Nama : Reni Fitri Noveria
NPM : 2216031156
Kelas : Reguler B
Hasil analisis jurnal berjudul Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia
Negara dan bangsa Indonesia, sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini telah mempunyai sejumlah pengalaman. Situasi perpolitikan nasional menjelang runtuhnya orla ditandai dengan perebutan pengaruh di antara para elitik pada waktu itu. kekuatan elit yang memiliki pengaruh pada waktu itu seperti PKI PNI Masyumi dan militer. Saat itu PKI menjadi satu-satunya kelompok yang dituduh sebagai dalang yang melakukan kudeta pada tanggal 30 Oktober 1965 akibat dari itu PKI terdepak dari konstelasi politik. Pada masa awal Indonesia merdeka identitas nasional ditandai dengan bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia seperti penghormatan kepada sang saka merah putih, lagu kebangsaan Indonesia raya, bahasa Indonesia dan sebagainya. Identitas merupakan representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial budaya. dengan demikian identitas merupakan produk kebudayaan yang berlangsung. Demikian kompleks terlihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada dalam suatu ekstensi yang abadi sedangkan dari dilihat dari aspek ruang juga merupakan bukan hanya satu atau tunggal tetapi terdiri dari berbagai lapisan identitas. Dengan demikian, di satu sisi identitas akan terbentuk berdasarkan kemauan kita sendiri, sedangkan di sisi lain identitas ini sangat tergantung dari kekuatan objektif yang terjadi pada lingkungan sekitar yang mengharuskan kita untuk meresponnya. Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbarui, dan keadaan yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya. Sebagai contoh, penyatuan identitas yang dikonstruksi media massa terutama industri penyiaran televisi. Pada suatu sisi integrasi terbentuknya kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan.
Seperti kita ketahui bahwa Indonesia dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropis yang bersahabat dan tanah yang subur. Pada dasarnya pluralitas bagi bangsa Indonesia adalah takdir. Akan tetapi, perbedaan tersebut tidak selalu memisahkan, apalagi menimbulkan pertentangan sepanjang masing-masing anggota masyarakat menyadari akan pluralitas tersebut. Etnosentrisme kian menguat justru ditopang dengan kebijakan negara yang mengembangkan otonomi daerah dan pemekaran daerah titik semangat otonomi daerah dan pemekaran daerah menjadi berjalan seiring dengan menguatnya etnosentrisme, sebagai contoh setiap provinsi dan setiap kabupaten ingin mendirikan sekolah mandiri baik pada tingkat dasar, tingkat menengah, bahkan pada tingkat perguruan tinggi.