གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Reni Fitri Noveria

Komunikasi B Genap 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

Reni Fitri Noveria གིས-
Nama : Reni Fitri Noveria
NPM : 2216031156
Kelas : Reguler B

Hasil analisis jurnal berjudul Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia

Negara dan bangsa Indonesia, sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini telah mempunyai sejumlah pengalaman. Situasi perpolitikan nasional menjelang runtuhnya orla ditandai dengan perebutan pengaruh di antara para elitik pada waktu itu. kekuatan elit yang memiliki pengaruh pada waktu itu seperti PKI PNI Masyumi dan militer. Saat itu PKI menjadi satu-satunya kelompok yang dituduh sebagai dalang yang melakukan kudeta pada tanggal 30 Oktober 1965 akibat dari itu PKI terdepak dari konstelasi politik. Pada masa awal Indonesia merdeka identitas nasional ditandai dengan bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia seperti penghormatan kepada sang saka merah putih, lagu kebangsaan Indonesia raya, bahasa Indonesia dan sebagainya. Identitas merupakan representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial budaya. dengan demikian identitas merupakan produk kebudayaan yang berlangsung. Demikian kompleks terlihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada dalam suatu ekstensi yang abadi sedangkan dari dilihat dari aspek ruang juga merupakan bukan hanya satu atau tunggal tetapi terdiri dari berbagai lapisan identitas. Dengan demikian, di satu sisi identitas akan terbentuk berdasarkan kemauan kita sendiri, sedangkan di sisi lain identitas ini sangat tergantung dari kekuatan objektif yang terjadi pada lingkungan sekitar yang mengharuskan kita untuk meresponnya. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbarui, dan keadaan yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Sebagai contoh, penyatuan identitas yang dikonstruksi media massa terutama industri penyiaran televisi. Pada suatu sisi integrasi terbentuknya kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan.

Seperti kita ketahui bahwa Indonesia dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropis yang bersahabat dan tanah yang subur. Pada dasarnya pluralitas bagi bangsa Indonesia adalah takdir. Akan tetapi, perbedaan tersebut tidak selalu memisahkan, apalagi menimbulkan pertentangan sepanjang masing-masing anggota masyarakat menyadari akan pluralitas tersebut. Etnosentrisme kian menguat justru ditopang dengan kebijakan negara yang mengembangkan otonomi daerah dan pemekaran daerah titik semangat otonomi daerah dan pemekaran daerah menjadi berjalan seiring dengan menguatnya etnosentrisme, sebagai contoh setiap provinsi dan setiap kabupaten ingin mendirikan sekolah mandiri baik pada tingkat dasar, tingkat menengah, bahkan pada tingkat perguruan tinggi.

Komunikasi B Genap 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

Reni Fitri Noveria གིས-
Nama : Reni Fitri Noveria
NPM : 2216031156
Kelas : Reguler B


Hasil analisis video yang berjudul “HAKEKAT DAN PENTINGNYA PKN DI PERGURUAN TINGGI”

PKN merupakan suatu usaha untuk menyiapkan mahasiswa/i mencintai, setia, dan selalu membela bangsa dan negara. Selain itu, dapat melatih mahasiswa/I berpikir kritis, analitis, demokratis, berdasarkan Pancasila. Landasan Ideal dan Landasan Hukum Pendidikan Kewarganegaraan sendiri ada 6 yaitu :
1. Pancasila sebagai dasar negara, sebagai pandangan hidup, Pancasila sebagai ideologi negara.
2. Pembukaan UUD 1945
3. Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27 ayat 3 “Bela Negara”, Pasal 30 ayat 1 “Pertahanan dan Keamanan”, dan Pasal 31 ayat 1 “Pendidikan”)
4. UU Nomor 20 tahun 1982 “Pendidikan Bela Negara”
5. UU Nomor 20 tahun 2003 “Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian”
6. SK Dirjeb DIKTI Nomor 43 Tahun 2006 “Pengembangan Mata Kuliah Kepribadian”

Sumber Pendidikan Kewarganegaraan ada 3 yaitu:
1. Historis (Substansi telah dimulai sebelum Indonesia merdeka)
2. Sosiologis (Bertujuan untuk menjaga, memelihara, dan memertahankan eksistensi negara)
3. Politik (Dokumen Kurikulum kewarganegaraan dari tahun 1957 – 2013)
Terdapat dinamika, esensi, dan urgensi PKN harus mendorong warga negara supaya mereka mampu menggunakan perkembangan iptek dengan hal-hal yang positif untuk membangun negara-bangsa. Karena masa depan PKN ditentukan oleh eksistensi konsdtitusi negara dan bangsa Indonesia.

Komunikasi B Genap 2023 -> FORUM JAWABAN POSTTEST

Reni Fitri Noveria གིས-
Nama : Reni Fitri Noveria
NPM : 2216031156
Kelas : Reguler B

Analisis Jurnal Berjudul
Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia Melalui Demokrasi, HAM, dan Masyarakat Madani.


Pendidikan Kewarganegaraan (Civic
Education) merupakan pendidikan yang sangat penting di dalam mendidik karakter bangsa Indonesia untuk menjadi warga negara Indonesia yang kritis, aktif , demokratis dan beradab dimana mereka menyadari hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakatan bernegara serta kesiapan mereka menjadi bagian dari warga negara dunia (global society)
di era modern saat ini.
Kedua, Pendidikan Kewarganegaraan
dapat menjadi sarana pertemuan beragam nilai dan prinsip yang bersumber dari luar dan khazanah pemikiran dan nilai-nilai Indonesia,
yang diorientasikan untuk melahirkan sebuah sintesis kreatif yang dibutuhkan oleh Indonesia sebagai sebuah negara demokrasi baru yang bersendikan pada Pancasila.

Untuk menjadi
sebuah negara yang matang berdemokrasi, demokrasi Indonesia dapat seiring dan sejalan dengan koridor penguatan wawasan kebangsaan yang berbasis pada empat konsensus dasar nasional Indonesia: Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Pendidikan Kewarganegaraan yang humanis-partisipatoris diharapkan mampu menjadi laboratorium bagi penyemaian prinsip- prinsip demokrasi yang terintegrasikan dengan nilai-nilai keindonesiaan yang bersumber dari Pancasila sebagai dasar filosofis bangsa yang diharapkan dapat menjadi unsur utama pembentukan karakter nasional Indonesia.