Kiriman dibuat oleh HAMMIM FALIQ FAZA

NAMA : HAMMIM FALIQ FAZA
NPM : 2216031079
KELAS : REG C
PRODI : ILMU KOMUNIKASI

Dalam jurnal yang berjudul Semangat Bela Negara Ditengah Pandemi Covid-19 (The Nasional Spirit Of Defense In The Middle Of The Covid-19 Pandemic) oleh Syahrul Kemal yang menjelaskan tentang pentingnya bela negara saat pandemi bagi seluruh warga negara.

Banyak sekali kasus sosial dilingkungan sekitar yang dikurang diperhatikan yang berkaitan dengan bela negara dan apabila dibiarkan akan berdampak buruk untuk kedepanya. Bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan dan kesetian terhadap bangsa dan NKRI berdasarkan pancasila dan UUD 1945 dalam menjalankan kehidupan bangsa dan negara seutuhnya yang dimana memiliki hak dan kewajiban seseorang. Apalagi keadaan pandemi Covid – 19 sebab semua masalah tersebut adalah masalah bersama bukan masalah satu pihak saja maka oleh karena itu wajib melakukan bela negara yang dimana semua warga mempunyai kemampuan masing-masing yang diharapkan dapat membuat suatu kemajuan untuk bangsa dan negara, bela negara juga bukan angkat senjata saja melainkan banyak cara yang kita lakukan seperti peran dokater membantu para pasien yang terkena covid-19, menjaga kebersihan, tidak keluar rumah saat tidak ada keperluan mendesak, tidak menyebarkan berita hoax.

Hal tersebut adalah kesadaran warga negara terhadap bela negara, tanpa kesadaran bela negara, negara yang tinggi akan rapuh dan tidak kokoh kokoh menghadapi era global saat in khususnya saat pandemi. Oleh karena itu harus selalu sadar akan bela negara agar negara kita bisa maju dan tikak mudah diprovikasi oleh negara lain serta konfil dan permasalahan yang berkaitan dengan runtuhnya negara rendah. Serta dibarengi dengan penggetahuan pengetahuan tentang kewarganegaraan agar tidak melakukan yang salah dan malah membuat hal yang tidak diinginkan serta sesuai dengan tujuan utama kita dalam berwarga negara.
NAMA : HAMMIM FALIQ FAZA
NPM : 2216031079
KELAS : REG C
PRODI : ILMU KOMUNIKASI

Ketahanan nasional merupakan keuletan, keterampilan, ketangguhan dan kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang datang. Ancaman tersebut terdapat beberapa sumber, biasanya bersifat langsung, luar, dalam, dan tidak langsung. Ancaman-ancaman tersebut mengancam keutuhan negara kita. Jika diibaratkan, negara kita dilindungi oleh sebuah dinding kemudian banyak pihak yang akan mencoba menyerang sehingga sebagai seorang masyarakat memiliki kewajiban untuk mempertahankan. Pada ancaman-ancaman tersebut, ancaman tersebut mengancam integritas, identitas, kelangsungan hidup, perjuangan mencapai tujuan nasional.

Ancaman terdapat beberapa unsur :
1. Ancaman unsur trigatra, yang terdiri dari lokasi dan posisi geografis, keadaan dan kekayaan alam, kemampuan penduduk.
2. Ancaman unsur pancagatra, yang terdiri dari ideologi, politik ekonomi sosial budaya pertahanan dan keamanan.

Kemudian cara menghadapi ancaman-ancaman tersebut adalah dengan melakukan perwujudan dari aspek yaitu:
1. Perwujudan aspek alamiah (trigatra), yaitu dengan cara peningkatan potensi laut dan darat, dan kemampuan posisi dengan negara tetangga yaitu diplomat harus mampu melakukan diplomasi dengan negara tetangga. Kesadaran nasional tentang pemanfaatan kekayaan alam yang ada di Indonesia. Serta keadaan dan kemampuan penduduk dengan pendidikan.
2. Perwujudan aspek sosial (pancagatra), yaitu dengan cara rangkaian nilai yang mampu menampung aspirasi secara ideologi, dengan politik yaitu demokrasi dengan keseimbangan input dan output, ekonomi melalui sarana, modal, tenaga kerja, teknologi., Secara sosial budaya dengan mempertahankan tradisi, pendidikan dan kepemimpinan, dan secara pertahanan dan keamanan melalui partisipasi dan kesadaran masyarakat.