Aldi Rafsanjani Mudia
2215011090
A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Paradigma adalah sumber keberadaan dan perkembangan ilmu pengetahuan, titik tolaknya. Pancasila sebagai paradigma pengetahuan dalam setiap sila Pancasila:
1. Sila Pertama
Perintah pertama ini berarti adanya konsep keberadaan Tuhan yang terus menciptakan hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya.
2. Sila Kedua
Perintah kedua ini jelas mengandung konsep manusia sempurna. Keseluruhannya adalah mental dan fisik. Sebagai entitas mental, keberadaan hati nurani tidak sepenting akal.
3. Sila ketiga
Kebutuhan untuk menetapkan orde pertama dan kedua sebagai jiwa persatuan Indonesia menunjukkan hakikat ilmu dan
nasionalisme Indonesia.
4. Sila Keempat
Perintah ini mengandung gagasan bahwa rakyat atau wakil rakyat harus menjalankan kekuasaannya dengan bijaksana,
penuh tanggung jawab baik secara vertikal kepada Tuhan maupun secara horizontal kepada seluruh rakyat Indonesia.
5. Sila Kelima
Keadilan bukanlah keadilan formal, keadilan yang dihasilkan dari peraturan perundang-undangan, tetapi keadilan yang didasarkan pada lingkungan sosialnya, yaitu karakteristik masyarakat Indonesia.
B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Tokoh pancasila, warga negara dan cendekiawan diharapkan menjadi panutan untuk mengikuti pancasila. Pemimpin spiritual pancasila adalah pemimpin yang benar-benar memahami hakikat pancasila sebagai ideologi bangsa indonesia. Dengan demikian, segala kebijakan yang diterapkannya berpedoman pada ideologi bangsa. Semua model yang diharapkan harus memiliki 5 karakteristik diantaranya:
1. Pemimpin yang beriman.
2. Menjunjung tinggi HAM
3. Memiliki rasa nasionalisme
4. Bersikap adil
5. Berpendidikan