Posts made by Syahara Tharadita

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal

by Syahara Tharadita -

Nama               : Syahara Tharadita

NPM               : 2217011079

Kelas               : D

Tugas Mata Kuliah Pendidikan Pancasila


1.    Mengenai kasus penolakan jenazah dan korelasinya dengan Pancasila, kejadian yang terjadi di Kabupaten Semarang ini sangat memprihatinkan dan mencerminkan degradasi nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat. Peristiwa ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai fundamental Pancasila :

•     Sila ke-2 "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab": Penolakan ini menunjukkan hilangnya rasa kemanusiaan dan penghargaan terhadap martabat manusia, terlebih terhadap seorang perawat yang telah berjuang di garda terdepan.

•     Sila ke-3 "Persatuan Indonesia": Tindakan ini mencerminkan perpecahan dan hilangnya rasa solidaritas sosial dalam Masyarakat. 

•     Sila ke-5 "Keadilan Sosial": Menolak pemakaman jenazah merupakan bentuk ketidakadilan, mengingat setiap warga negara berhak mendapatkan penghormatan terakhir.

Penolakan tersebut tidak hanya menunjukkan hilangnya rasa kemanusiaan, tetapi juga mengabaikan jasa seorang perawat yang telah berjuang di garda terdepan melawan pandemi sehingga penolakan ini semakin menunjukkan betapa rendahnya penghargaan terhadap pengorbanan para tenaga kesehatan. Tindakan ini juga mencerminkan lemahnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai persatuan dan keadilan sosial yang seharusnya menjadi landasan kehidupan berbangsa. 

 

2.    Sebagai mahasiswa, beberapa saran dan solusi yang dapat diajukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali adalah dengan menerapkan pendekatan komprehensif baik jangka pendek maupun jangka panjang. 

Dalam jangka pendek : 

•     Melakukan edukasi intensif kepada masyarakat tentang protokol penanganan jenazah COVID-19 yang aman.

•     Melibatkan tokoh masyarakat dan agama sebagai agen sosialisasi. 

•     Pembentukan tim khusus penanganan jenazah COVID-19 di setiap daerah juga diperlukan untuk memberikan kepastian dan keamanan dalam prosesi pemakaman. 

Dalam jangka Panjang :

•     Memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini seperti yang disampaikan dalam artikel menjadi langkah strategis yang harus diimplementasikan secara konsisten. Pendidikan karakter harus menjadi fokus utama di semua jenjang pendidikan. Kurikulum harus dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan gotong royong sejak dini.

•     Mengembangan kurikulum yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan.

•     Meningkatan literasi kesehatan masyarakat.

•     Sosialisasi yang Intensif, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk melakukan sosialisasi yang intensif mengenai Covid-19, termasuk cara pencegahan dan penanganan jenazah. Informasi yang benar dan akurat dapat mengurangi ketakutan dan stigma negatif.

•     Pembinaan Masyarakat, masyarakat perlu dibina agar lebih peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar. Kegiatan-kegiatan sosial dan gotong royong dapat memperkuat rasa solidaritas.

 

3.    Terkait pertanyaan apakah penolakan jenazah COVID-19 termasuk pelanggaran sila kedua Pancasila meskipun jenazah tersebut sudah tidak bernyawa, jawabannya adalah sangat jelas bahwa hal tersebut merupakan pelanggaran. Status "tidak bernyawa" sama sekali tidak mengurangi kewajiban moral dan sosial kita untuk memperlakukan jenazah dengan hormat dan bermartabat. Dalam konteks budaya dan religiusitas masyarakat Indonesia, penghormatan terhadap jenazah merupakan bagian dari nilai kemanusiaan universal serta nilai yang sangat fundamental dan tidak dapat dikompromikan. Terlebih lagi, jenazah tersebut adalah seorang tenaga kesehatan yang telah mengorbankan nyawanya dalam tugas kemanusiaan. Penolakan pemakaman tidak hanya melanggar nilai-nilai Pancasila tetapi juga mencederai martabat kemanusiaan secara universal. Hal ini juga berdampak pada keluarga yang ditinggalkan, yang seharusnya mendapatkan dukungan dan empati dari masyarakat, bukan penolakan dan stigma. Tindakan penolakan jenazah menunjukkan kurangnya rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Ini bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan oleh Pancasila.

