Kiriman dibuat oleh Ananda Karunia Putri

NAMA : Ananda Karunia Putri
NPM : 2217051152
KELAS : C
PRODI : S1 Ilmu Komputer

- Ketahanan Nasional
Kemampuan dalam mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang akan datang.

- Ancaman Tri gatra
Trigatra adalah aspek alamiah yang bersifat status yang meliputi:
1. Lokasi dan posisi yang geografis
2. Sumber daya alam
3. Kemampuan penduduk

Ancaman Panca Gatra
Pancagatra adalah aspek kemasyarakatan wawasan nusantara yang meliputi:
1. Ideologi
2. Politik
3. Ekonomi
4. Sosbud
5. Hankam
NAMA: ANANDA KARUNIA PUTRI
NPM: 2217051152
KELAS: C
PRODI: S-1 ILMU KOMPUTER

Geopolitik Indonesia adalah ilmu yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dalam menghadapi masalah-masalah geografi wilayah atau tempat suatu bangsa. Ada beberapa teori geopolitik yang dikenal, seperti teori Frederich Ratzel, Rudolf Kjellen, Karl Haushofer, Halford Mackinder, Alfred Thayer Mahan, dan Guilio Pouhet, William Mitchel, Saversky, dan JFC Fuller.

Dalam konsep geopolitik Indonesia, Pancasila dijadikan sebagai ideologi nasional yang menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan kebijakan politik nasional dalam menghadapi kondisi dan kedudukan geografis Indonesia. Prinsip geopolitik Indonesia lebih fokus pada membangun kesatuan bangsa dalam satu wilayah, bukan hanya pada aspek wilayah saja.

Wawasan Nusantara juga menjadi konsep geopolitik Indonesia, yang bersumber dari Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia. Konsep ini menekankan pada kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia, dengan cara pandang yang meliputi perwujudan kepulauan Nusantara sebagai suatu kesatuan, sebagai satu kesatuan ekonomi, sebagai satu kesatuan sosial budaya, dan sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan.

Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, kehidupan bernegara mencakup kesatuan politik, kesatuan hukum, kesatuan sosial-budaya, dan kesatuan pertahanan dan keamanan untuk memastikan kesatuan wilayah Indonesia terjaga dengan baik.
Nama: Ananda Karunia Putri
NPM: 2217051152
Kelas: C
Prodi: S1 Ilmu Komputer

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab
Analisis saya terhadap artikel ini adalah fakta jikalau penegakan HAM di Indonesia masih banyak kendala dan tantangan. Peran pemerintah dan lembaga negara dalam menjaga dan melindungi HAM itu sangat penting. Untuk memperbaiki situasi dan memperkuat penegakan HAM, pemerintah perlu bekerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat dan lembaga internasional.
Hal positif yang saya dapatkan setelah membaca artikel tersebut adalah tentang tantangan yang sampai saat ini masih dihadapi dalam menegakkan HAM di Indonesia. Artikel ini mendorong pembaca untuk terus memperhatikan isu-isu yang terjadi saat ini. Hal tersebut dapat menginspirasi langkah-langkah untuk memperbaiki situasi dan meningkatkan perlindungan HAM bagi semua masyarakat Indonesia.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab:
Nilai-nilai adat istiadat atau budaya asli masyarakat Indonesia memiliki pengaruh yang enting terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia. Budaya Indonesia yang beragam dan luralistik, dan konsep-konse seperti gotong royong, musyawarah, dan keadilan sosial menjadi landasan untuk prinsip-prinsip demokrasi Indonesia.

Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa dapat dilihat pada Pembukaan UUD 1945 ini menegaskan pengakuan terhadap nilai-nilai agama yang telah menjadi suatu kepingan penting dari budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab:
Praktik demokrasi Indonesia saat ini masih perlu banyak dievaluasi. Apalagi dalam pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja, penerapan sila ke-lima yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” masih belum diterapkan dengan baik dan benar. Ketidakadilan masih sering menghantui, terlebih terhadap masyarakat yang kurang mampu dalam segi ekonomi. Diperlukan upaya yang konsisten untuk meniingkatkan praktik demokrasi agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945 dan berhasil menghasilkan kehidupan yang demokratis dan adil di Indonesia.


D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab:
Anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan masyarakat menurut saya adalah tindakan yang tidak etis sama sekali dan dapat dipandang sebagai masalah yang serius dalam demokrasi. Sikap mereka yang seperti itu tidak berkomitmen pada transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik. Seharusnya, sebagai anggota parlemen yang telah diberikan kepercayaan besar dari khalayak ramai, mereka melayani kepentingan masyarakat secara luas, mendengarkan serta memahami aspirasi rakyat dan turut memperjuangkan kebijakan yang memenuhi kebutuhan masyarakat secara adil.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab:
Pihak-pihak yang memanfaatkan kekuasaan kharismatik untuk menggerakkan loyalitas dan emosi masyarakat dengan mengorbankan hak asasi manusia sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan menghormati hak-hak individu. Kegiatan semacam ini memiliki potensi untuk menimbulkan konsekuensi yang serius dalam konteks demokrasi sekarang, terutama yang berkaitan dengan hak asasi manusia.