Stevani Monalisa Sitorus_ 2216031149_ Reguler A
གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Stevani Monalisa Sitorus
Stevani Monalisa Sitorus_ 2216031149_ Reguler A
A. mengawasi sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Budiardjo
(Haryanti, A danPujilestari, 2019 : 7),
mengemukakan bahwa kekuasaan bersifat luas¹. Maksudnya walapun seseorang sudah memiliki kekuasaan dan otoritas tetapi harus tunduk pada undang-undang dan pancasila sebagai pengatur kekuasaan tertinggi.
Menurut An
Nabhani, Taqiyuddin (1953:83), bahwa
Ideologi adalah gagasan yang utuh tentang kehidupan, serta keterkaitan kehidupan manusia sebelum dan sebelum kehidupan dunia².
Definisi ini menjelaskan bawa dimana manusia hidup, disana juga dia harus mematuh ideologi yang berlaku pada saat itu.
Mengenai pendapat saya terkait penerapan nilai-nilai Pancasila dalam politik, saya merasa bahwa politik pada saat ini belum mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di dalamnya.
sesuai dengan Pancasila poin pertama mengenai Ketuhanan Yang Maha Esa, menjelaskan bahwa seluruh masyarakat Indonesia memiliki kepercayaan dan agama masing-masing yang harusnya dihargai oleh setiap manusia, dan harusnya para elit politik mampu menerapkan nilai keagamaan pada saat menjalankan politik itu sendiri. Namun pada kenyataannya para ahli politik gagal menjangkau pemahaman mengenai batasan yang diatur dalam agama, dan justru menerapkan liberalisme yang ditulis oleh Karl Marx, dan Friedrich Engel, dalam sebuah manifesto politik sejak tahun 1848, yang menganggap agama adalah candu sehingga keberadaan agama harus dibatasi atau hanya masalah individu saja sehingga perlu dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara³.
Kemudian paham inilah yang menjadikan masyarakat menjadi jauh terhadap nilai-nilai ketuhanan, hingga menyebabkan maraknya kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme, oleh pejabat pejabat pemerintah.
Mereka yang menyebut dirinya Wakil Rakyat, harusnya mampu untuk mewakili suara rakyat, dan membantu untuk mensejahterakan kehidupan rakyatnya, tetapi mereka justru amanat menghianti rakyat, dan bersama-sama menggunakan nama rakyat demi kepentingan pribadi.
Akhir-akhir ini modal popularitas dan uang menjadi landasan utama untuk menang dalam sebuah pemilu, namun setelah menjadi pemimpin Janji Manis tinggallah Janji Manis Rakyat hanya menjadi korban dari pencitraan para elit politik di dalam media massa guna menciptakan kesan merakyat dan mencintai rakyat.
¹Annisa Sabila, Dkk. 2021. Implementasi Pancasila Dalam Politik, hal. 06
²Andin Adzikrin. 2021. Implementasi Pancasila, hal. 05
³Andin Adzikrin. 2021. Implementasi Pancasila, hal. 06
B. Etika selalu terkait dengan masalah sehingga menjadi perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan masalah nilai (baik atau buruk). etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Audrah Mannan (2017)
menyatakan bahwa moral adalah “realitas dari kepribadian umunnya bukan hasil dari perkembangan pribadi semata, namun moral merupakan tindakan atau tingkah laku seseorang¹.
Dimana tingkah laku tersebut menyangkut tentang etika berbicara dan sopan santun terhadap orang lain.
Berdasarkan realita yang terjadi di lingkungan sekitar saya, kebanyakan dari mereka mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia, di mana sering kami masih terdapat penyimpangan-penyimpangan sosial yang dilakukan remaja di sekitar lingkungan saya, penyimpangan yang tidak sesuai dengan rasa menghargai sesama , menghargai orang yang lebih tua, bahkan terjadinya antar remaja.
Solusi mengenai desikasi moral
Menurut Zamroni
(2000:90-91), untuk menghadapi tantangan perkembangan zaman ini dibutuhkan pendidikan yang berwawasan global, pendidikan yang memiliki nilai fleksibel terhadap perkembangan zaman namun muatan nilai moral tetap terpatri di dalamnya².
Untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin besar dan menjaga etika dalam remaja penting bagi mereka untuk mendapat pendidikan agama, karena di dalam pendidikan agama kita tidak diberikan batasan mengenai perilaku yang sesuai atau tidak sesuai. Pembinaan moral oleh keluarga tentunya yang paling penting untuk mendukung perilaku dan sikap seorang anak di lingkungan, di mana orang tua serta keluarga lebih, karena pada penerapannya orang tua adalah guru pertama bagi seorang anak.
