Kiriman dibuat oleh MV Jeani Catur Prameswari jeani

MV. Jeani Catur Prameswari_2216031054_REG B

Pancasila dikatakan sebagai pandangan hidup masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Perilaku dan pergaulan sesama manusia dan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus berdasarkan Pancasila yang dijadikan sebagai dasar perilaku. Pancasila juga dijadikan pedoman dalam berbagai bidang kehidupan, baik itu bidang ekonomi, sosial, budaya maupun bidang lainnya. Sehingga apapun yang dilakukan diharapkan tidak menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan sesuai Pancasila. Dengan demikian, apa yang diharapkan dan dicita-citakan oleh bangsa Indonesia dapat terwujud dengan baik.
Proses terjadinya Pancasila adalah melalui suatu proses kualitas. Artinya, sebelum disahkan menjadi dasar negara, baik sebagai pandangan hidup maupun filsafat hidup bangsa Indonesia. Fungsinya adalah sebagai motor penggerak bagi tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan.
Revolusi Industri 4.0 merupakan sebuah persoalan yang akan menjadi tantangan besar bagi Negara Indonesia agar dapat bersaing dengan negara-negara luar, sehingga Negara Indonesia menjadi Negara yang kuat yang berasaskan kepada Ideologi Pancasila. Dalam menghadapi tantangan revolusi 4.0 bangsa Indonesia harus menanamkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan kerakyatan, serta berasaskan kepada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
MV. Jeani Catur Prameswari_2216031054_REG B

Kemajuan teknologi tentunya memiliki manfaat bagi perkembangan ekonomi Indonesia yaitu pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. dan industrialisasi serta meningkatnya produktivitas dunia industri.
Salah satu bukti pemanfaatan teknologi bagi perkembangan ekonomi adalah saat dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Road Map E-Commerce) Tahun 2017-2019 yang bertujuan agar memudahkan perkembangan ekonomi kreatif misalnya UMKM lokal serta jalannya e-commerce di Indonesia.

Tetapi kenyataannya belum sesuai dengan sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengapa? karena pelaksanaan e-commerce belum berjalan mulus, melainkan terdapat keterbatasan kemampuan UMKM untuk memanfaatkan peluang digital. Tingginya transaksi e-commerce di tahun 2020 tidak disertai dengan adanya peran serta UMKM lokal di Indonesia. Market place e-commerce Indonesia masih didominasi produk asing dan kehadiran UMKM lokal sebagai makers atau produsen hanya berperan sedikit dari target yang ditetapkan.
Referensi: https://ekon.go.id/publikasi/detail/1914/pengembangan-dan-pemanfaatan-teknologi-dalam-mendukung-ekonomi-kreatif
MV. Jeani Catur Prameswari_2216031054_REG B

Pancasila berperan sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan berarti bahwa Pancasila merupakan dasar dan pedoman bagi perkembangan iptek. Fungsinya berkaitan dengan penerapan nilai pancasila, yaitu sebagai rambu normatif artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.
Contohnya pada salah satu desa yang menerapkan kemajuan teknologi diimbangi dengan ideologi Pancasila ialah Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Desa ini sudah menerapkan teknologi informasi dalam kegiatan keseharian mereka seperti sudah membangun sistem informasi desa kemudian sistem pemetaan desa. Sehingga sosialisasi Pancasila tersebut merupakan kegiatan positif yang dimiliki. Desa Pandanlandung tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi informasi sehingga bisa menjadi contoh bagi masyarakat desa lainya bahwa desa punya kemampuan itu. Sistem yang dimiliki oleh desa Pandanlandung ialah untuk memudahkan masyarakat memanfaatkan teknologi mendapat pelayanan publik yang maksimal.
Referensi: https://mediaindonesia.com/nusantara/270845/peran-pancasila-di-era-kemajuan-teknologi
Nama: MV. Jeani Catur Prameswari
NPM: 2216031054
Kelas: REG B
Judul: Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Journal: Cakrawala : Jurnal Pendidikan
Volume dan Halaman: Volume 12 Nomor 1, Hal 1-11
Tahun: 2018
Penulis: Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, Mohamad Khamim
Kata kunci: Pancasila, Pengembangan Kepribadian, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Analisis saya mengenai jurnal tersebut sebagai berikut, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi IPTEK. Saat ini, segala aspek kehidupan telah mampu berkembang dengan pesatnya, perkembangan tersebut beriringan pula dengan perkembangan pendidikan dari yang tradisional menjadi modern, secara otomatis perkembangan tersebut menuntut masyarakat menuju kearah globalisasi. Kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya dalam aspek pendidikan. jika dikaitkan dengan ideologi yang dianut Indonesia yakni pancasila. Maka akar permasalahan yang dihadapi adalah apakah nilai-nilai dalam pancasila yang selama ini menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia terpengaruh perkembangan teknologi informasi. Melihat kenyataan dalam masyarakat terutama pada kalangan mahasiswa, sebenarnya bukan pancasila yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi melainkan masyarakat itu sendiri. Memberi pengaruh baik atau buruk terhadap pancasila tergantung bagaimana masyarakat sebagai penganut ideologi pancasila menyikapi perkembangan teknologi informasi tersebut. Pesatnya perkembangan teknologi informasi memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Jika hal tersebut dibiarkan akan menyebabkan nilai-nilai luhur pancasila dalam masyarakat terkikis bahkan habis tergilas budaya barat yang berkembang.

Maka dengan adanya penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi, diharapkan dapat tercipta wahana pembelajaran bagi para mahasiswa untuk secara akademik mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-masalah pembangunan bangsa dan negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Republik Indonesia. Secara spesifik tujuan penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi adalah untuk : (1) Memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa melalui revitalisasi nilai-nilai dasar Pancasila sebagai norma dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (2) Memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara Republik Indonesia, serta membimbing untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mempersiapkan mahasiswa agar mampu menganalisis dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara melalui sistem pemikiran yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. (3) Membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa, serta penguatan masyarakat madani yang demokratis, berkeadilan, dan bermartabat berlandaskan Pancasila, untuk mampu berinteraksi dengan dinamika internal dan eksternal masyarakat bangsa Indonesia.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila terhadap menyikapi perkembangan IPTEK. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara umum responden dalam penelitian ini mempunyai pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Mahasiswa sebagai generasi muda sebaiknya menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan Iptek, dan berpegang teguh kepada Pancasila sebagai dasar negara sehingga perkembangan Iptek bisa membantu pembangunan Negara.
MV. Jeani Catur Prameswari_2216031054_REG B
Pada dasarnya pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan iptek saat ini dan di masa yang akan datang itu sangat cepat. Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, yang bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. Jika pandangan sekular barat, yang ilmunya jadi rujukan cendekiawan akan berjalan berlawanan.

Sila-sila pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK yaitu sebagai berikut:
• Sila pertama; Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan melestarikan.
• Sila kedua; Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
• Sila ketiga; Persatuan Indonesia
Mengkomplementasiakan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluruhan bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
• Sila keempat; Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan lainnya.
• Sila kelima; Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan diri sendiri maupun dalam masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.