam negeri karena produk luar negeri lebih banyak tersebar dan lebih banyak yang menyukainya. Oleh karena itu, setiap masyarakat harus berpegang teguh pada nilai-nilai pancasila dan membatasi pengaruh negatif yang masuk.

2. apakah pengaruh penting IPTEK dengan kemajuan perekonomian di negara Indonesia dan kaitkan terkait Implementasi nilai sila ke 5?
- IPTEK memiliki pengaruh penting bagi kemajuan ekonomi di negara Indonesia. Perubahan teknologi dapat meningkatkan kemampuan suatu negara untuk menawarkan berbagai barang dan jasa penduduk dan meningkatkan daya saing bangsa. Adanya kaitannya dengan nilai sila kelima adalah ketidakadilan yang terjadi pada proses pembangunan perekonomian Indonesia, secara nyata hal ini belum terjadi secara merata.
Menurut seorang cendekiawan ia mengakui orang yang memiliki harta mengalami pertumbuhan yang sangat cepat, sedangkan orang yang harta kekayaannya tidak banyak atau bahkan tidak ada tidak akan merasakan pembangunan.
“Sebanyak 1% masyarakat Indonesia memiliki kekayaan 4%-5% seluruh total kekayaan Indonesia, hal ini menunjukkan ada pengamalan nilai keadilan sosial yang tidak terjadi di Indonesia, dimana pembangunan hanya dirasa oleh sebagian golongan masyarakat saja”, ucapnya.
Ia menjelaskan indeks pembangunan manusia yang tidak merata di antara masyarakat kota dan masyarakat desa. pembangunan masyarakat kota, terutama masyarakat yang memiliki harta dapat berjalan dengan baik sedangkan masyarakat desa masih tertinggal.
Referensi: https://bpip.go.id/berita/1035/960/ahli-ekonomi-dorong-pemerintah-implementasikan-nilai-nilai-ekonomi-pancasila.html
MV. Jeani Catur Prameswari_2216031054_REG B

1. Artikel 1: “Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK”
Ilmu pengetahuan dan teknologi sebenarnya memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai budaya dan agama yang menjadi pedoman dalam proses pengembangannya. Dimana perkembangan iptek harus selalu dilandasi oleh nilai-nilai tersebut, dan iptek menempatkan nilai-nilai budaya dan agama tersebut sebagai lawan bicara sebagai faktor eksternal perkembangan iptek. Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK bertujuan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat serta pelindung bangsa dari pengaruh-pengaruh buruk. IPTEK sebagai hasil budaya masyarakat harus berlandaskan nilai-nilai luhur pancasila. Pancasila sebagai sumber berfikir menunjukan sistem-sistem etika dalam pengembangan IPTEK, hal itu dapat dilihat dan ada pada tiap sila pancasila.
Salah satu upaya pengimplementasian nilai-nilai pancasila dalam masyarakat adalah dengan penyuluhan/ sosialisasi tentang pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Upaya ini penting dilakukan mengingat kurangnya Pendidikan Pancasila disetiap daerah dan juga masih minimnya pemahaman nilai-nilai Pancasila dimasyarakat sehingga mereka belum tahu bagaimana penerapan nilai-nilai Pancasila yang baik dalam kehidupan. Dengan adanya sosialisasi warga dapat memahami nilai-nilai Pancasila serta mengetahui makna dari tiap silanya yang sangat penting bagi mereka dalam menjalankan kehidupan.

2. Artikel 2: “Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu”
Dapat disimpulkan bahwa pemahaman filosofis tentang kebenaran dalam konteks Pancasila dapat digeneralisasikan dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah 1) tiadanya pertentangan dengan Tuhan, 2) aktualisasi atau perwujudan dan terpenuhinya hakekat manusia, 3) suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi, 4) kemanfaatan pada semua pihak, dan 5) terpenuhinya hakekat keadilan (adil). Untuk pengembangan ilmu di Indonesia nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya. Dengan berorientasi Pancasila secara ilmiah dalam upaya mencari kebenaran dan konsep bahwa Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu di Indonesia serta visi ilmu di Indonesia tersebut maka ilmu yang dikembangkan di Indonesia tidak akan ada alienasi terhadap bangsa Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa Indonesia.
MV. Jeani Catur Prameswari_2216031054_REG B

Judul : URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK
Journal : Syariati Jurnal Studi Al-Quran dan Hukum
Volume dan Halaman : Vol. IV No. 02, Hal 214 -2021
Tahun : 2018
Penulis : Ika Setyorini
Kata kunci : Indonesia, Pancasila, Technology, Value.

Pancasila adalah dasar negara atau pokok kaidah negara yang fundamental yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, dan sekaligus cita hukum (rechtssidee) negara Indonesia karena bersumber pada pandangan dan falsafah hidup yang mendalam, dimana tersimpul ciri khas sifat, dan karakter luhur bangsa Indonesia. (Hernowo, 2006 : 3).

Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu
Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka-kerangka berpikir, pola acuan berpikir atau jelasnya sebagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus arah/tujuan bagi yang menyandangnya sehingga Pancasila menjadi kaidah penuntun dalam pembangunan hukum nasional.

Bagaimana urgensi tentang penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi?
Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat disampaikan pemahaman, Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua,bahwa setiap perkembangan iptek harus didasarkan dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan. Ketiga, nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal indelegensasi ilmu (mempribumikan ilmu) (Kementrian Riset Dikti Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, 2016: 97-98).
Pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan dapat menjadi dasar dan akar pada pengembangan keilmuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga pengembangan iptek tadi tidak keluar dari nilai-nilai yang telah dimilliki bangsa Indonesia.