Pendidikan moral remaja di sekolah, selain keluarga sekolah tentunya berperan penting untuk mendidik moral kalangan remaja sekarang ini, karena sering kali pada pendidikan yang tidak kita dapatkan dari rumah dan bisa kita dapatkan dalam dunia per sekolahan
¹Lasmida Listari. 2021. Dedikasi Moral Remaja, hal. 02
²Mochamad Iskarim. 2016. Dekadensi Moral di Kalangan Pelajar, hal. 04
A. mengawasi sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Budiardjo
(Haryanti, A danPujilestari, 2019 : 7),
mengemukakan bahwa kekuasaan bersifat luas¹. Maksudnya walapun seseorang sudah memiliki kekuasaan dan otoritas tetapi harus tunduk pada undang-undang dan pancasila sebagai pengatur kekuasaan tertinggi.
Menurut An
Nabhani, Taqiyuddin (1953:83), bahwa
Ideologi adalah gagasan yang utuh tentang kehidupan, serta keterkaitan kehidupan manusia sebelum dan sebelum kehidupan dunia².
Definisi ini menjelaskan bawa dimana manusia hidup, disana juga dia harus mematuh ideologi yang berlaku pada saat itu.
Mengenai pendapat saya terkait penerapan nilai-nilai Pancasila dalam politik, saya merasa bahwa politik pada saat ini belum mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di dalamnya.
sesuai dengan Pancasila poin pertama mengenai Ketuhanan Yang Maha Esa, menjelaskan bahwa seluruh masyarakat Indonesia memiliki kepercayaan dan agama masing-masing yang harusnya dihargai oleh setiap manusia, dan harusnya para elit politik mampu menerapkan nilai keagamaan pada saat menjalankan politik itu sendiri. Namun pada kenyataannya para ahli politik gagal menjangkau pemahaman mengenai batasan yang diatur dalam agama, dan justru menerapkan liberalisme yang ditulis oleh Karl Marx, dan Friedrich Engel, dalam sebuah manifesto politik sejak tahun 1848, yang menganggap agama adalah candu sehingga keberadaan agama harus dibatasi atau hanya masalah individu saja sehingga perlu dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara³.
Kemudian paham inilah yang menjadikan masyarakat menjadi jauh terhadap nilai-nilai ketuhanan, hingga menyebabkan maraknya kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme, oleh pejabat pejabat pemerintah.
Mereka yang menyebut dirinya Wakil Rakyat, harusnya mampu untuk mewakili suara rakyat, dan membantu untuk mensejahterakan kehidupan rakyatnya, tetapi mereka justru amanat menghianti rakyat, dan bersama-sama menggunakan nama rakyat demi kepentingan pribadi.
Akhir-akhir ini modal popularitas dan uang menjadi landasan utama untuk menang dalam sebuah pemilu, namun setelah menjadi pemimpin Janji Manis tinggallah Janji Manis Rakyat hanya menjadi korban dari pencitraan para elit politik di dalam media massa guna menciptakan kesan merakyat dan mencintai rakyat.
¹Annisa Sabila, Dkk. 2021. Implementasi Pancasila Dalam Politik, hal. 06
²Andin Adzikrin. 2021. Implementasi Pancasila, hal. 05
³Andin Adzikrin. 2021. Implementasi Pancasila, hal. 06
B. Etika selalu terkait dengan masalah sehingga menjadi perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan masalah nilai (baik atau buruk). etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Audrah Mannan (2017)
menyatakan bahwa moral adalah “realitas dari kepribadian umunnya bukan hasil dari perkembangan pribadi semata, namun moral merupakan tindakan atau tingkah laku seseorang¹.
Dimana tingkah laku tersebut menyangkut tentang etika berbicara dan sopan santun terhadap orang lain.
Berdasarkan realita yang terjadi di lingkungan sekitar saya, kebanyakan dari mereka mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia, di mana sering kami masih terdapat penyimpangan-penyimpangan sosial yang dilakukan remaja di sekitar lingkungan saya, penyimpangan yang tidak sesuai dengan rasa menghargai sesama , menghargai orang yang lebih tua, bahkan terjadinya antar remaja.
Solusi mengenai desikasi moral
Menurut Zamroni
(2000:90-91), untuk menghadapi tantangan perkembangan zaman ini dibutuhkan pendidikan yang berwawasan global, pendidikan yang memiliki nilai fleksibel terhadap perkembangan zaman namun muatan nilai moral tetap terpatri di dalamnya².
Untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin besar dan menjaga etika dalam remaja penting bagi mereka untuk mendapat pendidikan agama, karena di dalam pendidikan agama kita tidak diberikan batasan mengenai perilaku yang sesuai atau tidak sesuai. Pembinaan moral oleh keluarga tentunya yang paling penting untuk mendukung perilaku dan sikap seorang anak di lingkungan, di mana orang tua serta keluarga lebih, karena pada penerapannya orang tua adalah guru pertama bagi seorang anak.
Pendidikan moral remaja di sekolah, selain keluarga sekolah tentunya berperan penting untuk mendidik moral kalangan remaja sekarang ini, karena sering kali pada pendidikan yang tidak kita dapatkan dari rumah dan bisa kita dapatkan dalam dunia per sekolahan
¹Lasmida Listari. 2021. Dedikasi Moral Remaja, hal. 02
²Mochamad Iskarim. 2016. Dekadensi Moral di Kalangan Pelajar, hal. 04
Stefani Monalisa Sitorus (2216031149) Regular A