NAMA : Nurul Rismawati
NPM : 2217011158
Dalam jurnal yang berjudul "Integrasi Nasional sebagai Penangkal Etnosentrisme di Indonesia," oleh Agus Maladi Irianto, membahas pentingnya integrasi nasional dalam mengatasi sikap etnosentrisme yang dapat mengancam persatuan bangsa. Penulis menekankan bahwa integrasi nasional melibatkan pembentukan kelompok-kelompok yang bersatu berdasarkan isu-isu bersama, baik ideologis, ekonomi, maupun sosial, sehingga berbagai kelompok dengan identitas masing-masing dapat melihat diri mereka sebagai satu kesatuan Bangsa Indonesia.
Penulis juga menyoroti bahwa identitas memiliki fungsi ganda dalam pembentukan integrasi nasional. Di satu sisi, identitas berperan sebagai elemen pemersatu yang mengikat individu-individu dalam suatu kelompok. Di sisi lain, identitas dapat menjadi sumber perpecahan jika terlalu menonjolkan perbedaan dan mengabaikan kesamaan yang ada. Oleh karena itu, penulis menekankan perlunya pengembangan konsep integrasi nasional yang mampu mengatasi tantangan etnosentrisme, religiosisme, dan politisisme yang dapat memicu konflik kepentingan. Selain itu, penulis mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mengembangkan konsep integrasi nasional. Salah satunya adalah bagaimana menghadapi sikap etnosentrisme yang cenderung memandang budaya atau kelompok sendiri sebagai yang paling superior. Sikap ini dapat menghambat proses integrasi nasional dan menimbulkan konflik antar kelompok. Untuk itu, diperlukan upaya yang komprehensif dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan kelompok atau golongan tertentu.
Secara keseluruhan, jurnal ini menekankan bahwa integrasi nasional merupakan kunci dalam menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia yang multikultural. Dengan memahami dan menghargai keberagaman yang ada, serta menekan sikap etnosentrisme, Indonesia dapat membangun masyarakat yang harmonis dan bersatu dalam perbedaan. Upaya ini memerlukan peran aktif dari semua elemen masyarakat, termasuk pemerintah, tokoh masyarakat, dan individu, untuk terus memupuk semangat kebangsaan dan toleransi antar kelompok.