Kiriman dibuat oleh Kenedy Ale Jeri Pratama

Nama : Kenedy Ale Jeri Pratama
NPM : 2215061010
Kelas : PSTI-B

Integrasi nasional sebagai penangkal etnosentrisme di Indonesia
Identitas adalah potret / representasi dari diri seseorang atau masyarakat yang melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihatnya sebagai satu kesatuan sosial budaya. Identitas merupakan produk budaya yang muncul sedemikian kompleks.
Identitas bukanlah suatu proses akhir atau barang yang telah jadi sempurna, indentitas juga memiliki banyak celah yang rentan sehingga harus selalu diperbaiki dan diperbaharui, celah tersebut meiputi perbedaaan ideologi, jenjang ekonomi, status sosial, kebudayaan dan lain sebagainya.
Pada dasarnya konsep integrasi nasional memuat makna penyatuan dari visi dan misi suatu bangsa tertentu dari perbedaan berkepentingan masing-masing. Adapun etnosentrisme yaitu sebuah kecendrungan untuk mengutamakan budaya etniknya diatas etnik lainnya, dengan adanya otonomi daerah etnosentrisme semaikin menguat, ini akan menjadi masalah bagi integrasi nasional kedepannya.
Pada suatu sisi integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial.
Nama : Kenedy Ale jeri pratama
Kelas : PSTI-B
NPM. : 2215061010

Identitas nasional
Identitas nasional ialah sebuah kepribadian nasional atau jati diri dari sebuah bangsa yang membuatnya berbeda dari bangsa lainnya.
Hakikat dari identitas nasional dalam suatu bangsa dan negara adalah Pancasila. Pancasila merupakan perwujudan cermin dalam penyelenggaraan kehidupan.
Adapun unsur dari identitas nasional yaitu suku, budaya, bahasa dan agama
Identitas nasional terbagi 3 yaitu
- Identitas fundamental
Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara
- Identitas instrumental
UUD 1945
- Identitas alamiah
Kepulauan dan pluralisme

Integrasi nasional
Ialah sebuah proses penyesuaian terhadap unsur identitas nasional yang memiliki keserasian fungsi
Adapun penghambat dan pendorong
Penghambat
- Heterogen
- Etnosentris
- Ketidakadilan
- Gangguan luar
Pendorong
- Sejarah
- Keinginan bersatu
- Rela berkorban
- Kesepakatan nasional
Bentuk
Akulturasi dan asimilasi
Nama : Kenedy Ale Jeri Pratama
Kelas : PSTI-B
NPM : 2215061010

Analisis Jurnal Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa
Jurnal ini membahas permasalahn terkait kesadaran nilai-nilai budaya dan pentingnya revitalisasi nilai-nilai tersebut dalam menghadapi tantangan globalisasi dan menjaga keutuhan kehidupan bermasyarakat, bangsa dan negara. Indonesia sendiri adalah negara yang multietnis dan multikultural yang artinya Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa yang masing-masing memiliki budayanya tersendiri, maka dari itu cukup rawan bagi Indonesia untuk terancam oleh konflik antar suku dan golongan.
Dalam era reformasi dan tuntutan yang berlebihan, permasalahan krusial sering muncul dan mengancam keutuhan bangsa seperti konflik suku yang dijelaskan di paragraf sebelumnya. Oleh karena itu, kearifan lokal harus digali, dikaji, dan direvitalisasikan agar menjadi perekat identitas bangsa dan fondasi jati diri bangsa. Indonesia adalah bangsa multikultural, sehingga semua komponen bangsa memiliki tanggung jawab untuk memelihara dan mendidik masyarakat agar dapat hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing. Kearifan lokal yang dimiliki oleh daerah-daerah di Indonesia sangatlah banyak, dan dapat diangkat sebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa serta dijadikan sebagai perekat dan modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.
Menurut Koentjaraningrat (1980), mengemukakan bahwa ada lima sumber konflik antara suku-suku bangsa atau golongan, yaitu:
1. Jika warga dari dua suku bangsa masing-masing bersaing dalam hal mendapatkan lapangan mata pencaharian hidup yang sama.
2. Jika warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan unsur-unsur dari kebudayaannya kepada warga dari suatu suku bangsa lain.
3. Konflik yang sama dasarnya, tetapi lebih fanatik dalam wujudnya.
4. Jika satu suku bangsa berusaha mendominasi suatu suku bangsa lain secara politis.
5. Potensi konflik terpendam ada dalam hubungan antara suku-suku bangsa yang telah bermusuhan secara adat.
Agar konflik konflik ini dapat diminimalisasi kemungkinannya ,kebudayaan harus menuju kearah yang maju dalam adab ,budaya dan persatuan. Tanpa harus menolak budaya asing
Menurut Geriya (2000), sekurang-kurangnya ada tujuh indikator terkait dengan kemampuan ketahanan modal budaya suatu kolektiva untuk tumbuh secara surplus atau defisit, yaitu:
1. Ketahanan ideal (sistem nilai)
2. Ketahanan struktural (kelembagaan)
3. Ketahanan pisikal (sistem budaya fisik)
4. Ketahanan mental (sikap mental)
5. Ketahanan fungsional (fungsi unsur-unsur kebudayaan)
6. Ketahanan sistemik (totalitas sistem masyarakat)
7. Ketahanan prosesual (kelenturan menghadapi perubahan)

PSTI A dan B Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh Kenedy Ale Jeri Pratama -
Nama : Kenedy Ale Jeri Pratama
Kelas : PSTI-B
NPM : 2215061010

Identitas nasional (national identity)
Jika dibagi perkata identitas dari (identity) artinya sebuah ciri atau jati yang melekat pada seseorang atau bangsa yang membedakannya dengan yang lain, dan nasional (national) yang adalah identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik seperti budaya, agama, bahasa, maupun nonfisik seperti keinginan, cita-cita dan tujuan.Secara terminologis artinya suatu ciri yang ada pada tiap bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa itu dengan yang lainnya.
Adapun unsur pembentukan identitas negara ada 4
1. suku bangsa
2. agama
3. kebudayaan
4. bahasa
Sedangkan untuk bangsa Indonesia identitas nasional ditunjukkan oleh
1. Bahasa Nasional Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia
2. Bendera Merah Putih
3. Lagu Indonesia Raya
4. Pancasila
5. Bhinneka Tunggal Ika
6. UUD 1945
7. Negara Kesatuan Republik Indonesia
8. Wawasan Nusantara
9. Kebudayaan Nasional

Tujuan dan fungsi identitas nasional:
1. Sebagai alat pemersatu bangsa
2. Sebagai pembeda dengan bangsa lainnya
3. Merupakan landasan negara
4. Identitas negara tersebut
5. Nilai potensi bangsa

Peran Identitas Nasional
1. Sebagai bahan/objek dalam integrasi nasional
2. Pengontrol sumber daya ekonomi
3. Menjadi penanda ikatan solidaritas
4. Menjadi definisi teritorial