Kiriman dibuat oleh Windi Syafitri

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Diskusi Artikel 1

oleh Windi Syafitri -
Nama : Windi Syafitri
Npm : 2217011046

Jawab :
Tanggapan saya mengenai isi Artikel 1: Dinamika dan Tantangan dalam Pendidikan Pancasila di Era Globalisasi berfokus pada peran pendidikan Pancasila dalam menghadapi tantangan globalisasi, dinamika sosial, dan teknologi yang terus berubah. Penelitian ini mengidentifikasi pentingnya pendidikan Pancasila sebagai dasar untuk membangun karakter bangsa yang kuat dan berintegritas. Namun, di era globalisasi, pendidikan ini menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan kurikulum, relevansi nilai Pancasila dalam masyarakat yang semakin terhubung secara global, dan bagaimana memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa mengorbankan esensi Pancasila.
Hasil penelitian yang dibahas dalam artikel mencakup:
1. Dinamika Kurikulum: Pendidikan Pancasila perlu terus diperbarui agar tetap relevan dengan perkembangan sosial dan teknologi, sekaligus mempertahankan nilai-nilai asli Pancasila.
2. Tantangan Budaya: Masyarakat Indonesia yang beragam budaya, agama, dan suku memerlukan pendekatan yang inklusif dalam pendidikan Pancasila untuk menjaga persatuan.
3. Perkembangan Teknologi: Di era digital, pendidikan Pancasila harus memanfaatkan teknologi untuk menyampaikan nilai-nilai Pancasila, namun juga harus melawan risiko disinformasi dan radikalisasi.
4. Pendidikan Karakter: Pentingnya pendidikan karakter dalam mengajarkan nilai-nilai Pancasila sejak dini sehingga generasi muda dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
5. Peran Guru dan Masyarakat: Kualitas guru dan partisipasi masyarakat sangat penting untuk memastikan pendidikan Pancasila berjalan efektif di semua lapisan masyarakat.
Penelitian ini menekankan perlunya strategi inovatif dan integratif dalam pendidikan Pancasila, baik dalam kurikulum, teknologi, maupun peran aktif pemangku kepentingan untuk membangun karakter bangsa yang mampu menghadapi tantangan global.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal

oleh Windi Syafitri -
Nama : Windi Syafitri
Npm : 2217011046

Jawab:
1. Pendapat saya mengenai kasus penolakan jenazah korban Covid-19 dan korelasinya dengan implementasi nilai Pancasila yaitu:
Kasus penolakan jenazah korban Covid-19, terutama seorang perawat yang berada di garda terdepan, menunjukkan kurangnya rasa empati dan penghayatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila, khususnya sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sikap ini jelas mencerminkan ketidakadilan, karena korban yang telah wafat, apalagi seorang tenaga kesehatan, tidak diberikan hak untuk dimakamkan dengan layak.
Kejadian ini juga bertentangan dengan sila ketiga, Persatuan Indonesia. Menolak pemakaman jenazah justru memecah belah masyarakat dan menciptakan ketakutan yang tidak berdasar. Sebaliknya, masyarakat seharusnya bersatu menghadapi pandemi ini dengan solidaritas dan dukungan, bukan memperparah situasi dengan tindakan diskriminatif.

2. Saran dan solusi untuk mencegah terulangnya kasus penolakan jenazah korban Covid-19:
Sebagai mahasiswa, berikut saran dan solusi yang dapat saya diberikan:
a. Edukasi masyarakat secara berkelanjutan: Peningkatan edukasi kepada masyarakat tentang proses pemakaman korban Covid-19 yang sudah sesuai dengan protokol kesehatan sangat penting untuk menghilangkan stigma. Edukasi ini bisa dilakukan melalui media sosial, komunitas, dan lembaga pendidikan.
b. Penguatan pendidikan karakter: Seperti yang disampaikan Ketua DPRD, pendidikan karakter harus ditanamkan sejak dini. Anak-anak perlu diajarkan tentang empati, rasa hormat, dan nilai-nilai kemanusiaan agar tercipta masyarakat yang lebih beradab.
c. Keterlibatan tokoh masyarakat dan agama: Tokoh masyarakat dan agama memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman yang benar mengenai pandemi dan kewajiban menghormati jenazah sesuai dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan. Mereka bisa membantu meredam ketakutan atau stigma yang berlebihan.
d. Pengawasan dan penegakan hukum: Pemerintah daerah harus tegas dalam menindak tindakan diskriminatif, termasuk penolakan jenazah. Peraturan yang mengatur proses pemakaman sesuai protokol kesehatan perlu ditegakkan agar kejadian serupa tidak terulang.

3. Ya, penolakan jenazah korban Covid-19 jelas melanggar sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sila ini menekankan pentingnya rasa kemanusiaan dan perlakuan yang adil terhadap semua individu, termasuk jenazah. Meskipun jenazah tersebut sudah tidak bernyawa, ia tetap memiliki hak untuk diperlakukan dengan hormat dan diberi pemakaman yang layak.
Selain itu, penolakan tersebut didasari oleh ketakutan yang tidak rasional dan stigma yang tidak beralasan terhadap korban Covid-19. Padahal, pemakaman korban dilakukan dengan protokol yang aman sehingga tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat. Tindakan ini juga mencerminkan kurangnya rasa kepedulian dan simpati terhadap sesama manusia, terutama terhadap tenaga kesehatan yang telah berjuang untuk menyelamatkan nyawa banyak orang.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Analisis Video Pembelajaran

oleh Windi Syafitri -
Nama : Windi Syafitri
Npm : 2217011046

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT
Filsafat diambil dari etimologi bahasa Yunani, di mana kata "Philosophia" terdiri dari "Phile" yang berarti
cinta dan "Sophia" yang berarti kebijaksanaan. Filsafat secara umum diartikan sebagai cinta akan
kebijaksanaan atau hasrat besar terhadap kebenaran sejati. Pengantar ini memberikan landasan
pemahaman yang mendalam tentang bagaimana filsafat mengarahkan manusia untuk berpikir secara
kritis, mencari kebijaksanaan, dan menggapai kebenaran.

Kemudian, terdapat beberapa aliran filsafat utama seperti rasionalisme, materialisme,
individualisme, dan hedonisme. Setiap aliran ini menggambarkan sudut pandang yang berbeda
tentang bagaimana manusia harus berpikir dan bertindak, dengan fokus pada akal, materi,
individualitas, dan kesenangan. Selain itu, manfaat mempelajari filsafat ditekankan, seperti
melatih kemampuan berpikir logis, rasional, dan bijaksana, serta membantu mencapai keselarasan
hidup. Filsafat Pancasila, sebagai bagian dari sistem filsafat, difokuskan pada refleksi kritis
terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk
mendapatkan pemahaman yang mendasar dan menyeluruh.