Kiriman dibuat oleh M Farhan

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Soal-1

oleh M Farhan -
M Farhan 2256031031 Paralel
A. Hoax memang suatu hal yang sangat familiar di sekitar kita. Banyak oknum-oknum yang asal menyebarkan berita palsu dengan berbagai alasan, entah untuk kepuasan sendiri atau bahkan sebagai bentuk adu domba antara pihak-pihak tertentu. Hal tersebut jelas sangat meresahkan karena tidak sedikit masyarakat yang langsung percaya terhadap berita yang disebarkan tanpa memastikan terlebih dahulu apakah berita tersebut terverifikasi akurat atau tidak. Ditambah lagi dengan media sosial yang semakin memiliki banyak akun pengguna membuat hoax lebih mudah tersebar dan diterima masyarakat umum. Hal yang perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran hoax ini adalah dengan tidak mudah percaya akan berita yang disampaikan oleh sumber yang tidak jelas. Pastikan dulu apakah berita tersebut benar atau tidak sebelum menyebarkan kembali ke orang-orang sekitar.
B. Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila memiliki dampak yang sangat buruk, biasanya sesuatu berita di media sosial di buat tanpa ada peneraan niali-niali pancasila di dalamnya yang megakibatkan penurunan kepribadan bangsa yang malah merusak bangsa indoensia. Saat ini banyak berita-berita benar yang sengaja tidak dipublikasi untuk menutupi aib kejahatan mereka dan membuat berita seolah-olah kesalah mereka ialah tindakan ketidak sengajaan atau khilaf saja padahal seperti penerapan pada niali-niali pancasila yaitu berita harus di buat dengan fakta yang jelas dan telah tervalidasi.
C. Mengpromosikan atau mengenalkan produk lokal indonesia kepada masyarakat dengan memanfaatkan media digital. Mengenalkan kualitas produk lokal tidak kalah bagus dengan produk asing. Atau bisa membuat pameran terhadap produk-prosuk lokal indonesia diberbagai daerah.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video-2

oleh M Farhan -
M Farhan 2256031031 Paralel
Kemajuan iptek yang mengakibatkan negara Jepang mengalami pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki, peristiwa pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945. Peristiwa tersebut mendorong Jepang untuk menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945. Berita tentang kekalahan Jepang menyebar dengan cepat lewat radio dan didengar oleh tokoh-tokoh muda Indonesia. Bersama dengan Moh.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Video-1

oleh M Farhan -
M Farhan 2256031031 Paralel

Warga di Pekalongan Jawa Tengah melakukan aksi unjuk rasa dikarenakan ketidak nyamanan yang disebabkan oleh limbah pabrik yang mencemari sungai di lingkungan mereka. Warga juga melakukan penutupan saluran pembuangan limbah yang berasal dari 6 pabrik pakaian. Karena selain mencemari sungai, buangan limbah tersebut juga menimbulkan bau busuk yang sangat mengganggu warga. Hal tersebut ternyata belum disadari oleh pemilik pabrik. Dari berita tersebut dapat kita pahami bahwa pentingnya penanaman nilai-nilai etika Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tetap harus memperhatikan dampaknya bagi lingkungan sekitar kita. Dalam hal ini, pemilik pabrik seharusnya sedari awal memikirkan segala dampak yang akan timbul dari pembangunan pabrik tersebut. Maka dari itu pancasila masih minim kesadaran masyarakat, dan nilai-nilai pancasila juga masih kurang. Sehingga, dengan bantuan IPTEK untuk menyebarkan informasi dan sosialisasi pancasila akan segera membantu.

ILMU KOMUNIKASI PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh M Farhan -
M Farhan 2256031031 Paralel

Kehadiran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ditengah-tengah kita akan memberiksn kemudahan dan memecahkan berbagi persoalan hidup dan kehidupan yang dihadapi manusia. Beberapa peristiwa yang terjadi didunia ini misalnya dampak negatif dari bom atom yang dijatihjan di Hirosima dan Nagasaki pada waktu Perang Dunia kedua, dampak ini akan berdampak negatif kepada masyarakat Jepang waktu dan menimbulkan traumatik kepada generasi berikutmya. Dan bahkan akan berdampak enyentuh pada nilai kemanusian secara universal. Nila kemnusiaan itu akan bukan milik sekelompok orang tertentu tetapi milik bersama umat manusia. Melihat kenyataan diatas makan Pancasila sebagai dasar pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dapat ditelurusi, dalam hal-hal sebagai berikut. Vol. IV No. 02, November 2018 Urgensi Penegasan 221 Pertama, prulalisme nilai yang berkembang pada masyarakat Indonesia pada saat ini seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan perubahan dan cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini akan menimbulkan renungan supaya bangsa Indonesia tidak terjerumus dalam keputisan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Kedua, kemajuan iptek pada tataran sekarang telah menimbulkan dampak yang neatif dan ada pada titik yang membahayakan terhadap eksistensi manusia dimasa yang akan datang. Ketiga, perkembngan iptek yang didominasi oleh negara-negara barat akan mengancam nilai-nilai khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Oleh karen aperlu penyaringan dan penangkalan yang jelas tentang pengaruh dunia secara global yang tidak sesui dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia. Sehingga urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indoenesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu rambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia. Pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan dapat menjadi dasar dan akar pada pengembangan keilmuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga pengembangan iptek tadi tidak keluar dari nilai-nilai yang telah dimilliki bangsa Indonesia