Posts made by MV Jeani Catur Prameswari jeani

MV. Jeani Catur Prameswari_2216031054_REG B

Nama jurnal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar
Judul jurnal :Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi Terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Volume : 02 nomor 02
Halaman : 29-41
Tahun terbit : 2018
Nama penulis : Syarifuddin

Hasil analisis:
Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang terumuskan dari proses akulturasi budaya nusantara yang berlangsung berabad-abad. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Berangkat dari pemikiran tersebut, maka pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai.

Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK:
(1) Ketuhanan yang maha esa
Menurut Muchtar Nilai-Nilai di dalam sila Ketuhanan yang Mahasa Esa terkandung nilai Religius antara lain adalah:
a. Kepercayaan Terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta segala sesuatu dengan sifat-sifat yang sempurna dan suci seperti Mahakuasa, Maha Adil, Maha Bijaksana, dan sebagainya;
b. Ketakwaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa, yakni menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. (Prasetio P, 2014).

(2) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
(-) Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab. Iptek adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu, pembangunan iptek harus berdasarkan kepada usaha-usaha mencapai kesejahteraan umat manusia. Iptek harus dapat diabadikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat dari penggunaan IPTEK.

(3) Persatuan Indonesia
(-) Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek. Oleh sebab itu, iptek harus dapat dikembangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan selanjutnya dapat dikembangkan dalam hubungan manusia Indonesia dengan masyarakat internasional.

(4) Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan, perwakilan
Adapun nilai-nilai dalam sila ke 4 sebgai berikut:
a. Negara adalah untuk kepentingan seluruh rakyat.
b. Kedaulatan adalah ditangan rakyat
c. Manuasia indonesia adalah sebagai warga Negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
d. Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal sehat.
e. Keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat oleh wakil-wakil rakyat.

(5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
(-) Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah; Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya (T. Jacob, 1986).
MV. Jeani Catur Prameswari_2216031054_REG B
A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
(-) Pancasila sebagai sistem nilai senantiasa bekerja sebagai paradigma ilmu pengetahuan, ketika peneliti dan praktisi, warga negara dan pejabat pemerintah, meyakini kebenaran nilai-nilai pancasila dan menjadikannya sebagai acuan dalam mencari ilmu dan beramal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan negara bagian. Untuk sampai pada kepercayaan seperti itu, semua bagian bangsa penting untuk berusaha memahami secara menyeluruh nilai-nilai sebenarnya yang terkait dengannya dengan dirinya sendiri sebagai manusia, kebenaran tentang alam dan kebenaran tentang Tuhan YME dan hubungan serta posisi antara ketiganya.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
(-) Mengenai model pemimpin yang baik adalah berjiwa pancasila. Tugas pemimpin yang baik adalah memimpin bangsa dan negara untuk mencapai cita-cita bangsa, yaitu mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia menuju kehidupan yang ber-ketuhanan, ber-kemanusiaan, ber-persatuan, ber-kerakyatan, dan ber-keadilan.
(-) Pemimpin yang berjiwa Pancasila berarti pemimpin yang benar-benar memahami hakekat Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Dengan demikian, segala kebijakan yang diterapkannya berpedoman pada ideologi bangsa. Pemimpin harus memiliki lima sifat yang terkandung dalam lima sila Pancasila.
MV. Jeani Catur Prameswari_2216031054_REG B

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
 Saya setuju dengan berita diatas. Menurut saya cara antisipasi agar tidak terjadi dampak negatif dari hoaks adalah mencari fakta terkait dengan berita yang tersebar. Perlu ketelitian dan keteguhan untuk menemukan fakta rill.
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
 Pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai pancasila mengakibatkan bertambahnya dampak negatif seperti meremehkan kekuatan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila yang berdasarkan fakta bahwa pedoman tersebut membuat kita bisa menjadi manusia bebas dari kungkungan penjajah. Oleh karena itu kita harus menerapkan dan mengingat nilai baik dari pancasila dalam jaman digital ini.
C. Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimanakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
 Komunikasi adalah salah satu dari elemen-elemen penting dalam menjalani kehidupan. Tanpa adanya komunikasi, individu dan kelompok tidak dapat bertahan karena selain memudahkan informasi, komunikasi juga suatu hal yang harus dilakukan. Dijaman era digital ini, komunikasi juga dimudahkan untuk berbagi informasi. Maka tidak heran tingkat konsumerisme produk digital sangat meningkat.
MV. Jeani Catur Prameswari_2216031054_REG B
Judul video: SIMAK! Detik-detik Hiroshima & Nagasaki di Bom, Peristiwa Sejarah Sebelum Proklamasi RI
Sumber: Youtube
Saluran: TVOne

Video tersebut membahas peristiwa yang terjadi pada 9 Agustus 1945, bom atom menewaskan 70 ribu orang dan mencederai puluhan ribu warga Nagasaki, Jepang. Sebuah pukulan telak bagi Jepang, setelah pada 6 Agustus 1945, bom atom juga menewaskan puluhan ribu orang di Hiroshima. Peristiwa itu sekaligus mengakhiri Perang Dunia II. Jepang menyerah kepada sekutu pada 16 Agustus 1945. Indonesia menjadi negara pertama yang langsung memanfaatkan kekalahan Jepang dengan memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.