 



KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Diskusi Artikel 1

by Syahara Tharadita -

Nama               : Syahara Tharadita

NPM               : 2217011079

Kelas               : D

Tugas Mata Kuliah Pendidikan Pancasila


Tanggapan

Artikel ini memberikan wawasan yang sangat penting tentang relevansi nilai-nilai Pancasila dalam konteks pendidikan di Indonesia. Penekanan pada tantangan yang dihadapi, seperti apatisme generasi muda dan akses pendidikan yang tidak merata, menunjukkan perlunya pendekatan inovatif untuk menarik minat siswa terhadap Pancasila. Dan juga artikel ini menyoroti pentingnya metode pembelajaran yang partisipatif dan inklusif, yang dapat membantu mengurangi polarisasi dan memperkuat persatuan di tengah keragaman budaya dan agama. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat juga ditekankan sebagai kunci untuk mengatasi tantangan ini, dengan peningkatan pelatihan bagi pendidik dan penyempurnaan kurikulum sebagai langkah strategis. Secara keseluruhan, artikel ini mengingatkan kita bahwa pendidikan Pancasila bukan hanya kewajiban formal, tetapi juga fondasi penting untuk membangun masyarakat yang adil, demokratis, dan bermartabat, serta relevansi nilai-nilai tersebut dalam menghadapi dinamika sosial dan globalisasi yang terus berkembang.


Analisis Isi

Dalam artikel ini, menjelaskan bahwa pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam mengajarkan nilai-nilai ideologi dasar negara kepada generasi muda, sehingga mereka dapat memahami dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Namun, pendidikan Pancasila saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk perubahan dalam kurikulum, perbedaan pemahaman di kalangan pendidik, dan tantangan budaya yang muncul dari keragaman masyarakat Indonesia.

Artikel ini menekankan bahwa kurikulum pendidikan Pancasila perlu disesuaikan agar tetap relevan dengan konteks sosial dan perkembangan zaman, serta mampu mengakomodasi keragaman budaya dan nilai-nilai global. Selain itu, metode pembelajaran yang partisipatif dan inklusif dianggap penting untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap Pancasila. Artikel ini juga menyoroti perlunya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk mengatasi tantangan yang ada.

Hasil dari artikel ini menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan Pancasila sangat bergantung pada upaya untuk menjaga relevansi nilai-nilai Pancasila di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Dengan demikian, pendidikan Pancasila diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang adil, demokratis, dan bermartabat, serta membentuk karakter bangsa yang kuat di kalangan generasi muda.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Analisis Video Pembelajaran

by Syahara Tharadita -

Nama : Syahara Tharadita

NPM   : 2217011079

Kelas  : D

1.    PENGERTIAN FILSAFAT

Pengertian menurut arti katanya, kata filsafat dalam Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani "Philosophia” terdiri dari kata

·      Phile artinya Cinta yaitu hasrat yang besar, atau yang berkobar-kobar, dan atau yang sungguh-sungguh.

·      Sophia artinya Kebijaksanaan yaitu Kebenaran sejati, atau kebenaran yang sesungguhnya.

 

2.    ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT

·      Berfilsafat Rationalisme adalah paham filsafat yang menekankan akal sebagai sumber utama pengetahuan dan kebenaran.

·      Berfilsafat Materialisme adalah aliran filsafat yang memandang bahwa realitas yang ada hanyalah mqteri dan sega sesuatu dapat dijelaskan melalui interaksi fisik dan kimiawi dari materi.

·      Berfilsafat Individualisme adalah aliran filsafat yang menekankan nilai dan hak-hak individu sebagai hal yang utama dalam kehidupan sosial.

·      Berfilsafat Hedonisme adalah aliran filsafat yang memandang kesenangan atau kenikmatan sebagai tujuan tertinggi dalam hidup

 

3.    MANFAAT MEMPELAJARI FILSAFAT

·      Memperoleh kebenaran yang hakiki.

·      Melatih kemampuan berfikir logis.

·      Melatih berpikir dan bertindak bijaksana.

·      Melatih berpikir rasional dan komprehensif.

·      Menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup, Menghasilkan tindakan yang bijaksana.

 

4.    PENGERTIAN FILSAFAT PANCASILA

Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas

sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.

 

5.    PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

Pancasila sebagai system filsafat adalah suatu sistem pemikiran yang menyeluruh, rasional, dan sistematis yang menjadi pandangan hidup bangsa indonesia, dalam kata "Sistem" disini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

·      Suatu kesatuan bagian-bagian/unsur/elemen/komponen.

·      Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri, Saling berhubungan dan saling ketergantungan.

·      Keseluruhannya dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu (tujuan sistem), Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks

Wawasan filsafat Pancasila merupakan cara pandang komprehensif yang menjadikan Pancasila sebagai sistem filosofi yang mencerminkan nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia. Wawasan filsafat Pancasila juga menekankan pentingnya keseimbangan dan harmoni dalam berbagai aspek kehidupan.Wawasan filsafat meliputi bidang atau aspek penyelidikan Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis.

·      Ontologis: menurut Aristoteles adalah ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan metafisika.

·      Epistemologis: adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan.

·      Aksiologis Istilah aksiologi berasal dari kata Yunani axios yang artinya nilai, manfaat, dan logos yang artinya pikiran, ilmu atau teori.