Nama: Ikhwan Fajar Khatamy
NPM: 2255061007
Kelas: PSTI-B
Analisis Jurnal INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Identitas merupakan reprsentasi diri seseorang atau masyarakat luas melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sasuatu entitas sosial-budaya. Identitas dapat dilihat dari aspek waktu yang bukan suatu wujud yang sudah ada sedari semula dan akan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Jika dilihat dari aspek ruang, maka identitas juga bukan hanya satu atau tunggal, tetapi terbuat dari bermacam lapisan identitas. Identitas pada saat ini menunjukkan gambaran yang tidak tunggak, tetapi prular. Prularitas terjadi saati ini bukan hanya karena perbedaan etnis, profesi, pendidikan, serta asal daerah. Prularitas pada masa sekarang justru menuju pada kepentingan-kepentingan. Integrasi nasional membuat berbagai kelompok dengan identitasnya masing-masing menjadi sebagai suatu kesatuan.
Integrasi nasional adalah jalan keluar yang sampai saat ini masi terus menerus terjadi di Indonesia. Adanya otonomi daerah membuat kelompok daerah tersebut membuat integrasinya sendiri, sehingga menciptakan sifat etnosentrisme yang menghambat cita-cita integrasi nasional. Konflik-konflik antar identitas atau kelompok juga seharusnya tidak perlu. Mengetahui bahwa negara Indonesia merupakan negara dengan berbagai identitas dan masing masing perilaku konflik seharusnya menyadari bahwa prularitas bangsa Indonesia merupakan suatu keniscayaan. Dengan mmeninggalkan identitas kelompok daerahnya tersebut, maka dapat membuka kemungkinan untuk menciptakan integrasi nasional yang lebih luas.
NPM: 2255061007
Kelas: PSTI-B
Analisis Jurnal INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Identitas merupakan reprsentasi diri seseorang atau masyarakat luas melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sasuatu entitas sosial-budaya. Identitas dapat dilihat dari aspek waktu yang bukan suatu wujud yang sudah ada sedari semula dan akan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Jika dilihat dari aspek ruang, maka identitas juga bukan hanya satu atau tunggal, tetapi terbuat dari bermacam lapisan identitas. Identitas pada saat ini menunjukkan gambaran yang tidak tunggak, tetapi prular. Prularitas terjadi saati ini bukan hanya karena perbedaan etnis, profesi, pendidikan, serta asal daerah. Prularitas pada masa sekarang justru menuju pada kepentingan-kepentingan. Integrasi nasional membuat berbagai kelompok dengan identitasnya masing-masing menjadi sebagai suatu kesatuan.
Integrasi nasional adalah jalan keluar yang sampai saat ini masi terus menerus terjadi di Indonesia. Adanya otonomi daerah membuat kelompok daerah tersebut membuat integrasinya sendiri, sehingga menciptakan sifat etnosentrisme yang menghambat cita-cita integrasi nasional. Konflik-konflik antar identitas atau kelompok juga seharusnya tidak perlu. Mengetahui bahwa negara Indonesia merupakan negara dengan berbagai identitas dan masing masing perilaku konflik seharusnya menyadari bahwa prularitas bangsa Indonesia merupakan suatu keniscayaan. Dengan mmeninggalkan identitas kelompok daerahnya tersebut, maka dapat membuka kemungkinan untuk menciptakan integrasi nasional yang lebih luas.