གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Elvia Rahma Nisa

Ilmu Komunikasi A genap 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

Elvia Rahma Nisa གིས-
Nama: Elvia Rahma Nisa
Npm: 2216031111
Kelas: Reguler C

Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) merupakan pendidikan yang sangat penting di dalam mendidik karakter bangsa Indonesia untuk menjadi warga negara Indonesia yang kritis, aktif , demokratis dan beradab dimana mereka menyadari hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara serta kesiapan mereka menjadi bagian dari warga negara dunia (global society) di era modern saat ini.

Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi sarana pertemuan beragam nilai dan prinsip yang bersumber dari luar dan khazanah pemikiran dan nilai-nilai Indonesia, yang diorientasikan untuk melahirkan sebuah sintesis kreatif yang dibutuhkan oleh Indonesia sebagai sebuah negara demokrasi baru yang bersendikan pada Pancasila. Untuk menjadi sebuah negara yang matang berdemokrasi, demokrasi Indonesia dapat seiring dan sejalan dengan koridor penguatan wawasan kebangsaan yang berbasis pada empat konsensus dasar nasional Indonesia: Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pendidikan Kewarganegaraan yang humanis-partisipatoris diharapkan mampu menjadi laboratorium bagi penyemaian prinsip prinsip demokrasi yang terintegrasikan dengan nilai-nilai keindonesiaan yang bersumber dari
Pancasila sebagai dasar filosofis bangsa yang diharapkan dapat menjadi unsur utama pembentukan karakter nasional Indonesia.

Ilmu Komunikasi A genap 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

Elvia Rahma Nisa གིས-
Nama : Elvia Rahma Nisa
Npm : 2216031111
Kelas : Reguler C

Pendidikan Kewarnegaraan adalah suatu usaha untuk menyiapkan peserta didik membela negara dan berpikir kritis. Pendidikan Kewarnegaraan memiliki beberapa landasan hukum dan landasan ideal, antara lain:

1.Pancasila
2. Pembukaan UUD 1945
3. Batang Tubuh UUD 1945
4. UU No 20 Tahun 1982
5. UU No 20 Tahun 2003
6. Keputusan Dirjen Perguruan Tinggi No. 43 Tahun 2006

Menurut saya masyarakat membutuhkan sumber daya sejarah, sosiologis dan politik dari PCN untuk melindungi, mendukung, dan keberadaan negara-bangsa. Contohnya adalah sumber sejarah, sosiologis dan politik. Sumber sejarah memiliki pengaruh yang besar terhadap eksistensi negara bangsa. aspek sejarah mulai dari peninggalan sejarah, kekayaan alam yang kita miliki dan masih banyak lagi. Hal-hal tersebut sangat berpengaruh terhadap eksistensi negara.

Selanjutnya pada dinamika, esensi, dan urgensi PKN, PKN perlu mendorong warga negara agar dapat memanfaatkan pengaruh perkembangan iptek positif untuk membangun negara-bangsa. Karena Eksistensi, konstitusi negara dan bangsa Indonesia merupakan hal yang menjadi penentu dari masa depan PKN.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

Elvia Rahma Nisa གིས-
Elvia Rahma Nisa (2216031111) Reguler A

Pancasila merupakan pedoman atau landasan bagi bangsa Indonesia untuk melihat realitas dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat sebagai tujuan hidup dan dasar pemecahan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia dalam kehidupan dan kehidupan. Pancasila membantu kita untuk bersikap terbuka dan kritis terhadap pengaruh modernisasi dan menjadi aktor aktif dengan tetap menjaga jati diri kita sebagai bangsa Indonesia yang diharapkan mampu memecahkan persoalan hidup kita. Pancasila sebagai ilmu harus dikembangkan dalam penerapannya. Ilmu juga harus mampu menjawab berbagai permasalahan kehidupan. Pancasila yang terdiri dari lima sila, merupakan semacam proses kumulatif untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia sebagai bangsa dan negara.
Sila 1, bertuhan dengan Tuhan Yang Maha Esa ini menempatkan manusia dalam hakikat ini sebagai bagian, bukan pusat, Tuhan adalah pusat.
Sila 2, kemanusiaan yang adil dan beradab, yang benar-benar sesuai dengan sifat manusia yang berbudi luhur, sadar nilai dan beradab. Perintah kemanusiaan yang adil dan beradab juga menjadi dasar moralitas, yang menurutnya manusia harus mengembangkan ilmu pengetahuan secara beradab. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian dari proses kebudayaan manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus bertumpu pada upaya untuk mencapai kesejahteraan manusia.
Sila 3, Persatuan Indonesia menjelaskan bahwa nasionalisme Indonesia adalah hasil sumbangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Persatuan bangsa dan keutuhan iptek dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan persahabatan antardaerah. 
Sila 4, demokrasi yang berpedoman pada Kebijaksanaan Kemanusiaan menjelaskan dalam musyawarah perwakilan bahwa tata cara khas kepribadian Indonesia adalah merumuskan dan/atau memutuskan sesuatu berdasarkan kehendak rakyat, sehingga keputusan diambil berdasarkan pendapat/permufakatan bulat. 
Sila 5, keadilan bagi deluruh rakyat indonesia, dijelaskan bahwa keadilan berlaku dalam segala bidang kehidupan masyarakat, baik materil maupun spiritual.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal-2

Elvia Rahma Nisa གིས-
Elvia Rahma Nisa (2216031111) Reguler A

A.Pancasila sebagai sistem nilai bekerja secara stabil sebagai paradigma ilmiah ketika para sarjana dan profesional, warga negara dan pejabat publik meyakini kebenaran nilai-nilai Pancasila dan menjadikannya sebagai acuan untuk mengolah informasi dan melakukan perbuatan baik. kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk sampai pada keyakinan tersebut, seluruh lapisan masyarakat harus berusaha sekuat tenaga untuk memahami nilai-nilai kebenaran tentang dirinya sebagai manusia, kebenaran tentang alam dan kebenaran tentang Tuhan Yang Maha Esa serta hubungan manusia dan tempatnya di antara ketiganya.

B. Harapan saya kepada para pemimpin, warga negara dan ulama model pancasilais adalah agar bangsa Indonesia kedepan selalu dipimpin oleh pemimpin yang berkeadilan, sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia, dan pemimpin yang selalu bertanggung jawab atas sumpahnya. Selain itu, generasi muda sebagai generasi penerus bangsa di masa depan juga harus lebih cerdas dan kreatif serta inovatif dalam membangun bangsa Indonesia, khususnya di era globalisasi 4.0 dimana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat. Generasi muda harus mampu bersaing dengan bangsa lain agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga produsen yang dapat mengembangkan sumber daya alam Indonesia.