Farel Ananda (2256031040) Paralel
Hubungan IPTEK dan NIlai-Nilai Pancasila
Artikel A
Kehidupan kini mengacu pada dunia digital serta ilmu pengetahuan dan teknologi saat kita memasuki masa yang lebih modern (IPTEK). Setiap orang ingin terus meningkatkan literasi teknologinya karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan dampak yang begitu signifikan bagi kehidupan setiap orang di dunia, termasuk masyarakat Indonesia. Kemajuan modern dalam ilmu pengetahuan dan teknologi Meskipun tidak dapat disangkal bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi telah meningkatkan keberadaan manusia dan memberikan banyak kemudahan, mereka juga dapat menimbulkan sejumlah efek yang tidak menguntungkan. Oleh karena itu, agar tidak merugikan masyarakat dan membahayakan kesehatan bangsa, iptek harus beradaptasi dan memperhatikan nilai-nilai ideologi negara. Hal ini berlaku baik bagi pertimbangan pengembang terhadap nilai-nilai agama maupun budaya. Pancasila sebagai dasar politik dan pandangan hidup bangsa mengandung prinsip-prinsip luhur yang konon berfungsi sebagai tameng pelindung negara dan tentunya berperan dalam menahan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Implementasi nilai-nilai Terkait dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Pancasila Dimana Pancasila dapat dijadikan sebagai indikasi normatif untuk kemajuan dan pertumbuhan teknologi sangat penting jika manusia Indonesia yang mulia dan luar biasa ingin menjaga komitmen mereka terhadap budaya mereka. Pengembangan iptek harus selalu berlabuh pada budaya bangsa dan harus selalu menghargai dan terbuka terhadap kritik publik, tentunya untuk kemajuan masyarakat. Sebagaimana seluruh rakyat Indonesia harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam pemanfaatan teknologi secara bijak dan berkarya agar tidak terpengaruh secara negatif oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Artikel B
Tujuan sains dan proses ilmiah adalah menemukan kebenaran. Karena orang yang berilmu adalah manusia, kebenaran harus dikembalikan kepada manusia selain memenuhi kriteria koherensi dan korespondensi. Selain itu, jati diri bangsa dan kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia harus dikembalikan kepada bangsa Indonesia. Menurut teori kebenaran Pancasila, kebenaran ilmiah juga harus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatis. Dalam karya ilmiah, ketiga hal tersebut bekerja secara serempak untuk saling melengkapi. Ini menyiratkan menghindari penekanan atau penyorotan salah satu dari mereka. Nilai kebenaran Pancasila harus menjadi landasan bagi kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia. Menurut falsafah kebenaran Pancasila, kebenaran ilmiah harus secara simultan menjunjung tinggi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatis. Dalam karya ilmiah, hal ketiga dan keempat berfungsi secara beriringan. Ini menunjukkan bahwa seharusnya hanya ada satu penekanan.